Kupang (MEDIATOR)–Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Cendana (Undana) merayakan hari jadinya yang ke-17 melalui kegiatan bertajuk JIKOM FEST 2025, yang digelar selama dua hari, mulai 31 Oktober hingga 1 November 2025. Acara ini secara mendalam mengangkat tema filosofis “Kokoh Seperti Lontar”, sebuah seruan agar mahasiswa menginternalisasi nilai-nilai ketangguhan budaya lokal dalam menghadapi tantangan era komunikasi modern.

Perayaan ini menjadi momentum penting yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, menegaskan kembali semangat kebersamaan, kreativitas, dan kontribusi mahasiswa dalam pengembangan komunikasi di era digital.
Lontar sebagai Simbol Ketahanan dan Manfaat Sosial
Filosofi lontar dipilih karena mencerminkan ketahanan dan kebermanfaatan dalam setiap bagiannya, sebagaimana ilmu komunikasi yang berperan dalam banyak aspek kehidupan. Tema ini menggambarkan harapan agar mahasiswa Ilmu Komunikasi mampu menjadi pribadi yang tangguh, berkarakter, dan berakar kuat pada nilai-nilai lokal, sekaligus adaptif terhadap perubahan global.
Dr. Yermia Djefri Manafe, S.Sos., M.Si., Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi, dalam sambutannya menekankan pentingnya adaptasi. Ia mengajak mahasiswa agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut aktif dalam arus kemajuan teknologi komunikasi yang terus berubah.
“Kalau Anda mau bertahan seperti lontar, ikutlah perkembangan. Cari apa sih yang dimau oleh perkembangan teknologi yang luar biasa itu. Jangan jadi penonton, tapi jadilah pelaku yang memberi arah dan warna bagi perubahan,” pesannya.
Dr. Yermia juga berpesan agar mahasiswa tidak hanya fokus pada pencapaian pribadi, tetapi mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat, menjadikan ilmu komunikasi sebagai jembatan yang menghadirkan perubahan sosial yang positif.
Ajang Kreativitas dan Refleksi 17 Tahun Prodi
Rangkaian JIKOM FEST 2025 diisi dengan berbagai kegiatan menarik, mulai dari lomba kreatif, pameran karya mahasiswa, hingga pertunjukan seni. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diberi ruang untuk menampilkan kemampuan dan ide-ide inovatif yang merepresentasikan semangat komunikatif dan kolaboratif.
Selain menjadi ajang perayaan, kegiatan ini juga menjadi wadah refleksi terhadap perjalanan Prodi Ilmu Komunikasi selama 17 tahun, yang ditandai oleh capaian akademik, karya mahasiswa, serta kontribusi sosial. Melalui semangat “Kokoh Seperti Lontar”, Prodi Ilmu Komunikasi Undana menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan menjaga relevansi pendidikan komunikasi dengan perkembangan zaman, agar mahasiswa dapat menjadi sosok yang tangguh, kreatif, dan berdaya guna bagi masyarakat. (IyL/undana/boy)






