Kupang (MEDIATOR)–Masyarakat Adat Kerajaan Amanatun (MAKANA’), Senin (4/8) pagi, hadir dalam pembukaan pelatihan vokasi yang diinisiasi Kemnaker kerjasama dengan Satpel PVP Kupang. MAKANA mengirimkan 14 peserta (dari 172 pesrta yang mengikuti Pelatihan ini) yang tersebar di 11 jurusan antara lain Barista, Content Creator, Finishing Teknik Semprot, Pengolahan Ikan, Pengolahan Makanan Komersil, Menjahit pakaian dengan Mesin, SPA, Junior Make Up artist, English Front Linner, Tour Guide dan Practical Office Advance. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena hadir dalam kegiatan yang berlangsung di aula BLK Kemnaker Kupang ini. Sementara para tokoh MAKANA yang hadir, adalah Usif Amanatun Drs. Jonatan Banunaek, Meo Naek Pdt. Yohanis Tafuli; Pdt. Joel Missa, Nehum Ninef dan Pdt, Daud John Tafuli (yang mewakili MAKANA’ untuk menandatangani MoU).
Gubernur Melki dalam sambutannya mengatakan NTT adalah negeri yang kaya dengan SDA karena itu dibutuhkan tenaga-tenaga profesional untuk mengolahnya. Apa yang sudah dilakukan oleh Kemnaker dan mitra adalah sebuah langkah maju. Dan dia mengapresiasinya.
“Pemerintah siap berkolaborasi dengan semua sektor untuk meningkatkan kesejahteraan, itu akan tercapai jika ada tenaga-tenaga terampil, sehingga kegiatan yang dilaksanakan ini sangat tepat dan sesuai konteks di NTT,”tegas politisi Golkar ini sembari menambahkan, program pemerintah “One village one product” (satu desa satu produk). One Community one product membutuhkan kolaborasi semua seperti komunitas adat, komunitas gereja, komunitas seni dan olah raga dan sebagainya.
“Tugas pemerintah adalah membuat ruang pemasaran dengan program NTT Mart dan Restoran Flobamorata,”ujarnya.
Wilfrianus Sabon Tawa; Selaku Koordinator Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kupang, mengatakan kerja sama dengan ‘Makana’ dalam rangka melaksanakan pelatihan vokasi dan peningkatan produktivitas, dalam sektor, pertanian, perikanan, infrastruktur dan pariwisata.
Adapun tujuan kerjasama ini adalah untuk meningkatkan kompetensi SDM di bidang Hospitality yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai dengan standar yang ditetapkan melalui penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi. Juga meningkatkan koordinasi dan komunikasi Antara MAKANA’ dan Satpel BLVP sehingga tersedia informasi ketenagakerjaan, pengembangan SDM, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengembangan program pelatihan yang efektif dan efisien.
Pdt Daud John Tafuli merinci, tugas MAKANA’ adalah mengirimkan peserta-peserta yang berasal dari wilayah historis Amanatun; 70% mereka yang ber-KTP dan tinggal di wilayah Amanatun, dibuktikan melalui rekomendasi dari Kefetoran masing-masing; dan 30% adalah mereka yang bermarga dari Amanatun tetapi tinggal di luar wilayah Amanatun.
“MAKANA juga akan mengontril setiap peserta untuk memasitkan peserta mengikuti sampai selesai dan kami juga akan membangun kerjasama dengan lapangan-lapangan kerja agar setiap lulusan dapat bekerja, atau membangun relasi serta berkolaborasi, sehingga ilmu yang telah didapat tidak menjadi mubasir,”tegasnya menambahkan MAKANA’ juga akan menjaring Donatur-donatur untuk dapat memberikan bantuan modal kepada para lulusan.
Rencananya kedepan MAKANA’ juga sedang membangun komunikasi dengan beberapa lembaga untuk melakukan Kerjasama dalam Bidang Olah raga untuk Sekolah Bola di usia dini serta Sekolah Berasrama di Amanatun.
Diakui MAKANA’ sangat gencar… karena mereka yang tergabung disana adalah orang-orang yang punya hati untuk Amanatun. Mereka sadar bahwa mereka ada hari ini karena perjuangan dan pengorbanan para leluhur.
“Sebab itu kami harus berkorban dan berjuang agar kelak anak-cucu-cece kami juga dapat merasakan apa yang kami rasakan, bahkan lebih lagi dari hari ini,”pungkasnya. (Stenly Boymau)






