Kupang (MEDIATOR)--Juri Lomba Kebersihan Antar kelurahan se-Kota Kupang tahun 2025 sudah menetapkan 10 kelurahan terbaik. Dan, saat ini kesepuluh nominator tersebut sedang dievaluasi oleh tim juri.
Demikian Ketua dewan juri, Prof Dr. I Gusti Made Ngurah Budiana, S.Si., M.Si kepada Mediatorkupang.com, Kamis (31/7) pagi ini di Kupang menegaskan hal itu.
“Kemarin kita sudah rapat dan putuskan 10 kontestan terbaik yang masuk ke penilaian tahap dua. Kita sepakati agar kesepuluh kelurahan ini jangan diekspouse namanya agar mereka tidak tahu. Ini juga semata untuk menguji konsistensi mereka, jangan-jangan hanya sesaat saja,”tegas guru besar asal Undana Kupang ini.
Untuk diketahui, aksi ini wujud komitmen Walikota Kupang dr Christian Widodo untuk sebagai upaya memperkuat peran masyarakat dan pemerintah kelurahan dalam menciptakan lingkungan bersih, sehat, dan lestari.
Kunjungan kedua ini menurutnya, dilakukan secara diam-diam.
“Tak ada pemberitahuan ke kelurahan yang masuk 10 besar. Sekali lagi, kunjungan ini untuk memastikan konsistensi dari kelurahan dalam menjaga lingkungannya. Dan sejauh ini kami melihat baik,”tegasnya.
Juri didampingi panitia, sudah mulai melakukan roadshow ke kelurahan sejak Rabu (30/7) kemarin.
“Kemarin kami di tiga kelurahan. Wah bagus, mereka konsisten. Ini luar biasa,”tambahnya.
Juri secara mendadak mendatangi kantor lurah, lalu melihat dari dekat kondisi kantor dan kebersihan lingkungan. Juga mereka mendatangi wilayah lain selain yang sudah didatangi di penjurian tahap pertama sepekan yang lalu.
“Kita sudah turun untuk penilaian tahapan 10 besar. Untuk melihat konsistensi dari pengelolaan sampah dan juga kebersihan masing-masing kelurahan. Kriteria penilaiannya hampir sama dengan tahap satu. Cuma RT yang disampling itu yang belum pernah dikunjungi. Rabu kemarin itu kita melihat ada kelurahan yang konsistensinya terpelihara namun ada juga yang menurun,”tegasnya.
Untuk diketahui, juri menggelar raoat di sekretariat panitia, di kantor Dinas Perijinan Satu Atap Kota Kupang. Sekretaris Satgas Kebersihan Kota Kupang yang juga Kadis Perijinan, Wildrian Ronald Otta, menegaskan bahwa sejauh ini pelaksanaan penjurian sedang berlangsung. Mantan lurah Naikoten II yang berkali-kali menjuarai iven kompetisi lomba kebersihan yang sama, Kupang Green and Clean (KGC) itu menambahkan, sejauh ini penerapan Road Map penanganan masalah sampah di Kota Kupang terus berjalan.
Fredyanto Hawai, S.Kom (Penata Layanan Operasional pada kantor perijinan satu pintu) sebagai pendamping juri pun melaporkan, penjurian dilakukan setiap hari. (stenly boymau)











