Institut Teknologi Bandung melalui SITH Lakukan Pengabdian Masyarakat Desa 3T di Malaka-NTT

Pendidikan995 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)– Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui SITH (Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati) mendelegasikan Dr. Lili Melani dan tim yang beranggotakan Dzulianur Mutsla, Ph.D., Dr. Indrawan Cahyo  Adilaksono, dan seorang mahasiswa yaitu Reso Aji Saputra Wicaksono melaksanakan program Pengabdian Pada Masyarakat Desa 3T di Desa Bonibais Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka.

Tim saat Foto bersama warga Desa Bonibais.
Foto: Dok SITH ITB

Disana mereka melihat dari dekat serta mencoba meningkatkan kualitas, proses pasca panen, dan valorisasi kemiri. Untuk diketahui, NTT memiliki banyak sumber daya pertanian. Termasuk daratan Timor, khususnya Kabupaten Malaka, sebuah daerah yang berbatasan dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), kaya akan berbagai hasil alam dan budaya.

Keindahan pantai dan keajaiban hasil alam menghiasi setiap sendi pulau ini. Kemiri (Aleurites moluccana (L.)) adalah satu diantara ribuan keajaiban yang tersimpan di dalamnya.  Kehadiran kemiri sebagai salah satu komoditas diharapkan dapat mendorong perekonomian masyarakat, namun apakah demikian?

Desa Bonibais yang terletak di Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur adalah salah satu daerah yang menyimpan keajaiban tersebut. Melalui observasi yang cermat oleh Bapak Markus Bau selaku Kepala Desa Bonibais mengenai potensi kemiri, diajukanlah kepada Kemendes (Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia) melalui aplikasi Desanesha agar diberikannya bantuan oleh para ahli terkait pengolahan pasca panen kemiri sehingga produksi kemiri di Desa Bonibais dapat  optimal.

Baca Juga  Perkuat Akuntabilitas, Undana Bedah Hambatan Realisasi Anggaran dan Strategi Keuangan 2026
Usai tim melakukan pemaparan, dilaksanakanlah foto bersama peserta.
Foto: Dok SITH ITB

“Berbekal informasi yang kami miliki  berkaitan dengan kebutuhan Desa Bonibais berangkatlah kami kesana. Setelah melalui enam jam perjalanan dari Kota Kupang sampailah kami di Desa Bonibais, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka. Tiba disana kami disambut sangat hangat dari Bapak Markus Bau bersama dengan warga yang hadir disana,”demikian Dr. Lili Melani selaku ketua tim kepada media ini dalam sebuah releasenya.

Dilanjutkan, kegiatan selanjutnya adalah pemaparan mengenai informasi umum kemiri dan kualitas kemiri yang baik dengan dasar pertanian oleh Dr. Indrawan Cahyo Adilaksono, kemudian dilanjutkan oleh pemaparan mengenai proses pasca panen kemiri untuk meningkatkan produktivitas dengan tetap mempertahankan kualitas kemiri oleh Dzulianur Mutsla, Ph.D., lalu ditutup dengan pemaparan mengenai valorisasi kemiri dan pembuatan produk turunan kemiri oleh Dr. Lili Melani.

Baca Juga  Winston Rondo Bertemu Wakil Bupati Malaka, Rintis Pembentukan GAMKI di Malaka

Pada proses pemaparan yang dihadiri oleh para perwakilan dusun terlihat antusiasme yang tinggi dan harapan bahwa pada masa mendatang realisasi produk kemiri dari Desa Bonibais dapat dilakukan sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dr Lili saat berdiskusi bersama warga.
Foto: Dok SITH ITB

“Melihat keinginan yang besar dari masyarakat kami berharap pada kunjungan selanjutnya kami dapat membantu masyarakat dalam produksi kemiri sehingga harapan bahwa kemiri dapat menjadi suatu komoditas yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat dapat terwujud,”tegas Lili. (RLS/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan