Tiga Mahasiswi FH Undana Bersiap Ikuti Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Nasional

Pendidikan432 Dilihat

KUPANG — Tiga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana (FH Undana), yakni Gracia Daniella Ratocoreh, Rambu Lika Atahumba, dan Laura Ester Kayadoe, resmi ditunjuk sebagai delegasi untuk mewakili perguruan tinggi tersebut dalam ajang Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI antar-Perguruan Tinggi se-Indonesia. Kompetisi skala nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) ini membuka masa pendaftaran pada 15 hingga 24 Juli 2026.

Ajang bergengsi ini mengusung tema besar “Penguatan Kelembagaan Bawaslu” sebagai respons akademis untuk mengevaluasi sekaligus mengoptimalkan peran Bawaslu pasca-Penyelenggaraan Pemilu 2024. Evaluasi tersebut difokuskan pada ranah pengawasan politik uang, penyelesaian sengketa administrasi, hingga penanganan sengketa hasil pemilu di seluruh wilayah Indonesia.

Peta Persaingan Region Timur dan Mekanisme Seleksi Tahap Awal

Ketiga delegasi FH Undana ini terpilih untuk bertanding dalam babak eliminasi Wilayah/Region Timur yang mencakup perguruan tinggi dari kawasan Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, hingga Maluku. Apabila berhasil lolos pada seleksi awal ini, delegasi Undana dijadwalkan melaju ke babak penyisihan regional secara luring (offline) di Jakarta sebelum melangkah ke tingkat final nasional.

Baca Juga  Didukung Undana, Target KONI NTT Tembus 10 Besar PON Tidak Mustahil

Mekanisme seleksi pada tahap awal mengharuskan setiap tim peserta menyusun serta mengirimkan materi lomba berupa:

Artikel Ilmiah: Naskah kajian akademis setebal 5 hingga 7 halaman yang mengulas topik mendalam mengenai pemisahan dan pengawasan fungsi kelembagaan.

Video Presentasi Mosi: Rekaman video berdurasi 5 menit yang menampilkan opening statement, pembahasan materi, hingga closing statement oleh ketiga anggota tim dengan standar kualifikasi teknis dan visual yang ketat.

Dosen Pembimbing Tim Debat FH Undana, Dr. Bill Nope, S.H., LL.M
Foto : Maressa Solle

Proses persiapan intensif saat ini difokuskan pada perampungan naskah artikel ilmiah. Setelah penulisan tuntas, tim dijadwalkan melakukan pengambilan gambar (take video) presentasi bersama tim kreatif media Humas Undana.

“Persiapan tim saat ini sedang dalam finalisasi artikel, setelah itu akan dilanjutkan dengan pengambilan video selama lima menit untuk dinilai. Pada tahap ini tim dari Fakultas Hukum Undana akan mengirimkan video dan naskah artikelnya, jika video dan artikelnya memenuhi kriteria, akan lolos ke tahap region,” ujar Dosen Pembimbing Tim FH Undana, Dr. Bill Nope, S.H., LL.M.

Baca Juga  Material Anorganik dari Rahim Flores Antar Yantus Neolaka Jadi Profesor Undana, Jurnal Bertahan di Peringkat 4 Dunia

Optimisme Tim dan Penguatan Rekam Jejak Prestasi

Kendati tenggat persiapan tergolong mendesak, optimisme tinggi ditunjukkan oleh para anggota tim. Kesiapan delegasi Undana didukung oleh kombinasi pengalaman dan rekam jejak prestasi para anggotanya:

Gracia Daniella Ratocoreh: Kembali dipercaya mewakili FH Undana setelah berpengalaman mengikuti seleksi debat Bawaslu yang sama pada tahun 2025.

Laura Ester Kayadoe: Mantan delegasi LDBI Nasional 2023 yang juga berpengalaman sebagai juri Puspresnas.

Rambu Lika Atahumba: Anggota tim yang aktif memenangi berbagai kompetisi debat di tingkat internal.

Guna menghadapi dinamika kompetisi di level regional maupun nasional, tim dosen pendamping bersama delegasi mahasiswa terus mematangkan penguasaan substansi hukum pemilu, pendalaman mosi pro-kontra, artikulasi gagasan, hingga pemetaan teori hukum.

Gracia Daniella Ratocoreh.
Foto : Maressa Solle

“Pengalaman dari debat tahun lalu bagi saya adalah sangat luar biasa. Saya mengikuti seleksi debat tingkat Fakultas Hukum tahun 2025 kemarin di mana kami lulus bersama beberapa kakak senior dan saya termasuk di dalamnya. Ini menjadi suatu kebanggaan bagi saya walaupun masih di semester awal, tetapi sudah bisa mengembangkan potensi di bidang debat nasional,” ungkap anggota tim delegasi, Gracia Daniella Ratocoreh.

Baca Juga  Era Baru Undana: Mandat Empat Pilar untuk Prof Jefri, Apresiasi kepada Prof Maxs

Keterlibatan delegasi FH Undana dalam Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI ini membawa dampak akademis dan kelembagaan yang sangat nyata bagi penguatan demokrasi serta reputasi pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur. Melalui keikutsertaan dalam ajang nasional yang menguji artikel ilmiah serta argumentasi hukum ini, keterbatasan ruang kontribusi tersebut resmi dijembatani.

Dampak jangka panjangnya, partisipasi aktif mahasiswa FH Undana ini melahirkan gagas-gagasan kritis yang relevan bagi formulasi pengawasan pemilu yang lebih tangguh. Kehadiran mereka di Region Timur hingga panggung nasional di Jakarta mematahkan stigma keterbatasan daerah, sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa Undana memiliki daya saing tinggi, penguasaan teori hukum yang solid, serta siap menjadi bagian dari generasi penegak hukum pemilu yang berintegritas di Indonesia. (IyL/rls/UNDANA/boy)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan