KUPANG — Universitas Nusa Cendana (Undana) secara resmi membuka Pendidikan Latihan Dasar (Latsar) Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahadana NTT Batalyon 961/Rajawali Hitam Angkatan XLI Tahun 2026. Upacara pembukaan pelatihan tersebut berlangsung di Aula Lantai III Rektorat Undana, Kupang, pada Senin (13/7/2026). Langkah ini diambil sebagai bagian dari fokus pembinaan karakter untuk membentuk kader-kader mahasiswa yang disiplin, berintegritas, tangguh, serta memiliki semangat bela negara.

Mewakili Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., Wakil Rektor II Prof. Dr. Paul Tamelan, M.Si., secara resmi membuka jalannya diklat tersebut. Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di kawasan timur Indonesia, Undana menegaskan tanggung jawab besarnya dalam melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul di bidang akademik, melainkan juga memiliki jiwa kebangsaan yang kokoh.
Padukan Keterampilan Taktis, Wawasan Kebangsaan, dan Manajemen Kelompok
Dalam arahannya, Prof. Paul Tamelan mengingatkan seluruh peserta untuk memaknai Latsar bukan sebatas sebagai kegiatan seremonial atau latihan fisik belaka. Menwa dinilai menjadi wadah strategis dalam membangun karakter kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, tanggung jawab, dan solidaritas kelompok. Melalui rangkaian program ini, para peserta akan diuji secara fisik maupun intelektual agar tumbuh menjadi pribadi yang adaptif dalam menghadapi dinamika zaman.
Latsar Menwa merupakan proses pendidikan yang memadukan keterampilan taktis, wawasan kebangsaan, kemampuan manajemen kelompok, serta pembentukan mental yang tangguh. Kehadiran saudara-saudara menunjukkan komitmen untuk mengembangkan kapasitas diri dalam bidang kepemimpinan,” ujar Prof. Paul Tamelan pada Senin (13/7/2026).
Manajemen Undana turut menyampaikan lima pesan utama kepada para peserta, yang meliputi penegakan disiplin dan etika, pemeliharaan kerja sama tim, penanaman rasa cinta tanah air melalui tindakan nyata, pengutamaan faktor keselamatan selama latihan, hingga pengembangan kapasitas intelektual. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh pembina, instruktur, dan Satuan Tugas yang telah mempersiapkan pelaksanaan diklat agar berjalan aman, tertib, serta memenuhi standar keselamatan.
Komitmen Pendanaan Nonakademik Kampus
Pimpinan universitas melihat bahwa di tengah tantangan global dan dinamika pembangunan saat ini, peran pemuda yang memiliki integritas dan kemampuan beradaptasi menjadi semakin strategis bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, Undana berkomitmen untuk terus mengucurkan dukungan penuh terhadap berbagai program pengembangan kapasitas kemahasiswaan.
Dukungan tersebut akan disalurkan secara berimbang, baik melalui jalur kegiatan akademik maupun nonakademik. Program-program penunjang ini akan diorientasikan secara konsisten pada penguatan rasa nasionalisme, karakter, dan aspek kepemimpinan, sehingga para kader Menwa siap diterjunkan untuk mengabdi kepada masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Mengikis Sikap Apatis Mahasiswa dan Membentuk Lapis Pertahanan Sipil Kampus
Pelaksanaan Latsar Menwa Mahadana Angkatan XLI di lingkungan Undana ini membawa dampak perubahan mentalitas yang sangat signifikan bagi lingkungan perguruan tinggi di Indonesia Timur. Di era modern, dinamika kehidupan kampus sering kali dihadapkan pada tren meningkatnya sikap apatis, individualisme, serta melemahnya kesadaran bela negara di kalangan mahasiswa baru. Tanpa adanya wadah pembinaan mental yang terstruktur, organisasi kemahasiswaan rawan terjebak dalam pusaran kegiatan seremonial yang tidak produktif, yang gagal membentuk ketangguhan psikologis mahasiswa saat menghadapi tekanan dunia kerja maupun problem sosial di daerah.
Sikap pasif dan rapuhnya mentalitas generasi muda ini berpotensi menghambat munculnya figur pemimpin baru yang tangguh di NTT. Melalui standardisasi kurikulum Latsar Batalyon 961/Rajawali Hitam ini, potensi kerentanan karakter tersebut dapat ditekan secara sistematis. Dampak jangka panjangnya, Undana kini memiliki lapis pertahanan sipil dan kader kepemimpinan yang terlatih secara taktis serta matang secara intelektual di tingkat universitas. Para lulusan Latsar ini tidak hanya dibekali kedisiplinan fisik untuk mengawal ketertiban internal kampus, tetapi juga memiliki keahlian manajemen kelompok dan ketahanan mental yang tinggi.
Pembentukan karakter yang kokoh ini memastikan para mahasiswa siap bertransformasi menjadi penggerak pembangunan di berbagai situasi krisis masyarakat, sekaligus mengukuhkan posisi Undana sebagai poros utama pencetak sdm profesional yang siap mengabdi demi kemajuan Provinsi NTT.
Yang membanggakan dari seremoni ini yakni kehadiran para senior seperti Danmenwa Mahadana NTT dan juga ketua DPP Ikatan Alumni Menwa Indonesia (IARMI) NTT, Fahmi Abdullahi, Sekretaris IARMI NTT, Stenly Boymau dan sejumlah pengurus, juga hadir para senior alumni Menwa yang kini mengabdi di TNI AL, seperti Kolonel Laut PM Agus Setiawan, S.H.,M.H (Sahli D/jemen kodaeral Vll) dan senior lainnya. Tak ketinggalan pengurus Skomenwa Mahadana serta para Komandan Satuan Menwa. (Alk/rls/Und/boy)






