Mahasiswa FKM Undana Tidak Depresi, Minta Maaf dan Ingin Bertemu Dosen

Pendidikan558 Dilihat

KUPANG– Mahasiswa Fakultas kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang Jessica Sofia Tunardjo sebenarnya tidak depresi seperti yang diberitakan berbagai media, bahwa dia depresi akibat ujian skripsinya ditolak hingga 12 kali oleh dosen pengujinya. Wakil Rektor IV Undana, Prof. Dr. Philipi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D didampingi Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Humas, Jefry Adoe, dalam konferensi pers yang digelar di ruang gedung rektorat Undana, Rabu (5/8/2026) petang membuka fakta sebenarnya terkait kasus ini.
“Kita bersyukur karena berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap mahasiswa kami yang viral itu, beliau tidak sampai pada tahap depresi seperti yang diberitakan di media. Mahasiswa kami mengalami kelelahan dan kecemasan yang berdampak pada Kesehatan fisiknya dan saat ini yang bersangkutan sudah pulih dan sudah berada di rumah,”demikian prof Philipi de Rozari kepada para insan pers.
Berikutnya mengenai postingan di media sosial yang viral itu, diakui oleh Philipi bahwa berdasarkan informasi yang mereka dalami, potongan video itu bukan diposting oleh Jessica.
“Yang posting di medsos bukan dari Jessica. Sepanjang yang kami tahu. Dan sepertinya juga, kalau persetujuan mahasiswa ini sepertinya tidak. Karena dia kelelahan dan ada yang memvideokan lalu dikirim ke orang tertentu dan orang tertentu itu membagikannya,”tambah Jefry Adoe sembari menambahkan “Orang lain yang posting dan dia tidak tau. Tidak ada persetujuan dari dia. Kita telah kita lakukan kunjungan dan pendampingan serta investigasi, dia juga merasa resah dan dia pingin meminta maaf. Dia pengen ketemu penguji namun waktunya belum memungkinkan.”
Walau tokh demikian, Jefry menegaskan bahwa rektorat siap menjadi mediator untuk mempertemukan Jessica dengan dosen pembimbing serta dosen penguji. (BOY)

Baca Juga  Pascasarjana Undana Kawal Implementasi AI, Segera Hadirkan Program Study S2 Bisnis Digital

Posting Terkait

Jangan Lewatkan