Bank NTT Siap Fasilitasi Mahasiswa Undana Berbisnis Secara Digital

Ekonomi1872 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)—Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undana Kupang, Rabu (27/9) menggelar kuliah umum ‘Keberlanjutan Bisnis Era Revolusi Industri 5.0 dan Society 5.0’. panitia menghadirkan tiga pembicara masing-masing Prof. Dr. Ir. Ricky Avensora, M.SC.F (Dosen Ekowisata Institut Pertanian Bogor).  Harry Alexander Riwu Kaho, SH., MM (Dirut Bank NTT) serta Dr Frans Gana, M.Si (Dosen FISIP Undana). Hadir dalam kuliah umum yang dimoderatori Dr. Khalid K. Moenardy, M.Si. setidaknya 200-an mahasiswa.

Dalam materinya, Dirut Alex membeber sejumlah kemajuan Bank NTT. Menurutnya, Bank NTT terus berproses dan patut disyukuri karena kini Bank NTT sudah menjadi Bank Devisa sesuai ijin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  Mahasiswa menurut Alex, harus berani keluar dari zona nyaman. Jika selama ini mereka memiliki pandangan bahwa mahasiswa tugasnya hanya kuliah, kamous dan rumah/kost, maka jaman sudah berubah jauh. Sudah saatnya mahasiswa berpikir tentang apa yang didapatnya saat kuliah, tidak sekedar ijazah dan gelar. Belainkan harus ada bisnis baru yang dibangun.

“Bahwa jatuh bangun dalam usaha itu biasa. Jangan terpenjara dalam rasa takut, takut dimrahi, takut gagal dan sebagainya. Dengan adanya Kampus Merdeka maka harusnya mahasiswa bisa memanfaatkan kesempatan ini. Yakni membangun bisnisnya sendiri dan kami dari Bank NTT siap memfasilitasinya,”tegas Alex.

Mantan Direktur Dana yang menghadirkan banyak inovasi bisnis ini, seperti DI@ Bisa, B Ju Bisa dan banyak program layanan digital ini menambahkan, kemajuan era 5.0 memungkinkan mahasiswa untuk menjadi pengusaha sukses di bangku kuliah dengan omzet ratusan juta bahkan  milyaran. Bank NTT dengan berbagai kayanan digital yang tesedia dalam mobile banking , menurutnya siap mensupport bisnis baru dari mahasiswa.

Saat itu Alex juga menjelaskan tentang kondisi Bank NTT saat ini. Sejak tuga tahun terakhir ini Bank NTT  sangat intens dan fokus menyesuaikan diri dengan laju perubahan teknologi  yang begitu hebat di dunia jasa perbankan. Diawali dengan riset, Bank NTT memiliki prinsip, harus menjadi bank modern dan regional champion.

Baca Juga  Banjir Hadiah dari KADIN Kepada Para Juara Desain Logo Cinta Produk NTT

“Kalau selama ini orang mengenal Bank NTT sebagai Bank ASN namun hari ini sebagai Dirut saya mau sampaikan bahwa dengan kita memperoleh ijin sebagai Bank Devisa, maka proses-proses bisnis, kontribusi Bank NTT sebagai BPD untuk menjadi pelopor penggerak ekonomi masyarakat, kita harus bekerja secara inovatif, cerdas dan terukur. Oleh karena itu langkah awal kita memaping potensi-potensi di desa dengan membuat Festival Desa Binaan. Kita tidak saja berbasis potensi itu, model-model pembiayaan dengan terapan teknologi, manajemen, kita masuk dan kita kolaborasi dengan berbagai pihak. Maka ada BP POM untuk mengukur kendali mutu dari produk yang kita kerjakan bersama-sama UMKM,”jelas Alex.

Masih di kesempatan yang sama, Alex meminta kepada FISIP Undana untuk melakukan riset-riset terhadap kemajuan dunia akhir-akhir ini, dan riset itu sangat dibutuhkan oleh dunia usaha terutama sektor perbankan.

Baca Juga  Sentuhan Kasih dari Bank NTT, Spirit Baru Renovasi Masjid Tertua di Kota Kupang

“Tantangan hari ini, dengan El Nino yakni musim hujan di NTT mulai pada Dsember dengan intensitas yang singkat, dan Februari mulai berakhir, maka FISIP sebagai pusat pembelajaran masalah-masalah sosial di NTT, kita sangat berharap bisa memberikan masukan pada kami mengenai tantangan-tantangan dan solusi kedepan, termasuk krisis pangan akan berdampak pada masalah-masalah sosial. Bagaimana dunia kampus memberikan rekomendasi-rekomendasi  itu kepada dunia praktisi sehingga dengan riset tersebut maka pembangunan di NTT bisa termitigasi baik,”ujar dia menambahkan dunia praktisi sangat membutuhkan output dari kampus yang memiliki daya tahan yang kuat, jiwa yang hebat. (KJR)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan