Menu

Mode Gelap
Peneliti: Prabowo Telah Buktikan Kinerja dan Kesetiaan Pada Presiden Harusnya Di Bali, Ternyata B20 Chairwoman Beber Peran Besar Bobby Lianto Perjuangkan Labuan Bajo Pimpinan KPK Sangat Sedih, Harus Tangkap Hakim Agung PLN Miliki Holding Subholding, Strategi Jitu Sambut Masa Depan Kerja Keras KADIN NTT Terbukti, Walikota Darwin Setuju Kerjasama dengan Kota Kupang

Kesehatan · 2 Apr 2022 03:41 WITA ·

Buat Para Ibu dan Remaja Putri, Sebaiknya Kenali Jenis Kulit Baru Membeli Krim


 JAGA KESEHATAN KULIT. Dr. Herawaty Lianto, saat memberikan materi tentang kesehatan kulit pada seminar yang dilaksanakan di Kampus Univesritas Citra Bangsa (UCB), Jumat (1/4/2022).  Foto: Stenly Boymau/Mediatorstar.com Perbesar

JAGA KESEHATAN KULIT. Dr. Herawaty Lianto, saat memberikan materi tentang kesehatan kulit pada seminar yang dilaksanakan di Kampus Univesritas Citra Bangsa (UCB), Jumat (1/4/2022). Foto: Stenly Boymau/Mediatorstar.com

MEDIATORSTAR.COM, Kupang

Ini informasi penting kepada para ibu dan remaja putri dimana saja agar lebih baik mengenali jenis kulitnya terlebih dahulu baru memberi krim. Hal ini dirasa penting, karena hanya dengan pemahaman yang baiklah, krim yang cocok akan memberi solusi pada masalah kulit.

Demikian dr. Herawaty Lianto, saat membawakan materinya tentang pesona kulit sehat di era society 5.0 dalam seminar mengenai isu kesehatan remaja yang diselenggarakan atas kerjasama Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang dengan ARRA Aesthetic Clinic dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) NTT. Lebih lanjut aesthetic consultant itu menegaskan bahwa jika saat ini para ibu dan remaja putri berburu krim pemutih kulit baik secara online maupun di pusat perbelanjaan yang terjangkau, sebenarnya itu tidak salah.

Baca Juga  Senin, Jumlah Positif Covid Naik Lima Kasus

“Membeli krim secara online, atau di pusat perbelanjaan itu tidak salah. Tidak semuanya jelek. Ada juga yang baik. Namun saya sarankan agar dikenali dulu jenis kulitnya, barulah membeli krim,”tegas istri dr. Andree Hartanto ini. Kulit ini tegasnya, berdasarkan anatominya dibagi atas tiga yakni epidermis, dermis, dan hypodermis.  Ini yang harus dikenali, karena tidak sedikit yang rela mengorbankan kulitnya untuk sekedar mencoba-coba krim pemutih kulit yang belum jelas.

Dia mencontohkan, ada dalam keseharian kita akan bertemu dengan wajah yang tipis sekali, kelihatan pembuluh darahnya. Tentu bisa dibayangkan seperti apa ketipisan kulit itu. “Itu sangat tipis sekali, dan mereka melakukannya demi mendapatkan hasil cerah. Saya hanya mau sarankan, syukuri dan kagumi jenis kulit kita sebagai orang NTT, ini jenis kulit eksotis dan unik,”tegas CEO ARRA Aesthetic Clinic ini menambahkan, sekarang sudah jauh berbeda. Fenomena memutihkan kulit itu sebenarnya di era tahun 2015 dan sekarang, orang lebih senang dengan warna asli kulitnya.

Baca Juga  Akhir Pekan, Angka COVID di Kota Kupang Meningkat Drastis

“Tinggal dibuat glowing saja. Kita perempuan NTT memiliki kulit yang sangat bagus,”tegasnya beberapa kali menyarankan agar warna kulit yang ada, jangan sekali-kali dirubah. “Kagumi kulit Anda, itu harta terindah yang Tuhan beri,”ungkapnya sembari merinci, kulit ada beberapa jenis. Seperti kulit kering, memang terhindar dari jerawatt hanya dia mempercepat penuaan. Begitu pula kulit berminyak yang memudahkan tumbuhnya jerawat, inipun perlakuannya berbeda.

Sementara untuk jenis dry skin, dia menyarankan untuk mencari pelembab. Dengan treatment pun dibolehkan asalkan tidak menghabiskan minyak pada kulit sehingga kelihatan sangat kering.

Dia pun menyarankan agar berhati-hati dalam memilih skin care serta memakai cleanser, facial wash, face toner, krim mata, serum, pelembab, krim pagi/malam, sunscreen serta menghindari beberapa bahan berbahaya. Seperti yang memiliki kandungan Mercuri, paraben dalam kadar tertentu, formaldehyde, sodium lauryl sulphate, petrolatum, pewarna sintetis, hydroquinone, triclosan.

Baca Juga  Syukur, Pasien Covid yang Sembuh 20 Orang

“Tidak semua masalah hanya bisa diatasi dengan  krim maka dilakukanlah treatment. Dan ini hanya bisa dilakukan oleh dokter. Disini sdh sudah banyak dokter, tapi ada yang buatnya di salon. Mestinya di klinik sehingga ada penanggungjawabnya dokter agar treatment dilakukan sesuai jenis kulitnya,”pungkasnya. (MSC01)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

IARMI NTT Sukses Gandeng Lintas Organisasi Persembahkan 109 Kantong Darah

12 Agustus 2022 - 08:32 WITA

Dari Waingapu, Gubernur VBL Kerahkan Kekuatan Turunkan Stunting, Persentase Terus Menurun

4 Juli 2022 - 12:18 WITA

Upaya Bank NTT Kolaborasi dengan Pemda Tangani Stunting Diapresiasi Gubernur

22 Juni 2022 - 19:01 WITA

Jelang HUT Polri, 31 Anak Dilayani Operasi Gratis Bibir Sumbing

12 Juni 2022 - 17:45 WITA

Wagub NTT Hadiri Pertemuan Tingkat Tinggi PMI dan Palang Merah Timor Leste di Mota’ain

27 April 2022 - 15:00 WITA

Lebih dari 1 Juta Perempuan Menikah di Usia Dini, Tiap 8 Menit Ada yang Meninggal Karena Kanker Servix

1 April 2022 - 12:20 WITA

Trending di Kesehatan