Dari Dalam Gereja, Melki Laka Lena Ungkap Komitmen Benahi Layanan Kesehatan di NTT

Kesehatan855 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)–Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Pelayanan Kesehatan, menggelar sosialisasi pelayanan kesehatan. Kegiatan ini berlangsung Senin (12/12) pukul 16.00 Wita  di Gedung GMIT Imanuel Petuk, Haukoto, Kecamatan Alak. Hadir mewakili Kemenkes RI Husein Pasaribu, mewakili Dinkes Kota Kupang Ngurah Suarnawa dan Pdt . Elen Bailaen, SSi.Teol.

Melki Laka Lena dalam sambutannya tak hanya berterimakasih atas kehadiran jemaat, melainkan dia menegaskan bahwa perjalanan dia sejauh ini di NTT, dia melihat banyak hal yang harus dibenahi dalam pelayanan kesehatan serta pihaknya berupaya untuk semua bisa dijangkau, sehingga setiap program yang dijalankan dapat terlaksana.

“Kita juga bersyukur karena sebentar lagi RSUP Manulai segera diresmikan oleh pemerintah. Secara kesiapan nampaknya tinggal menunggu Menkes dan Gubernur menyepakati waktu untuk segera kita operasikan,”tegas Melki.

Baca Juga  Nyawa Terancam, PH Randy Badjideh Laporkan Dua Akun ke Polda NTT

Diakui bahwa demi kesuksesan prpgram dalam bidang kesehatan, dibutuhkan sinergitas dan kolaborasi seluruh stakeholder. Sehingga sejauh ini dia sudah mendorong serta memfasilitasi pembangunan 50-an Puskesmas dengan fasilitas pendukung memadai.

Sementara itu, ad ajuga RS Pratama yang sudah mulai berjalan baik itu di TTS, TTU, Manggarai. Hanya satu yang gagal yakni di Pulau Ende dikarenakan Pemda gagal tender dan dananya dipulangkan ke pusat.

“Oleh karena itu besok RSUP Manulai yang rencana akan dinamai RSUP dr. Ben Mboy (sedang menunggu persetujuan) akan menjadi salah satu kebanggaan kita serta kita mendapat pelayanan kesehatan yang bagus, berstandar nasional bahkan internasional. Ini juga sebenarnya baik karena adanya ketersediaan lapangan pekerjaan bagi anak-anak kita di Kota Kupang dan NTT terkhususnya yang profesional di bidangnya,”ujar Melki lagi.

Baca Juga  Sosialisasi Protokol Kesehatan di Jalan Umum dalam Kota

Diakui, semua fasilitas alat kesehatan terus didorong untuk dapat menangani 4 tipe penyakit katastropik diantara Cancer, ginjal, jantung dan stroke yang semuanya harus bisa ditangani di RS. W.Z Yohanes Kupang.

“Dan alat itu saya dorong terus tinggal kita mau serap atau tidak, serta tenaga siap kita dorong. Juga RS di tingkat kabupaten kita punya jatah 11 RS Tingkat II, dan punya hak juga untuk jadi rumah sakit rujukan untuk keempat jenis penyakit diatas itu,”tambahnya lagi.

Ada satu hal yang menjadi pergumulan menurutnya, NTT adalah daerah dengan angka Stunting yang tinggi. Karena itu dia mendorong serta berjuang ke Kemenkes untuk NTT diberi lagi rumah sakit dan Puskesmas agar pelayanan kesehatan semakin dekat, terjangkau dan maksimal .

Baca Juga  CSR Ratusan Juta untuk Dukung RSUD Reda Bolo Naik Status, Bupati SBD: Terimakasih Bank NTT

“Di tahun depan yang sudah pasti itu ada Kabupaten Malaka , dan rencana juga Amfoang yang tidak masuk DAK tapi melalui Banper akan saya komunikasikan serta di Rote yang rencana akan dibangun di Ndao,”tambahnya.

Sementara itu, Husen Pasaribu selaku Tim Kerja Pengujian Direktorat Fasilitas Layanan kesehatan Kemenkes RI, kepada masyarakat yang hadir mengungkapkan bahwa ujung tombak dari pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah Puskesmas melalui program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat).

Sehingga Kemenkes mendukung daerah dengan mengintervensi anggaran untuk pembangunan rumah sakit dan Puskesmas agar penyakit atau masalah kesehatan tidak memiskinkan kita akan tetapi penyakit itu mengoreksi apa yang kita buat. (GEB/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan