Pemerintah Jerman Dukung PLN Kembangkan PLTP Ulumbu

Ekonomi1188 Dilihat

Ruteng (MEDIATOR) – Langkah PLN mengembangkan kapasitas pembangkit PLTP Ulumbu (2 x 20 MW) yang berada di kawasan geothermal Poco Leok kian menjadi kenyataan terlebih setelah mendapatkan dukungan serius dari pemerintah Jerman melalui bank pembangunan Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW).

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Chef Financial Officer KfW Group, Bernd Loewen dan rombongan saat melakukan kunjungan kerja ke PLTP Ulumbu eksisting kamis (2/02)

“Kunjungan kami kemari pada intinya, untuk melihat secara langsung PLTP Ulumbu (eksisting) terkait bagaimana pemanfaatannya dan dampak yang dihasilkan seperti apa, dan sejauh ini sangat bagus,”kata Bernd Loewen

Bern melanjutkan, saat ini pembangkit listrik di Ulumbu telah memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Selain itu, energi bersih yang dihasilkan PLTP Ulumbu sangat baik sehingga kedepan PLN harus melakukan pemanfaatan potensi energi panas bumi yang ada di sini lebih luas lagi, dan tentunya itu baik bagi  masyarakat sekitar dan Flores.

Baca Juga  Mulai Besok, Sekolah di Surabaya Wajib Putar Lagu Indonesia Raya Setiap 08.00

“PLTP Ulumbu perlu dikembangkan lagi, dan Pemerintah Jerman melalui KfW Group siap mendukung dan mendanai proyek lanjutan pengembangan kapasitas Ulumbu,”ungkapnya.

Pada prosesnya, Bernd mengatakan pihaknya memiliki standar yang tingi dalam melindungi lingkungan dan memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat sekitar, sehingga perlu adanya pemberian pemahaman mengenai keuntungan yang dapat di hadirkan dari program ini.

“kami percaya PLN memiki standar yang baik untuk perlindungan sosial dan lingkungan terhadap proyek yang kami danai dan langkah kedepan terkait adanya isue pengembangan yang muncul, perlu disampaikan melalui dialog” tutupnya.

Sementara itu, Vice President (VP) Energi Panas Bumi PLN, Hendra Yu Tonsa Tondang menjelaskan, dukungan ini menjadi penting, mengingat langkah serius PLN memanfaatkan energi baru terbarukan di kawasan Poco Leok sebagai langkah transisi energi di Indonesia merupakan perwujudan komitmen PLN untuk mencapai target net zero emission (NZE) tahun 2060 dan penurunan emsisi gas rumah kaca (GRK).

Baca Juga  Dirut PLN Pimpin Apel, Pastikan Kesiapan Keandalan Pasokan Listrik Menyambut "Nataru"

Ia menambahkan jika Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu (eksisting) telah memberikan daya listrik terpasang sebesar 4 x 2,5 MW (10 MW) yang berlokasi di Desa Wewo, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, memasok energi listrik melalui sistem kelistrikan Flores untuk memenuhi kebutuhan beban di Kabupaten Manggarai dan sebagiannya untuk Manggarai Timur dan Manggarai Barat.

“sebagai contoh, kelistrikan Manggarai sebelumnya disuplai dari PLTD Waso, dan setelah beroperasinya PLTP Ulumbu (eksisting) beban penggunaan bahan bakar solar mampu ditekan hingga 90%” ucap Hendra

Hendra menyatakan bahwa langkah perluasan kapasitas di PLTP Ulumbu ini sangat strategis dan sangatlah penting, malalui pemanfaatan energi bersih dan murah yang bersumber dari geothermal Poco Leok, dapat menekan subsidi energi yang harus disediakan pemerintah, dan pemanfaatan energi listriknya dapat  dinikmati oleh masyarakat tidak hanya Kabupaten Manggarai tetapi juga untuk kabupaten lainnya di Pulau Flores.

Baca Juga  Putra Pdt Mell Atock Juarai Lomba Pidato Bahasa Inggris Ramai Skali Bank NTT

Keseriusan PLN ini dikarenakan energi panas bumi ramah terhadap lingkungan, dan ini menjadi salah satu karakteristik energi panas bumi yang harus digarisbawahi, tidak hanya dalam aspek produksi tetapi juga aspek penggunaan, sehingga dampaknya sangat berperan positif.

“berdasarkan kajian yang yang telah kami lakukan, pengoperasian PLTP Ulumbu (eksisting) ramah lingkungan yang artinya pada saat proses perluasan kapasitas nanti kami melakukan identifikasi dengan tujuan untuk menyusun perencanaan bagaimana menghindari hal yang tidak diinginkan, termasuk potensi lingkungan” sambungnya. (HMS/PLN/KJR)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan