Kupang (MEDIATOR)– Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi mengakhiri rangkaian Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) 2026 dengan sebuah langkah konkret: pengikatan komitmen seluruh pimpinan unit melalui penandatanganan Perjanjian Kerja (PK). Dokumen ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan kontrak moral untuk memastikan setiap rupiah anggaran dan setiap butir program kerja berdampak langsung pada penguatan budaya mutu institusi.
Acara penutupan yang berlangsung di Hotel Harper, Kupang, Sabtu (28/2), menjadi puncak dari diskusi maraton selama empat hari (23, 24, 27, dan 28 Februari). RTM tahun ini mengusung visi besar “World Class – Locally Relevant”, sebuah tekad untuk menyinergikan standar mutu global dengan solusi nyata bagi tantangan pembangunan lokal.
Monitoring Berlapis dan Mitigasi Dini
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa tahun 2026 adalah tahun peneguhan tekad. Ia menginstruksikan agar setiap capaian dalam Perjanjian Kerja dipantau secara berkala setiap bulan. Pola pemantauan ini bertujuan untuk mendeteksi kendala lebih awal sehingga langkah mitigasi dapat segera diambil sesuai dengan rencana aksi (action plan) yang telah disepakati.
“Target yang telah ditandatangani akan dievaluasi secara ketat. Tanggung jawab ini harus terdistribusi secara merata, mulai dari tingkat rektorat, fakultas, program studi, hingga ke garda terdepan yakni tenaga kependidikan,” tegas Prof. Jefri di hadapan seluruh pimpinan unit.
Tata Kelola Keuangan dan Akuntabilitas
Salah satu poin krusial yang ditekankan dalam penutupan RTM adalah kedisiplinan anggaran. Rektor mengingatkan agar setiap unit mengelola permintaan di luar Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) secara terukur. Hal ini dilakukan untuk menjaga integritas Undana sebagai institusi publik yang akuntabel dan transparan.
Prof. Jefri juga memberikan apresiasi khusus kepada Biro Perencanaan dan Kerja Sama yang telah meramu dokumen perencanaan secara detail. Kualitas dokumen tersebut dinilai menjadi kunci produktivitas diskusi selama RTM, sehingga menghasilkan kesepakatan capaian yang realistis namun tetap progresif.
Menuju Ekosistem “Satu Keluarga”
Transformasi yang diusung Undana pada periode ini menuntut perubahan budaya kerja. Rektor meminta agar pola kerja sektoral ditinggalkan dan diganti dengan semangat “Satu Keluarga Besar Undana”. Dengan kesatuan visi ini, setiap unit diharapkan dapat saling mendukung untuk mencapai indikator kinerja utama (IKU) yang telah ditetapkan.
“Jika kinerja di akhir periode ditemukan belum optimal, kita akan duduk bersama untuk mempertanyakan hambatannya dan melakukan perbaikan menyeluruh. Kita ingin Undana benar-benar menjadi institusi yang unggul dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya RTM 2026, seluruh jajaran pimpinan Undana kini memegang mandat untuk segera mengeksekusi program kerja yang telah disinkronkan, membawa universitas melangkah lebih dekat menuju reputasi internasional yang tetap berakar kuat pada nilai-nilai lokal. (Ing/RLS/UNDANA/TIM)






