VBL, Panglima yang Tak Peduli Pencitraan, Siap Dikritik di Depan Publik

Lainnya1112 Dilihat

5 September 2022 lalu, pasangan Viktor Bungtilu Laiskodat-Jopsep Nae Soi genap empat tahun memimpin Provinsi NTT. Waktu mereka memimpin tinggal 11 bulan lagi. Tinggal menghitung hari, Victory-Joss segera tiba di penghujung bhakti.

Harus diakui, bayak capaian spektakuler yang sudah dilakukan mereka. Sebut saja infrastruktur yang digenjot, panjang jalan yang melebihi prestasi Daendels. 1.100 Km lebih jalan sudah mereka perbaiki. Seluruhnya dihotmix. Belum lagi infrastruktur lain seperti jembatan dan fasilitas penunjang lainnya.

Kinerja di bidang pertanian pun lumayan. Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) pola kemitraan pun menjadi idola. Ribuan hektar lahan milik warga dipakai untuk menanam jagung dengan pembiayaan oleh bank, kemudian langsung dijemput off taker menuju Surabaya.

Namun dalam sebuah kepemimpinan, yentu ada ruang bagi mereka yang tidak puas untuk selalu mempersoalkan capaian-capaian pemerintah selama melayani. Bahkan kritikan itu kian pedas, mempersoalkan argumentasi-argumentasi saat kampanye dulu.

Bukan seorang Panglima, demikian sapaan pendiri Partai Nasdem itu, jika dia tidak sportif. Akhir Agustus, tim dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) NTT dipimpin ketuanya, Benny Jahang, bertemu Gubernur Viktor di ruang kerjanya, lantai dua Gedung Sasando.

Disana sudah ada sejumlah staf khusus gubernur, ada Anwar Pua Geno, Dr. Tony Djogo, serta beberapa staf. Tanpa basa basi, Benny Jahang langsung menyampaikan tujuan kedatangan kami. Lalu disambut oleh VBL. Dia mengiyakan, dan bahkan menyebut sejumlah nama yang selama ini selalu tampil di panggung media, dan mengevaluasi kinerja pemerintah. Rupanya VBL ingin sekali mendengar langsung argumentasi mereka, agar bisa menjawabnya saat itu juga.

Baca Juga  Jenazah Danrem Dibawa ke Jakarta Menggunakan Pesawat Embraer Legacy 600

Nama Benny K. Harman, Ansy Lema, dan beberapa lainnya disebut panitia SMSI NTT. “Saya ingin sekali hadir di cara kalian itu. Bagus. Bahkan bila perlu saya akan hadir tiga jam,”tegas VBL spontan. Dia keberatan dengan sejumlah nama yang justru memberikan narasi teresan ‘membela’ pemerintah. “Jangan, saya nggak mau itu (narasumber). Yang kritis, biar saya juga tau apa kelemahan dan kekurangan saya. Ini jangan jadi pangung untuk puji-puji pemerintah dong. Mending nggak usah saja,”tegas Viktor setengah senyum. Benny Jahang mengangguk, menatap ke arah rekan-rekannya yang berjejer dengannya. Ada Joey Rihi Ga, Tri Andios Manu.

Ajang Bergengsi

Kamis (8/9/2022) pagi, SMSI NTT benar-benar meggelar Diskusi Publik dan Coffee Morning  bertajuk “Refleksi Kritis 4 Tahun Kepemimpinan Victory-Joss, bertempat di aula utama El Tari Kupang.”

Ternyata ini sebuah ajang bergengsi, dimana Gubernur Viktor pagi itu hadir. Di atas podium sudah ada Pater Dr. Philipus Tule, Rektor Unwira Kupang, praktisi pertanian UKAW Ir. Zet Malelak, M.Si, pengamat Hukum Tata Negara Undana, Dr. John Tuba Helan dan Dr Ince Sayuna. Moderatornya dosen FISIP Unwira, Mikhael Rajamuda Bataona. Sayang, narasumber lainnya, anggota Komisi III DPR RI, Dr. Benny K Harman batal hadir.

Gubernur NTT, Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, SH.,M.Si menjadi pembicara pertama dalam diskusi ini, Viktor Laiskodat memberikan apresiasi kepada SMSI NTT sebagai penyelenggara diskusi. Menurutnya ini adalah sebuah langkah maju para jurnalis NTT.

Baca Juga  BPJS Kesehatan Angkat Bicara, Kenapa Jadi Syarat Banyak Urusan

“Ini sesuatu keniscayaan dalam pembangunan masa kini. Oleh karena itu, kita perlu memberikan apresiasi. Saya bilang kepada teman-teman SMSI, namanya pemerintah pasti mempunyai kekurangan. Hari ini saya mau mendengar yang kurang-kurang itu. Kalau kelebihannya saya tidak tertarik. Yang saya mau dengar yang kurang itu,” sebut Gubernur Laiskodat.

Ketua panitia, Lorens Leba Tukan saat memberikan laporan kepada peserta diskusi publik.
Foto: Dok. SMSI NTT

Ratusan tamu undangan diantaranya beberapa guru besar asal Undana dan dari luar NTT serta para pakar dan masyarakat umum, mencermati dengan baik penjelasannya. Bahkan mereka pun  kagum akan forum itu. VBL  mengatakan, kekurangan pemerintah mesti didiskusikan agar segera dicarikan langkah untuk membereskannya.  Karena itu, program-program yang telah dicanangkan pemerintah dapat dinilai dan dikritik, sehingga menjadi masukan bagi pemerintah untuk memperbaikinya.

Gubernur pun secara terang-terangan membeber sejumlah programnya yang belum maksimal dijalankan. Seperti  program belajar ke luar negeri untuk 2.000 terkendala kondisi COVID -19, Seroja, ASF dan kendala-kendala lain. “Karena itu, bukan excuse, tapi ini hal yang perlu didiskusikan lagi. Bahwa saya punya mimpi, dan memang itu harus dilakukan. Air bersih misalnya, memang harus kita pecahkan bersama karena masalah paling sulit adalah air. Air kita zat kapur yang begitu tinggi,”katanya.

Bungtilu pun menyebut program penanganan stunting karena stunting yang masih sangat tinggi di NTT. Oleh karena itu, melalui diskusi yang digagas SMSI ini, dia ingin mendapat masukan-masukan dan pikiran konstruktif untuk dapat ditindaklanjuti pemerintah. Dengan demikian, apa yang belum sempurna, dapat diperbaiki.

Baca Juga  Sedih, Ruben Onsu Dilarikan ke Rumah Sakit

“Bagi saya sempurna itu seperti masyarakat sejahtera semua, tidak ada yang sakit, bisa membiayai pendidikan, kebutuhan dasar terpenuhi, sehingga tidak ada yang sempurna. Saya mengajak mari kita diskusikan dengan baik,” ujarnya.

Di akhir pemaparannya, mantan anggota DPR RI ini mengajak semua komponen untuk bekerja keras, kerja bersama, dan kerja ikhlas untuk menuju kesempurnaan yang diharapkan. “Jadi lebih baik saya memberikan ruang kepada siapapun untuk memberikan kritik yang konstruktif bagi pemerintah NTT,” katanya.

Sebelumnya, di awal acara, Ketua SMSI NTT Benny Jahang salam sambutannya menegaskan, kegiatan ini semata program kerja organisasi yang memayungi ratusan media online di NTT ini. Menurutnya, jika selama ini jurnalis selalu berpikir mencari informasi maka konsep yang mereka usung kali ini adalah, menciptakan serta menghadirkan informasi yang lengkap kepada publik. Pihaknya berharap kemitraan ini terus berlanjut.

Lorens Leba Tukan saat itu melaporkan bahwa publik sangat antusiasi terhadap kegiatan ini sehingga panitia menghadirkan layanan online dan on site yang diikuti ratusan peserta. Rata-rata mereka ingin mengetahui kinerja kepemimpinan VBL-JNS selama empat tahun terakhir. Dan masih menurut Lorens, dialog ini adalah forum yang pas dan bergengsi bagi publik untuk menanyakan langsung ke Guberur Viktor, apa saja capaian-caaannya dan apa kendala.  (*/SI/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan