Undana dan Bank NTT Resmi Teken PKS Pemanfaatan Layanan Perbankan, Perkuat SDM hingga Sektor UMKM

Pendidikan441 Dilihat

KUPANG–Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Bank NTT resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait pemanfaatan layanan perbankan terpadu pada Jumat (17/7/2026). Prosesi penandatanganan kesepakatan strategis yang bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Bank NTT tersebut berlangsung di Kantor Pusat Bank NTT, Kota Kupang. Sinergi ini menandai kembalinya pengelolaan transaksi keuangan Undana melalui Bank NTT guna memperkuat pengembangan sumber daya manusia, penyediaan beasiswa, hingga pemberdayaan masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk optimalisasi layanan perbankan daerah yang memiliki kapasitas dan kualitas dalam mendukung seluruh aktivitas keuangan di lingkungan kampus. Ruang lingkup kerja sama tersebut mencakup pengelolaan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa, penempatan dana universitas, hingga pemanfaatan berbagai produk perbankan lainnya.

Selain mencakup transaksi finansial, kerja sama ini diperluas pada sektor pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menjelaskan bahwa implementasi teknis PKS akan segera dijalankan oleh Bank NTT Kantor Cabang Oelamasi sebagai unit pelaksana layanan bagi Undana. Pihak perbankan berkomitmen menyediakan program magang bagi mahasiswa, beasiswa bagi mahasiswa berprestasi yang memiliki keterbatasan ekonomi, hingga peluang rekrutmen khusus bagi para lulusan terbaik Undana.

Baca Juga  Mendulang Prestasi di 11th Sapta Gita Choral Festival: UKSW Bawa Pulang 4 Gelar Juara

Apabila kebutuhan pemanfaatan layanan perbankan di lingkungan kampus terus meningkat, Bank NTT juga membuka peluang untuk menghadirkan kantor layanan fungsional langsung di area Kampus Undana demi mempermudah aksesibilitas bagi seluruh sivitas akademika.

“Pembayaran uang kuliah dan layanan keuangan lainnya akan disalurkan melalui Bank NTT. Kami berterima kasih karena Undana kembali memberikan kepercayaan kepada Bank NTT untuk melayani kebutuhan transaksi perbankannya. Kami ingin pembiayaan kepada UMKM tidak hanya berupa permodalan, tetapi juga disertai pendampingan dan pelatihan agar usaha mereka berkembang secara berkelanjutan,” ujar Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, pada Jumat (17/7/2026).

Di sisi lain, Undana dan Bank NTT menyepakati program pendampingan bersama bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), petani, peternak, serta nelayan yang menjadi nasabah Bank NTT. Langkah ini diambil untuk mendukung skema pembangunan daerah berbasis rantai nilai: tanam, panen, olah, kemas, dan jual.

Baca Juga  Pedas, Kadis P dan K NTT Minta Anggota Komisi X DPR RI Validasi Data Baru Bicara

Melalui sinergi ini, keahlian akademis, riset, teknologi, dan inovasi mahasiswa maupun dosen Undana disalurkan secara langsung ke sentra-sentra produksi. Pendampingan difokuskan pada tahap pengolahan dan pengemasan produk komoditas lokal agar memiliki nilai tambah serta daya saing pasar yang lebih tinggi sebelum dipasarkan.

“Layanan yang kami kerja samakan meliputi pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa, penempatan dana, serta berbagai layanan perbankan lainnya. Perguruan tinggi tidak boleh hanya menghasilkan ijazah, tetapi harus mampu menghadirkan solusi. Di sinilah ilmu pengetahuan harus bekerja. Teknologi, inovasi, riset, hingga kreativitas anak-anak muda kampus harus keluar dari ruang kuliah dan hadir di kebun, di tambak, di pesisir, hingga di sentra-sentra UMKM,” tegas Rektor Undana, Prof. Jefri Bale.

Penyatuan kembali pengelolaan keuangan Undana dengan ekosistem bisnis Bank NTT yang disertai pendampingan sektor riil ini membawa dampak ekonomi yang sangat vital bagi pembangunan daerah NTT. Selama ini, skema pembiayaan perbankan kepada UMKM, petani, dan nelayan tradisional kerap berjalan tanpa pendampingan teknis berbasis sains, sehingga modal usaha rawan tidak terserap optimal dan produk lokal gagal menembus rantai pasar modern akibat kelemahan pada tahap pengolahan serta pengemasan. Di sisi lain, riset dan inovasi sains dari perguruan tinggi sering kali terisolasi di dalam kampus tanpa pernah diterapkan pada sektor usaha rakyat.

Baca Juga  Undana Kirim Delegasi Mahasiswa Mapala untuk Bantu Korban Bencana di Sumatera

Pola penyaluran modal yang berdiri sendiri tanpa pengawalan teknologi tersebut terbukti membatasi skala usaha masyarakat dan menghambat pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui integrasi pendanaan perbankan dan transfer teknologi terapan dari para pakar Undana ini, hambatan pengembangan usaha masyarakat tersebut resmi diputus. Para nasabah UMKM, petani, peternak, dan nelayan binaan Bank NTT dijamin mengantongi pendampingan produksi yang berkelanjutan guna meningkatkan nilai jual produk mereka di pasar secara mandiri. Bagi mahasiswa Undana, skema beasiswa, magang, dan rekrutmen ini memberikan kepastian akses pendidikan serta penyaluran kerja di industri keuangan lokal. Langkah strategis ini membuktikan kolaborasi nyata antara dunia akademik dan institusi perbankan daerah dalam mencetak SDM unggul sekaligus menggerakkan kedaulatan ekonomi masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Ref/RLS/UNDANA/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan