Prof Jefri Bale: Undana Pionir di Papan Catur Peradaban dan Motivasi Kitab yang Ditulis Raja Salomo Anak Daud

Pendidikan160 Dilihat

SENAT Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang menentukan pilihan hari ini, Kamis (25/9) pagi di lantai tiga ruang rektorat dalam rapat senat tertutup. Mereka memilih tiga besar calon rektor untuk selanjutnya dikirim ke Jakarta, menanti keputusan Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi.

Prof. Dr. Ir Jefri S. Bale, ST., M.Eng salah satunya. Dalam jabatannya sebagai wakil rektor bidang perencanaan, kerjasama dan sistem informasi periode 2022-2026, menjadikannya sosok yang mapan tak hanya dalam konsep, gagasan dan ide cerdas melainkan dikenal sebagai eksekutor cakap dan handal.

KONFERENSI PERS. Para bakal calon rektor saat konferensi pers.
Foto: Mediator

Dia tak pernah membayangkan, 20-an tahun berkiprah di perguruan tinggi tertua dan terbesar itu, muncul ikhtiar untuk menjadikan Undana berlevel internasional. Semua potensi memiliki peran yang sama dan penting.

Baca Juga  Prof Jefri Bale Diapresiasi HIPMI Kota Kupang: Pemimpin Undana yang Terbuka dengan Dunia Usaha

“Ijinkan saya mengajak kita semua untuk memandang Undana bukan hanya sebuah institusi melainkan sebuah medan pertempuran intelektual yang suci. Ibarat sebuah papan catur raksasa, disini setiap dosen mahasiswa civitas akademika adalah bidak-bidak yang mempunyai peran krusial,”demikian Prof Jefri saat closing statemen, pada Rapat Senat Terbuka pemaparan visi, misi dan program kerja, Selasa lalu.

Permainan ini, dilanjutkan, tidak hanya dimainkan untuk kemenangan pribadi melainkan untuk sebuah tujuan luhur menabur benih masa depan bagi Nusa Tenggara Timur, Indonesia dan dunia yang kita cintai.

Dikutip dari sebuah majalah berisikan visi, misi Prof Jefri dan spirit melayani yang dijilid mewah, The Next transformational leadership, berbicara banyak tentang semangat besar menjamin seluruh civitas berjalan dengan kepala tegak.

Baca Juga  Pesan Penting Ketua DPP IARMI NTT, Saat Lantik Stenly Boymau di Aula Sudirman Korem Kupang

“Dalam permainan (catur) ini, “Raja” yang sesungguhnya adalah visi luhur Undana: “Menuju World Class-Locally Relevant University untuk Mewujudkan Pembangunan Berdampak dan Berkelanjutan”.

“Ini adalah target utama yang harus kita lindungi dan pertahankan. Membangun strategi kemenangan ini bukan tugas satu orang, melainkan panggilan kita bersama. Saya berdiri di hadapan Anda hari ini dengan niat tulus dan tekad bulat untuk menjadi pemain yang akan menggerakkan setiap bidak dengan cerdas, memastikan setiap setiap langkah strategis dan memperjuangkan setiap inci kemajuan,”tulisnya.

Sebagai seorang calon nahkoda baru, dia dengan jujur berkata: “Saya tidak menjaminkan jalan yang mudah, tapi saya menjanjikan keberanian, kejujuran, dan kerja keras tanpa henti, optimisme yang akan menular. Mari kita bersama menempatkan Undana pada posisi terbaik papan catur peradaban, mewujudkan pembangunan yang benar-benar berdampak dan berkelanjutan.”

Baca Juga  Lakukan Aksi Heroik, Rektor Undana Apresiasi Tiga Anggota Menwa yang Berhasil Tangkap Komplotan Pencuri Kursi Kampus

Dia mengunci 30 menit waktu yang diberi senat baginya dengan sebuah kutipan ayat. Baginya, ini tak sekadar ayat yang mempermanis dan memperindah lembaran ilmiah, melainkan spirit yang menghidupinya dalam melayani di Undana.

Dan penggalan ayat ini ditulis Raja Salomo, putra Raja Daud, legenda bangsa Israel. Inilah yang menjadi landasannya dalam bekerja, hingga di titik ini.

“Yang terakhir, yang menjadi dasar saya bekerja, ijinkan saya mengutip Pengkhotbah 9:10 ‘Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu dengan sekuat tenaga karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati kemana engkau akan pergi.” Tepuk tangan anggota senat yang memenuhi kursi di auditorium Undana, memecah sunyi. Pagi ini, senat menentukan pilihan.

Jika Tuhan sudah berkehendak, Dia akan memampukan. Selamat memilih. (Stenly)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan