Kupang (MEDIATOR)–Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV bakal digelar di Manokwari Provinsi Papua Barat, Juni 2026 mendatang. Dan hingga saat ini dipastikan NTT akan mengikuti 12 kategori lomba.
Untuk memastikan keikutsertaan NTT di level nasional tersebut, maka Ketua Harian Pengurus LPPD NTT, Jorhans Lopis beserta pengurus lainnya, mewakili Ketua Umum Lembaga Pesparawi NTT, Esthon L. Foenay beraudience dengan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena di ruang kerjanya, akhir Juni 2025 kemarin.
“Kami bertemu Pak Gubernur dan melaporkan persiapan sekaligus target NTT dalam Pesparawi Nasional ini. Kami berterimakasih dalam pertemuan itu, pak gub dilapori terkait berbagai kebutuhan termasuk anggaran. Rencananya Pesparawi Nasional akan digelar 2025 ini namun karena efisiensi sehingga ditunda ke tahun depan. Maksudnya, kami bertemu ini karena tahun lalu kami sudah masukkan proposal dan anggarannya sudah disetujui. Biasanya dalam tatakelola anggaran pemerintahan, jika tidak digunakan maka dianggap gagal. Kami senang karena Pak Gub merespon baik dan memahami perubahan jadwal secara nasional,”tegas Jorhans Lopis.
Lebih lanjut Kepala Biro pada IAKN Kupang ini menambahkan, gubernur juga berpesan agar LPPD NTT bertemu Ketua DPRD NTT dan mereka sedang berkoordinasi untuk itu. Sehingga jika tak ada rintangan, dalam waktu dekat agenda itu dilaksanakan.
Dijelaskan, ada 12 kategori lomba yang akan diikuti dengan total peserta dan official berkisar 300 orang.
“Kami sampaikan bahwa untuk memudahkan Pemprov maka pada Pesparawi ke-sembilan, ditawarkan agar disebar ke kabupaten yang mayoritas Kristen sebagai peserta dan disetujui.
LPPD NTT kemudian mengidentifikasi kabupaten potensial dan berhasil, dimana Pemkab Alor pun bersedia mengirim kontingen. Begitu juga Pemkab Rote Ndao yang memfasilitasi paduan suara wanita, serta Pemkab Kupang yang membiayai Paduan Suara Pria.
Dalam waktu dekat mereka akan beraudiens dengan Pemkab TTS.
“Hampir semua Pemda yang kami hubungi siap. Kita juga sampaikan ke para bupati mengenai tanggungjawab mereka dan apa yang menjadi tanggungjawab Pemprov NTT,”tambahnya.
Pada kesempatan itu, mantan kepala kantor Agama Kabupaten Kupang ini menyampaikan kontingen NTT pada event Pesparawi XIII lalu di Jogjakarta berhasil meraih 11 medali emas dan 1 medali perak dari target sebelumnya sembilan medali emas di 13 kategori. Jorhans melaporkan kendala yanh dihadapi saat ini, kategori paduan suara dewasa campuran yang merupakan ikonnya Pesparawi sampai saat ini belum ada Pemkab/kota yang bersedia.
Sementara Yakobis Oktavianus selaku Sekum LPPD NTT menambahkan NTT biasanya melaksanakan Pesparawi tingkat provinsi sebagai ajang seleksi dan persiapan ke tingkat nasional dan penyelenggaraannya didukung Pemprov NTT. (BOY)










