SALATIGA–Inovasi teknologi digital di sektor pariwisata kembali dilahirkan oleh para mahasiswa Program Studi (Prodi) Sarjana Terapan Destinasi Pariwisata (Despar) Fakultas Interdisiplin (FID) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Bertempat di Lantai 4 Gedung FID pada Jumat (05/06/2026), sebanyak sebelas mahasiswa mempresentasikan sekaligus memamerkan hasil karya Tugas Talenta Unggul (TTU) mereka di hadapan publik dan dosen penguji. Karya yang disajikan dalam kegiatan ini terdiri dari delapan produk pariwisata inovatif dan tiga jurnal ilmiah.
Di antara berbagai karya kreatif yang dipamerkan tersebut, pemanfaatan story map interaktif berhasil menjadi salah satu sorotan utama yang memikat perhatian dosen penilai. Nasywa Orvala Sarwahita merancang sebuah karya berjudul Bilingual Story Map: Sebuah Media Edukasi Interaktif Konservasi Penyu yang diterapkan langsung di Turtle Conservation and Education Center (TCEC) Bali.
“Saya ingin wisatawan itu tidak hanya berpedoman pada tour guide, tapi bisa melakukan scan barcode untuk melihat informasi tentang penyu secara mandiri,” ungkap Nasywa.
Melalui pemindaian barcode, wisatawan dapat mempelajari informasi mendalam mengenai penyu hijau, penyu sisik, dan penyu lekang yang sedang direhabilitasi. Karya ini bahkan mengedukasi wisatawan mengenai penyu-penyu yang membutuhkan perhatian khusus karena kondisinya yang tidak sempurna secara fisik.
Karya inovatif lainnya diciptakan oleh Josua Yusree Thera Tildjuir dengan judul Menjelajah Keindahan Festival Pesona Meti Kei. Josua merancang story map sebagai media edukatif dan interaktif untuk mempromosikan keindahan festival budaya pesisir tahunan di Maluku Tenggara agar dapat diakses lebih luas oleh wisatawan.
“Saya bekerjasama dengan dinas pariwisata yang ada di Maluku Tenggara. Setelah saya membuat story map ini, berharapnya dapat meningkatkan jumlah pengunjung ke festival Pesona Meti Kei ini,” ungkap Josua.
Karya Berdampak Nyata
Karya-karya ini merupakan bagian dari pameran Diseminasi TTU yang diselenggarakan oleh Prodi Sarjana Terapan Despar UKSW. Pameran dan presentasi ini menjadi wadah krusial bagi mahasiswa untuk mempertanggungjawabkan proses panjang dari hasil karya mereka. Ketua Program Studi (Kaprodi) Sarjana Terapan Despar Rini Kartika Hudiono, S.Pd., M.A., menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap inovasi para mahasiswa.
“Kami berharap bahwa produk-produk yang dihasilkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat ini bisa berdampak, sehingga creative minority memang benar-benar dilaksanakan di Prodi Sarjana Terapan Destinasi Pariwisata. Walaupun kami kecil, tapi kami berdampak,” tegasnya.
Produk yang dihasilkan oleh mahasiswa pada TTU kali ini sangat beragam, mulai dari pembuatan video promosi, brosur digital interaktif, hingga story map yang terintegrasi dalam website. Ia memastikan bahwa seluruh produk kreatif ciptaan mahasiswa yang berkolaborasi dengan masyarakat dan pengelola destinasi ini akan didaftarkan hak kekayaan intelektual (HKI). Langkah ini tidak hanya menjadi bekal portofolio bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pariwisata masyarakat setempat serta membawa nama baik universitas.
Sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), Diseminasi TTU Prodi Sarjana Terapan Despar FID UKSW turut mendukung SDGs ke-4 yaitu pendidikan berkualitas, SDGs ke-8 yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDGs ke-14 yaitu ekosistem lautan, serta SDGs ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Selain itu, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen UKSW yang selaras dengan Asta Cita ke-3 yaitu penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pengembangan kewirausahaan, serta Asta Cita ke-4 yaitu pengembangan sumber daya manusia.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 36 Prodi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. (RLS/UKSW/BOY)





