WAINGAPU – Sebagai komitmen dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT), Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi meluncurkan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berdampak Tahun 2026 di Kecamatan Pahunga Lodu, Sumba Timur, Senin (27/7/2026).
Melalui kegiatan ini, Undana mengucurkan anggaran riset dan pengabdian senilai Rp 1,2 miliar dan menerjunkan pakar lintas disiplin serta mahasiswa guna mengentaskan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama stunting dan kemiskinan.
Program pengabdian ini mengusung tema “Pengabdian Undana Berdampak untuk Kabupaten Sumba Timur: Mewujudkan World Class Locally Relevant University melalui Kolaborasi Menuju Pembangunan Berdampak dan Berkelanjutan.”
Kegiatan iniberfokus di tujuh desa pusat pengabdian, yaitu Desa Kaliuda, Mburu Kulu, Tana Manang, Tamma, Lambakara, Palanggai, dan Pamburu, terhitung sejak 27 hingga 30 Juli 2026.
Mewakili Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si menjelaskan bahwa seluruh program yang diturunkan tahun ini dirancang secara presisi berdasarkan kebutuhan rill di lapangan. Undana mengadopsi pendekatan kolaboratif agar intervensi keilmuan yang diberikan tepat sasaran sesuai kondisi masyarakat setempat.
Menurutnya, topik-topik pengabdian yang diangkat tahun ini adalah isu strategis yang disampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur melalui proses belanja masalah. Karena itu, penanganan problem masyarakat Sumba Timur mesti didukung secara komprehensif melalui pengalokasian anggaran kampus lebih dari Rp1,2 miliar.
“Dukungan pendanaan Rp 1,2 miliar ini menopang kerja lapangan puluhan tim akademisi serta pelaksanaan 18 judul penelitian dosen Undana yang seluruh lokasinya dipusatkan di Kabupaten Sumba Timur,” jelas Prof. Annytha.
Ketua Panitia PKM sekaligus Person in Charge (PIC), Dr. Andreas Umbu Roga, S.Pd., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian ini melibatkan tim gabungan akademisi dari berbagai disiplin ilmu. Formasi tim terdiri dari empat guru besar serta 47 tim dosen dan mahasiswa yang diterjunkan langsung ke tengah warga.
“Kami berharap seluruh program yang dilaksanakan mampu memperkuat kapasitas masyarakat, mengembangkan potensi lokal serta mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Sumba Timur,” ujar Dr. Andreas menegaskan komitmen pengabdian kampus.
Intervensi akademis ini disambut positif oleh Pemkab Sumba Timur mengingat tantangan pembangunan yang dihadapi daerah yang amat kompleks. Meski Pahunga Lodu memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, pangan, dan rumput laut, wilayah tersebut masih berhadapan dengan tingkat kemiskinan dan angka stunting yang mencapai sekitar 26 persen.
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, S.T., M.T., berharap analisis mendalam dari tim peneliti dan pengabdi Undana dapat melahirkan pemetaan masalah yang akurat di tingkat tapak. Hasil analisis tersebut diharapkan menjadi dasar ilmiah bagi pemkab dalam mengeksekusi program prioritas pembangunan.
Meski Pahunga Lodu memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, pangan, dan rumput laut, wilayah tersebut masih berhadapan dengan tingkat kemiskinan dan angka stunting yang mencapai sekitar 26 persen.
“Kami berharap hasil pengabdian ini dapat menjadi pedoman bagi pemerintah dalam menetapkan kebijakan dan program prioritas ke depan, terutama sebagai rujukan pembangunan di Kecamatan Pahunga Lodu,” pungkas Bupati Sumba Timur.
Dengan alokasi dana riset yang memadai dan keterlibatan para ahli dari berbagai bidang, Undana optimistis dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan di Sumba Timur,khususnya terkait stunting dan kemiskinan (Iyl/RLS/UNDANA/BOY)






