Kupang (MEDIATOR) – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Gerindra ke – 18 yang jatuh pada tanggal 6 Pebruari mendatang, Wakil Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Serena Francis, bersama para kader partai dan masyarakat melakukan aksi penanaman anakan pohon sebagai bentuk perhatian terhadap isu lingkungan.
“Aksi bersama ini digelar menjelang HUT Gerindra sekaligus momentum untuk mengingatkan kembali, agar kita terus menjaga lingkungan dengan aksi nyata, menanam pohon sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap alam,”kata Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, Rabu, 21 Januari 2026.
Sebagai kader partai Gerindra yang juga menduduki jabatan sebagai wakil Wali Kota Kupang, dirinya berharap, melalui momentum jelang HUT Partai Gerinda, pemimpin daerah diingatkan kembali agar lebih responsif dan memperhatikan isu lingkungan, lewat aksi konkret dengan menanam ratusan pohon sebagai investasi lingkungan jangka panjang, sekaligus selaras dengan visi misi Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Panitia Aksi Tanam Pohon, Stenly Boimau menjelaskan, kegiatan tanam pohon bersama dalam rangka menjelang HUT Gerindra ke-18, menjadi aksi nyata dari isu besar yang diusung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto tentang bagaimana merawat alam.
Sesuai isu besar Presiden tersebut, Sekretaris DPD Partai Gerindra, Fernando Soares menerjemahkan lewat aksi nyata di lapangan, dengan menginisiasi perayaan jelang HUT Gerindra di NTT, menghadirkan gerakan sosial melalui aksi tanam pohon bersama dengan harapan memunculkan kesadaran kolektif, bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab semua pihak, dan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Kita tahu bersama bahwa isu besar yang diusung Presiden kita adalah tentang bagaimana merawat lingkungan, sehingga Sekretaris DPD, pak Fernando Soares memberikan mandat kepada kami untuk melakukan aksi peduli lingkungan,”terang Stenly.
Aksi penanaman 1.000 anakan pohon yang terdiri berbagai jenis pohon diantaranya Mahoni, Mangga Lengkeng yang 50persen tanaman yang ditanam adalah tanaman produktif, sehingga bukan saja hijau namun juga dapat memberi manfaat, dengan lokus utama di Kota Kupang yang tersebar 4 kecamatan yakni, Oebobo, Maulafa, Alak dan Kelapa Lima yang selanjutnya akan terus menyebar ke seluruh wilayah di NTT. (Tim)






