Anggota REI NTT Kucurkan Rp 21 Miliar untuk Ongkos Tukang Bangunan

Ekonomi783 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)–Siapa sangka, ternyata selama setahun, pengembang dalam hal ini anggota Real Estat Indonesia (REI) Provinsi NTT membayar mahal untuk para tukang bangunan. Mereka yang dibayar ini sudah termasuk buruh kasar hingga yang melaksanakan finishing pekerjaan.

Dan terbanyak adalah tenaga kerja lokal yang didatangkan dari berbagai daerah di sekitar Kota Kupang, Provinsi NTT.

Demikian Ketua DPD REI NTT, Chandra Santosa dalam sambutannya ketika pembukaan REI EXPO 2025 yang berlangsung Sabtu (13/3/2026) di Flobamora Mall Kupang.

Hadir saat itu pejabat dari Pemprov NTT yang mewakili gubernur, para pejabat perbankan maupun tamu undangan dan anggota REI NTT.

Baca Juga  Program Pemerintah Pusat Melalui PLN Terus Tuai Dukungan, Fraksi Hanura DPRD Manggarai Support Pengembangan EBT Ulumbu

“Kami mau sampaikan bahwa khusus untuk NTT, kami adalah lokomotif penggerak ekonomi karena kami mempekerjakan hingga ribuan orang. Sumbangsih dari sektor pertukangan dan buruh misalnya, dimana kami harus membayar Rp 21 Miliar dalam setahun untuk upah mereka,”tegas Chandra menambahkan rata-rata tukang yang dipakai adalah tenaga kerja lokal.

“Kami gunakan tenaga kerja lokal. Sekitar 97 persen, sisanya dari luar.”

Belum lagi kontribusi mereka pada pembelian material seperti bahan bangunan seperti kayu, batu, pasir, hingga semen, seng, batako dan lainnya.

“Kami murni swasta dan tidak bergerak atas biaya atau bantuan pemerintah sehingga kami hanya mau pesan, tolong dibantu penghapusan BPhTB dan PBG. Okelah kalau PBG itu karena urusannya pengusaha, maka kami minta BPhTB itu yang dihapus karena biayanya besar dan dibebankan kepada masyarakat berpenghasilan rendah,”ujarnya lagi.

Baca Juga  Prof Yafet Rissy Bicara Keras Mengenai Pembodohan dan Perampokan Politik

Sementara Pemprov NTT melalui Kepala PMD Alexander Koroh memberi apresiasi atas kontribusi besar REI dalam membangun NTT. (BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan