Menu

Mode Gelap
Politeknik Negeri Kupang Gelar PPM, Warga Oesapa Barat Dilatih Teknik Pengemasan Produk UMKM Ada Anggur Berkelas, Aneka Produk dan Mahakarya Perempuan Timor di Napan, Desa Binan Bank NTT yang Jadi Etalase RI Gerindra Beri Catatan Kritis ke Polda, Syahbandar dan Basarnas Terkait Tragedi Cantika Express 77 Riwayat Brigjen Iman, Putra Jenderal Edi Sudrajat yang Meninggal karena Serangan Jantung di Kupang Produksi Aneka Rempah Melimpah di Molakoli, Desa Binaan Bank NTT, Mereka Butuh Offtaker

Kesehatan · 22 Okt 2022 13:15 WITA ·

Menkes: Gangguan Ginjal Akut di Indonesia Sudah Bisa Disembuhkan


 Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) didampingi Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Lucia Rizka Andalusia (kiri) memberikan keterangan pers di Kantor Kementrian Kesehatan, Jakarta, Jumat (21/10/2022). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nz Perbesar

Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) didampingi Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Lucia Rizka Andalusia (kiri) memberikan keterangan pers di Kantor Kementrian Kesehatan, Jakarta, Jumat (21/10/2022). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nz

Jakarta (MEDIATOR)-Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memastikan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal (Acute Kidney Injury/AKI) pada pasien di Indonesia sudah bisa disembuhkan setelah pemerintah memperoleh obat yang relevan pada penyebab penyakit.

“Begitu kami tahu penyebabnya apa, toxicnya apa, kami mencari obatnya untuk para balita yang masuk rumah sakit. Sudah ketemu obatnya, namanya Fomepizole (injeksi),” kata Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers AKI yang diikuti dalam jaringan di Jakarta, Jumat, demikian dilansir ANTARA.

Menurut Budi, obat tersebut hingga sekarang belum tersedia di Indonesia, sehingga masih didatangkan dari produsennya di negara Singapura.

Obat tersebut kemudian dicoba kepada 10 pasien AKI yang sedang dirawat di RSCM. Reaksi Fomepizole memicu perbaikan gejala pasien, dan sebagian lainnya stabil, kata Budi menambahkan.

Baca Juga  Jelang HUT Polri, 31 Anak Dilayani Operasi Gratis Bibir Sumbing

“Jadi kami merasa lebih yakin bahwa obat ini efektif. Sekarang Pemerintah Indonesia mendatangkan lebih banyak lagi untuk pasien yang ada sekarang, karena kita sudah tahu penyebabnya apa, itu bisa diobati,” katanya.

Budi berharap kehadiran obat Fomepizole yang sudah diuji coba hingga tiga hari terakhir di RSCM bisa menekan laju kematian pasien AKI yang kini mencapai 133 jiwa dari total pasien yang dirawat sebanyak ​​241 orang di 22 provinsi.

“Jadi selain dicegah sumber penyakitnya, kami juga lakukan terapi dari sisi obat-obatan,” katanya menambahkan AKI yang semula berstatus sebagai penyakit misterius, telah berhasil diungkap penyebabnya oleh pemerintah berdasarkan hasil penyelidikan terhadap patogen yang menjadi cemaran obat sirop bernama Etilen glikol, Dietilen Glikol (DEG) dan etilen glikol butil ether (EGBE).

Baca Juga  Tambah Lima Kasus COVID, Lima Orang Sembuh

Berdasarkan hasil penelitian patogen pada pemeriksaan PCR dan metagenomik, kata Budi, diketahui AKI dipicu oleh senyawa kimia tersebut.

“Jika senyawa kimia itu masuk dalam metabolisme manusia, itu mengubah senyawa kimia tadi jadi asam oksalat. Ini berbahaya, kalau asam oksalat masuk ginjal, bisa jadi kalsium oksalat seperti kristal kecil yang tajam merusak ginjal anak,” katanya. (ANT/BOY)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

GMDM Hadir Proteksi Generasi Muda NTT dari Bahaya Narkoba

10 Oktober 2022 - 16:02 WITA

IARMI NTT Sukses Gandeng Lintas Organisasi Persembahkan 109 Kantong Darah

12 Agustus 2022 - 08:32 WITA

Dari Waingapu, Gubernur VBL Kerahkan Kekuatan Turunkan Stunting, Persentase Terus Menurun

4 Juli 2022 - 12:18 WITA

Upaya Bank NTT Kolaborasi dengan Pemda Tangani Stunting Diapresiasi Gubernur

22 Juni 2022 - 19:01 WITA

Jelang HUT Polri, 31 Anak Dilayani Operasi Gratis Bibir Sumbing

12 Juni 2022 - 17:45 WITA

Wagub NTT Hadiri Pertemuan Tingkat Tinggi PMI dan Palang Merah Timor Leste di Mota’ain

27 April 2022 - 15:00 WITA

Trending di Kesehatan