Masuk Keluar Gereja, Gubernur Ajak Perangi Stunting dan Bebaskan Umat yang Terpenjara

Metro44 Dilihat

MEDIATORSTAR.COM, Kupang

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) tak pernah berhenti memotivasi serta mengajak semua pihak untuk terus bekerja, terutama dalam upaya menuntaskan masalah stunting di Provinsi NTT. Terakhir, tokoh fenomenal ini tampil di mimbar gereja GMIT Pniel Manutapen, Minggu (6/3).  Saat itu. VBL diundang untuk memberikan sambutan serta menandatangani prasasti peresmian gedung kebaktian jemaat setempat.

Menurutnya, stunting NTT masih sangat tinggi dan akan berdampak generasi masa depan gereja dan bangsa. “Para pendeta dan pengurus gereja tolong omong dengan mereka yang mau nikah dan sedang hamil agar memperhatikan kualitas gizi anak yang sedang dikandung. Peran serta gereja bukan hanya  membantu mereka tapi menjadi tim sekerja Allah. Lakukan  pendataan berapa orang jemaat yang mengalami stunting, laporkan supaya kita bisa kerja bersama untuk atasinya. Saya berharap jemaat Manutapen yang punya kemampuan bangun gedung gereja yang megah ini, juga akan melahirkan pikiran hebat untuk bantu sesama,”tegas VBL saat itu.

Baca Juga  Puncak HUT DWP, Ini Harapan Kepada Dharma Wanita

Untuk diketahui, bukan baru sekali VBL berbicara mengenai peran gereja dalam mensejahterakan umatnya, termasuk memerangi stunting. Dari mimbar ke mimbar, VBL mengajak seluruh presbiter untuk ikut berpikir serta bekerja kolaboratif untuk mewujudkan jemaat yang sejahtera. Karena itu meruoakan tugas gereja. Untuk itu, kolaborasi antara Gereja dan Pemerintah sangat penting untuk terus ditingkatkan.

SAMBUTAN. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan sambutan di GMIT Pniel Manutapen, Minggu (6/3).
Foto: Biro AP Setda NTT

“Gereja harus membuktikan kerja bersama Yesus dengan melakukan sesuatu kepada mereka yang hina yakni mereka yang lapar, haus, telanjang, terpenjara, orang asing dan sakit. Gereja mempunyai tugas utama membangun orang yang tidak (bisa) berdiri karena lapar, haus, sakit  dan terpenjara karena pendidikan, infrastruktur, dan keterbelakangan. Juga termasuk budaya yang memberatkan.  Visi Allah menurut saya adalah membuat orang damai sejahtera,”kata VBL lagi.

Baca Juga  Uji Kompetensi Wartawan Kerjasama Bank NTT, PWI Pusat Soroti Kualitas Produk Pers

Menurut Gubernur VBL, visi Allah mesti diwujudkan dalam program kerja yakni pertanian, peternakan, perikanan, infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan pariwisata. Karenanya Gereja harus berperan aktif bersama-sama  dengan pemerintah untuk mewujudkan program Yesus agar tidak ada lagi orang yang lapar dan terpenjara.

“Orang bergereja  itu berarti mengucap syukur untuk memuliakan Tuhan sekaligus harus diwujudkan dengan membantu sesama. Dalam istilah gereja, membawa Syalom Allah di tengah-tengah masyarakat. Menjadi tim sekerja Allah dengan membantu orang-orang yang hina. Strateginya adalah kolaborasi. Tidak bisa gereja bekerja sendiri, Pemerintah juga kerja sendiri. Yesus telah mengajarkan untuk kita kerja bersama-sama sebagai tim sekerja Allah,”kata Gubernur Viktor.

Sebelum menandatangi prasasti, Gubernur mengikuti Ibadah  bersama dengan Jemaat Pniel Manutapen yang dipimpin oleh Pdt Marthinus Neno Nakmofa, S.Th. Dalam kotbahnya, dia mengungkapkan bahwa kesukaran yang  muncul  karena berbagai hal  dapat membuat orang kehilangan sukacita, damai sejahtera, kegembiraan dan semangat hidup yang berpotensi merusak relasi dengan orang lain. Untuk itu dibutuhkan kesabaran, kesetiaan dan keteguhan hati.

Baca Juga  Walikota Mohon Pamit

Hadir Asisten Administrasi Umum Setda NTT, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Kepala BPBD NTT, Kepala Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan Setda NTT, Ketua Majelis  Jemaat GMIT Pniel Manutapen, dan para anggota jemaat Pniel Manutapen. (***/MSC01)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *