SALATIGA--Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, Natalius Pigai, mengapresiasi penyelenggaraan Festival HAM “Pembangunan HAM di Indonesia dalam Jiwa Pancasila” yang digelar Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Kamis (11/6/2026).
Apresiasi tersebut disampaikan Natalius Pigai saat diwawancarai wartawan seusai menyampaikan keynote speech dalam seminar yang berlangsung di Balairung Universitas UKSW dan membuka secara resmi Festival HAM. Menurut Natalius Pigai, inisiatif UKSW menyelenggarakan Festival HAM menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam membangun kesadaran dan budaya hak asasi manusia di lingkungan kampus maupun masyarakat.
“Saya surprise, ternyata UKSW dengan inisiatif menyelenggarakan Festival HAM. Artinya UKSW selangkah lebih maju dari universitas-universitas yang lain dan komunitas-komunitas yang lain,” ujarnya.
Natalius Pigai menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menginternalisasikan nilai-nilai HAM melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Selain mengembangkan ilmu pengetahuan, kampus juga memiliki tanggung jawab untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila, etika, moral, dan hak asasi manusia.
Menurutnya, Festival HAM menjadi salah satu sarana penting untuk memperkenalkan dan memperkuat pemahaman HAM di kalangan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.
“Universitas melalui prinsip Tridharma memiliki tujuan memasyarakatkan nilai-nilai. Salah satunya nilai hak asasi manusia selain nilai Pancasila, etika, dan moral,” katanya.

FOTO UKSW
Karena itu, Kementerian HAM siap memberikan dukungan terhadap berbagai inisiatif kampus yang berorientasi pada pengembangan dan pendidikan HAM, termasuk pembentukan pusat studi HAM maupun penyelenggaraan kegiatan akademik dan edukatif lainnya.
“Kalau ada pembentukan pusat studi HAM, kami akan ikut hadir. Kegiatan seperti festival HAM juga akan kami dukung. Inisiatif dari universitas seperti ini merupakan sebuah kemajuan,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami dalam sambutannya menyatakan kampus ini adalah kampus Pancasila.
“UKSW akan terus menyuarakan hak asasi manusia sebagai perwujudan nilai-nilai Pancasila. Inilah kami, UKSW, Kampus Pancasila.” Kata Rektor Intiyas.
Dekan Fakultas Hukum UKSW Profesor Christina Maya Indah S mengungkapkan, kegiatan Festival HAM terselenggara atas inisiasi Fakultas Hukum menggandeng Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan Pusat Studi Kepolisian UKSW. Selain seminar dengan keynote speaker Menteri HAM, Festival HAM juga dirangkai dengan kegiatan Lomba Call for Poster yang diikuti 82 peserta dan lomba video tiktok dengan 50 peserta yang terdiri dari siswa SMA dan masyarakat umum.
“Anggaplah ini menjadi suara-suara HAM yang mengejawantah melalui narasi, seni, dan media aktuliasasi pendapat dalam bingkai ruang akademis yang santun dan bermartabat. Kami harapkan lomba ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk mempromosikan, menyuarakan HAM. Festival HAM UKSW tidak hanya berhenti sebatas seminar dan lomba ini, namun masih ada rangkaian dalam giat selanjutnya termasuk nanti pada masa Orientasi Mahasiswa Baru dengan pengabdian masyarakat,” papar Dekan Maya Profesor Christina Maya Indah.
Melalui kegiatan ini, UKSW turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 yaitu pendidikan berkualitas, SDGs ke-16 yaitu perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh, dan SDGs ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Capaian ini juga sejalan dengan Asta Cita poin ke-1 yaitu memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM).
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. (RLS/UKSW/BOY)





