Perempuan NTT yang Alami Kista Ovarium Jangan Takut, Kini Dapat Ditangani Tanpa Operasi

Kesehatan727 Dilihat

KUPANG — Bagi perempuan di Nusa Tenggara Timur yang didiagnosis mengalami kista ovarium sebaiknya jangan takut. Kini tersedia pilihan penanganan minimal invasif tanpa operasi konvensional untuk jenis kista tertentu.

Metode tersebut adalah sclerotherapy kista ovarium, yang kini dilakukan di RSU Siloam Kupang bersama Dr. Andree Hartanto, Sp.OG, FEIICOG, FICS, dokter spesialis obstetri dan ginekologi dengan fokus pada bidang fertilitas dan kesehatan reproduksi.

Kehadiran metode ini memberikan alternatif baru bagi masyarakat NTT. Pasien yang didiagnosis mengalami kista ovarium tidak perlu langsung merasa takut dan tidak selalu harus keluar daerah untuk mendapatkan pilihan penanganan. Namun, yang paling penting adalah memastikan terlebih dahulu jenis kista dan apakah pasien merupakan kandidat yang sesuai untuk tindakan sclerotherapy.

Jangan Takut

“Bagi masyarakat NTT, kalau didiagnosis memiliki kista ovarium, jangan langsung takut. Saat ini sudah ada pilihan penanganan minimal invasif di Kupang. Tetapi tentu tidak semua kista bisa dilakukan sclerotherapy. Kita harus melihat jenis dan karakteristik kistanya terlebih dahulu,” ujar Dr. Andree Hartanto dalam release kepada media ini.

Sclerotherapy terutama dapat dipertimbangkan pada endometrioma atau kista cokelat, dan pada kondisi tertentu seperti kista dengan perdarahan, setelah dilakukan pemeriksaan dan evaluasi secara menyeluruh.

Dengan adanya pilihan tersebut, pasien tidak selalu harus langsung menjalani operasi atau pergi ke luar daerah untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan.

Penanganan Tanpa Sayatan pada Perut

Sclerotherapy merupakan prosedur minimal invasif yang dilakukan dengan bantuan ultrasonografi.

Baca Juga  UKSW Panen Dua Doktor Sosiologi Agama, Satunya Asal NTT, Satunya Lagi 26 Tahun Asal Manado

Pada tindakan ini, dokter memasukkan jarum ke dalam kista dengan panduan ultrasonografi untuk mengeluarkan isi kista. Selanjutnya, diberikan bahan sklerosan sesuai protokol tindakan untuk membantu menangani rongga kista.

Berbeda dengan operasi yang membutuhkan sayatan, sclerotherapy dilakukan melalui akses jarum sehingga tidak memerlukan sayatan pada perut.

“Prinsipnya adalah kita berusaha menangani kista dengan tindakan yang minimal invasif, sehingga pada pasien yang tepat kita dapat menghindari tindakan operasi. Tetapi keputusan tetap harus berdasarkan diagnosis dan indikasi medis,” jelas Dr. Andree.

Bukan Semua Kista Bisa Dilakukan Sclerotherapy

Dr. Andree menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami batasan tindakan ini.

“Tidak semua kista ovarium bisa dilakukan sclerotherapy. Kita harus mengetahui jenis kistanya, bagaimana karakteristiknya, apakah jinak, dan bagaimana kondisi pasien secara keseluruhan,” katanya.

Pemeriksaan ultrasonografi menjadi salah satu bagian penting dalam menentukan karakteristik kista. Selain itu, dokter juga perlu mempertimbangkan usia pasien, gejala, riwayat penyakit, kondisi kedua ovarium, cadangan ovarium serta rencana kehamilan.

Jika ditemukan kecurigaan terhadap keganasan atau kondisi yang tidak sesuai untuk sclerotherapy, maka pasien akan diarahkan untuk mendapatkan penanganan sesuai indikasi, termasuk bila diperlukan tindakan operasi.

“Jadi bukan berarti semua kista cukup disedot kemudian selesai. Harus tepat pasien, tepat indikasi dan tepat tindakan,” tegasnya.

Yang Dijaga Bukan Hanya Kistanya, Tetapi Juga Kesuburan

Bagi perempuan usia reproduksi, penanganan kista ovarium memiliki pertimbangan khusus. Salah satunya adalah bagaimana mempertahankan jaringan ovarium yang sehat dan ovarian reserve atau cadangan sel telur pada ovarium.

Baca Juga  KADIN NTT Dukung Friendship City Kota Kupang-Darwin

Hal ini menjadi sangat penting bagi perempuan yang masih ingin memiliki anak.

“Kalau pasien masih ingin hamil, kita tidak hanya berpikir bagaimana menghilangkan kistanya. Kita juga harus mempertimbangkan bagaimana mempertahankan jaringan ovarium yang sehat dan menjaga cadangan sel telur,” ujar Dr. Andree.

Sejumlah penelitian mengenai sclerotherapy pada endometrioma menunjukkan bahwa metode ini berpotensi memberikan dampak yang lebih kecil terhadap ovarian reserve dibandingkan kistektomi pada pasien tertentu.

Pedoman endometriosis internasional juga menekankan pentingnya mempertimbangkan dampak tindakan terhadap ovarian reserve ketika menangani endometrioma, terutama pada pasien yang menjalani program reproduksi berbantu.

Apa Keunggulan Sclerotherapy?

Pada pasien yang sesuai, sclerotherapy memiliki sejumlah keunggulan potensial, di antaranya:

  • Minimal invasif

Tindakan dilakukan menggunakan jarum dengan panduan ultrasonografi.

  • Tanpa sayatan pada perut

Tidak seperti operasi, prosedur dilakukan melalui akses jarum.

  • Mempertimbangkan jaringan ovarium sehat

Hal ini menjadi perhatian penting terutama pada pasien usia reproduksi.

  • Mempertimbangkan ovarian reserve atau cadangan sel telur

Menjadi pertimbangan khusus bagi pasien yang masih merencanakan kehamilan.

  • Pemulihan relatif lebih ringan

Karena tidak melalui pembedahan pada perut, pasien yang sesuai dapat memiliki proses pemulihan yang lebih ringan dibandingkan tindakan operasi.

  • Dapat menjadi alternatif pada pasien tertentu dengan endometrioma

Terutama ketika dokter mempertimbangkan fungsi ovarium dan rencana reproduksi pasien.

Tidak Berarti Semua Pasien Terhindar dari Operasi

Dr. Andree kembali mengingatkan bahwa sclerotherapy bukan berarti operasi tidak lagi diperlukan.

“Ada kista yang cukup dipantau, ada yang membutuhkan terapi tertentu, ada yang membutuhkan operasi, dan ada yang dapat dipertimbangkan untuk sclerotherapy. Jadi setiap pasien harus dinilai secara individual,” jelasnya.

Baca Juga  Hadir di Forum Komunikasi Proyek Panas Bumi Flores dan Lembata, PLN UIP Nusra Perkuat Dialog dengan Pemangku Kepentingan

Karena itu, pasien yang mendapatkan diagnosis kista ovarium sebaiknya tidak langsung mengambil keputusan sendiri, tetapi berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui jenis kista, risiko, pilihan terapi dan dampaknya terhadap kesuburan.

Tidak Perlu Langsung Keluar NTT

Dengan tersedianya layanan sclerotherapy di RSU Siloam Kupang, masyarakat NTT kini memiliki pilihan penanganan minimal invasif untuk kasus kista ovarium tertentu.

“Harapan kami, masyarakat NTT tidak perlu langsung berpikir bahwa ketika didiagnosis kista ovarium harus pergi ke luar daerah. Saat ini sudah ada pilihan penanganan di Kupang untuk pasien yang memang memenuhi indikasi. Tetapi tetap harus diperiksa terlebih dahulu karena tidak semua kista dapat dilakukan tindakan ini,” ujar Dr. Andree.

Kehadiran layanan ini diharapkan dapat membuat masyarakat semakin memahami bahwa diagnosis kista ovarium bukan berarti harus selalu berakhir dengan operasi. Dengan pemeriksaan yang tepat, pasien dapat mengetahui jenis kistanya dan menentukan pilihan terapi yang paling sesuai.

Prinsipnya sederhana: jangan takut, jangan panik, dan jangan langsung mengambil keputusan operasi. Periksakan terlebih dahulu jenis kistanya dan diskusikan pilihan penanganan terbaik dengan dokter.

Tentang Dr. Andree Hartanto

Dr. Andree Hartanto, Sp.OG, FEIICOG, FICS merupakan dokter spesialis obstetri dan ginekologi dengan fokus pada bidang fertilitas dan kesehatan reproduksi.

Dr. Andree berpraktik di:

  • ARRA Fertility Clinic
  • RSU Siloam Kupang
  • Morula IVF Surabaya

(RLS/MED/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan