Kefamenanu (MEDIATOR) — Peristiwa pembakaran pohon Natal yang diduga dilakukan oleh dua orang provokator di wilayah Dalehi, Kefamenanu, memantik reaksi Komandan Resimen Mahasiswa Mahadana NTT sekaligus Ketua DPP IARMI NTT, Fahmi H. Abdullahi, SE. kepada Mediatorkupang.com, Selasa (23/12), tokoh muda ini menyampaikan keprihatinan mendalam serta mengecam keras tindakan tersebut.
Fahmi menegaskan bahwa tindakan pembakaran tersebut merupakan perbuatan provokatif yang tidak bertanggung jawab, sangat sensitif, dan berpotensi mengganggu kerukunan antarumat beragama serta ketenteraman masyarakat yang selama ini telah terjaga dengan baik di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
“Kami mendukung penuh langkah dan kerja profesional Kepolisian dalam mengungkap kasus ini secara tuntas. Aparat kepolisian memiliki kemampuan, metode, serta pendekatan scientific crime investigation untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut,”tegas Fahmi.
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat TTU agar tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tidak menyebarkan asumsi maupun narasi yang dapat memperkeruh suasana, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, Fahmi menilai bahwa aksi tersebut diduga kuat dilakukan secara sengaja dan telah direncanakan, sehingga penting untuk diusut secara serius demi menjaga stabilitas keamanan dan keharmonisan sosial.
Lebih lanjut, Fahmi mengajak seluruh elemen masyarakat, pemuda, tokoh agama, dan anak bangsa di TTU untuk bahu-membahu, bersatu, dan bekerja sama menjaga daerah dari pihak-pihak, baik dari luar maupun dari dalam, yang memiliki niat jahat untuk merusak persatuan serta kedamaian yang telah terjalin selama ini.
Pernyataan ini disampaikan di sela-sela acara Penyerahan Surat Keputusan Wakil Komandan Resimen Mahadana NTT kepada Kapten Inf Donatus, perwira TNI yang berasal dari Kopassus, yang saat ini juga menjabat sebagai Danramil Kota Kupang, bertempat di Markas Skomen Mahadana NTT.
Menutup pernyataannya, Fahmi menegaskan komitmen Resimen Mahasiswa Mahadana NTT dan IARMI NTT untuk terus berperan aktif menjaga persatuan, toleransi, dan stabilitas keamanan daerah, sebagai bagian dari komponen pendukung pertahanan negara. (RLS/BOY)






