Kemen ESDM Latih Dosen Undana Persiapan Pembukaan Prodi Teknik Geologi

Pendidikan31 Dilihat

Jakarta (MEDIATOR)- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) melalui Direktorat Panas Bumi dan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) memberikan pelatihan intensif bagi 20 Dosen Fakultas Sains dan Teknik (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana). Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Manhattan, Jakarta, dari 1 hingga 6 Desember 2025, sebagai langkah awal menjadikan Undana sebagai Pusat Unggulan (Center of Excellence) Panas Bumi di Indonesia Timur.

Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun SDM unggul untuk mendukung pengelolaan energi terbarukan di Indonesia. Secara spesifik, program ini ditujukan untuk memperkuat fondasi akademik Undana dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas dosen, serta persiapan pembukaan Program Studi Teknik Geologi dengan konsentrasi Panas Bumi.

Kepala PPSDM KEBTKE, Susetyo Edi Prabowo, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan investasi jangka panjang. Ia menyoroti potensi besar panas bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Pulau Flores, yang mencapai 741,5 Megawatt (MW) berdasarkan enam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas (PLTP) yang direncanakan beroperasi di wilayah tersebut.

Baca Juga  Kadis DKP Prov NTT Bangun Kolaborasi Pentahelix bersama Universitas dan Dunia Industri

Menurut Susetyo, besarnya potensi ini secara langsung menciptakan kebutuhan tenaga ahli yang signifikan di bidang geosains, manajemen, dan ekonomi energi. Kajian Kemen ESDM menunjukkan bahwa kebutuhan akumulatif tenaga kerja sektor ESDM akan mencapai lebih dari 86 ribu hingga tahun 2060.

“Ini peluang besar bagi generasi muda di NTT untuk ambil bagian dalam transformasi energi Indonesia. Melalui program training for lecturer ini, kami tidak sekadar melakukan transfer pengetahuan, tetapi membangun fondasi akademik kokoh bagi Undana—dari penyusunan modul pembelajaran, penguatan mata kuliah, sampai penguatan kelembagaan sains dan panas bumi,” ujarnya.

Susetyo Edi Prabowo menegaskan, program ini secara penuh mendukung rencana Undana untuk membentuk Program Studi Geologi konsentrasi Panas Bumi. “Kami ingin Undana menjadi pusat unggulan pengembangan SDM panas bumi di Indonesia Timur. Pelatihan ini adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan tenaga pengajar unggul, kurikulum yang kuat, dan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan.”

Baca Juga  Rektor Undana Terkait Edaran Walikota: Masuk Akal demi Menjamin Hak Setiap Warga

Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U.E. Sanam, M.Sc, menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada Kemen ESDM. Ia menegaskan bahwa program ini bertepatan dengan rencana Undana membuka Program Studi Geologi dengan fokus eksplorasi dan manajemen panas bumi.

“Ini sangat positif bagi rencana pengembangan Undana ke depan. Kami senang karena tidak hanya ada pengayaan pengetahuan dan keterampilan, tapi juga luaran berupa rekomendasi peninjauan kurikulum yang dibawa oleh para peserta. Ini titik awal, dan pendampingan dari Direktorat Panas Bumi akan terus berlanjut sampai Prodi Geologi konsentrasi Panas Bumi resmi dibuka,” tutur Prof. Maxs.

Prof. Dr. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D, Dekan FST Undana, menambahkan bahwa kerja sama ini sangat vital karena panas bumi merupakan salah satu potensi utama NTT yang baru termanfaatkan sekitar 106 MW dari total potensi 741,5 MW. Pemanfaatan optimal potensi ini akan menarik investasi dan membuka banyak peluang ekonomi, sehingga SDM NTT harus dipersiapkan.

Baca Juga  Mendiktisaintek Sentil Kemandirian BLU Undana dan Hilirisasi Riset, Prof Jefri Bale: Fokus Potensi Daerah

Dekan FST juga menginformasikan bahwa proposal pembukaan Program Studi Teknik Geologi telah diajukan ke Kemendiktisaintek. Ia berharap program studi ini sudah dapat dibuka pada tahun depan.

“Kita harus mempersiapkan generasi muda NTT menjadi agent of change di sektor panas bumi,”sambung Prof. Philiphi, seraya berharap dosen-dosen yang mengikuti pelatihan dapat melanjutkan studi ke jenjang S-3 Teknik Geologi atau Panas Bumi.

Melalui pelatihan ini, Undana berkomitmen penuh untuk memperkuat kapasitas dosen, membangun kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, dan mencetak lulusan yang siap menjadi tenaga ahli panas bumi yang dibutuhkan Indonesia. Hal ini merupakan langkah nyata Undana untuk menjadi Center of Excellence panas bumi di wilayah timur, memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (ref/undana/boy)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan