Didampingi Para Wakil Rektor dan Dekan UKSW, Rektor Prof Intiyas Roadshow ke NTT

Pendidikan2913 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)—Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Prof Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., memimpin sebuah tim yang adalah petinggi-petinggi universitas terkemuka di tanah air ini untuk melakukan road show ke sejumlah lembaga di Kota Kupang, NTT. Kedatangan mereka ke Kota Kupang tak lain untuk membangun jejaring dalam pelayanan duni pendidikan. Apalagi, di UKSW, mereka memiliki banyak program unggulan.

Nampak hadir mendampingi Prof Tyas, demikian disapa, dua wakil rektor masing-masing Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Kewirausahaan, Prof Dr. Ir. Eko Sediyono, M.Kom, dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Kealumnian, Yafet Yosafet Wilben Rissy, S.H., M.Si., LLM., Ph.D (AFHEA). Tak hanya itu, ikut dalam rombongan, para dekan yakni Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dr. Helti Lygia Mampouw, S.Pd., M.Si, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Yefta Andi Kus Noegroho, S.E., M.Si., Ak, dan wakil dekan Dr. Agus Sugiarto, S.Pd., M.M, juga Dekan Fakultas Sains dan Matematika, Dr. Wahyu Hari Kristiyanto, S.Pd., M.Pd serta sejumlah staf.

Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Prof Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak. (Foto: Laman website UKSW)

Kepada Mediatorkupang.com, dalam sebuah diskusi di Aston Hotel Kupang, Jumat (26/5) pagi, disampaikan oleh Prof Tyas bahwa kedatangan mereka ke Kupang, tak lain untuk bertemu dengan relasi yang sudah saling berkontribusi selama ini. Sejak Kamis (25/5) siang, rombongaan ini tiba dan beraudiens dengan Gubernur NTT di ruang kerjanya di Gedung Sasando, kawasan El Tari-Oebobo. Keesokan harinya, ada pertemuan dengan Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Prof. Max Sanam di kampus Undana-Penfui, dan dilanjutkan pertemuan dengan Rektor Universitas Katholik Widya Mandira Kupang, Pater Dr Philipus Tule, SVD. Tak hanya itu, Prof Intiyas bersama rombongan pun melakukan perkunjungan ke kantor Sinode GMIT, dan disana mereka bertemu Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt Dr. Merry Kolimon, serta mengunjungi La Moringa, tempat produksi dan jual beli serta resto yang seluruh produknya berbahan dasar kelor asli NTT.

Baca Juga  Mengajar SDGs, Mengenalkan Indonesia: Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW di Slovakia

“Dalam kunjungan ini, kita melihat potensi apa yang bisa digarap, apalagi NTT kaya akan potensi pertanian. Ada pak wakil rektor yang membidangi riset,”tegas Prof Tyas sembari menambahkan, UKSW mendedikasikan dirinya menjadi kampus Indonesia mini, yang menjadi miniaturnya bangsa ini. Pasalnya, dari seluruh civitas akademika di kampus itu, 50 persennya berasal dari luar Jawa. Dan dari sana, mereka menebar spirit kebersamaan dalam membangun bangsa.

Untuk diketahui, sudah tiga tahun terakhir ini, Prof Intiyas yang sebelum dilantik menjadi Rektor UKSW, diajak masuk dalam tim khusus Gubernur NTT, yang mengawal seluruh proses administrasi pertanggungjawaban keuangan sehingga NTT terus meraih Opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Guru besar bidang akuntansi ini pun, sudah memberi banyak kontribusi demi kemajuan NTT, tatkala dipercaya mendampingi Dinas Parekraf dalam menyusun grand desain pariwisata dan mendampingi komite Ekraf Provinsi NTT. Selain itu, Prof Tiyas juga dilibatkan di Inspektorat NTT untuk merancang sistem audit berbasis risiko dan sistem whitleblowing serta digitalisasi koperasi di Dinas Koperasi dan Nakertans NTT. Bahkan pada tahun 2022, dipercaya sebagai ketua Tim Juri festival Desa Binaan Bank NTT, yang materi penilaiannya merupakan kombinasi program Kementerian Desa PDTT dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan