Legenda CAMAR Gandeng Karang Taruna Gelar Turnamen SITARDA CUP V, Hadiah Berlimpah

Olahraga305 Dilihat

MEDIATORKUPANG.COM, KUPANG—Tim Sepak Bola CAMAR asal Lasiana, adalah nama besar yang sangat disegani di era 1980-1990-an. Mereka adalah Absalom Sine (kiper), dan teman-temannya yang lain seperti  Son Nggoluth, Beranda Ratu, Buce Borithnaban, Anthon Mesak, James Sine, Ajis, Yance Soetarto, Aba Mesak, Maxi Boboy, Elthon Mesak, Derens Daok, Yefta Benyamin.

Bersama Danny Mooy, Dicky Wabang dan Rizal Ndolu sebagai official, mereka mendukung Karang Taruna Kelurahan Lasiana, yang juga diberinama CAMAR, menggelar sebuah Turnamen Sepak Bola Mini SITARDA CUP V.

Turnamen yang resmi dibuka oleh Camat Kelapa Lima, I Wayan Astawa mewakili Wali Kota Kupang, di berlangsung di Stadion Latsitarda Lasiana, Sabtu, (06/08). Turut hadir Ketua Karang Taruna Kota Kupang, Stenly Boymau, Dirutt BPR TLM, Robert Fanggidae, Lurah Lasiana, Ketua LPM Lasiana, sejumlah pimpinan sponsor dan tokoh masyarakat di Kelurahan Lasiana.

LAPORAN. Ketua Panitia, Absalom Sine saat membaca laporan panitia.

Ketua panitia penyelengara Absalom Sine melaporkan bahwa selain untuk memeriahkan HUT RI ke-77, kejuaraan yang diikuti 76 klub ini merupakan kepedulian Camar Football Club dan Karang Taruna Lasiana dalam mendukung pembinaan sepakbola di Kota Kupang.

Baca Juga  Pengikut Kristus Harus Sempurna dalam Kecerdasan, Kepedulian dan Keberanian

Salah satu mantan kiper terbaik di Kota Kupang ini juga berharap turnamen Sitarda Cup V dapat membawa dampak positif terhadap perkembangan pemain-pemain muda dan melahirkan bibit-bibit atlet sepak bola yang berprestasi sehingga dapat mengharumkan nama daerah mulai dari tingkat kecamatan, provinsi bahkan nasional.

“Ada banyak bonus menanti para juara maupun top scorer, maupun tim yang bertanding secara fair. Dan nilai hadiahnya pun jutaan,”jelas mantan Plt. Direktur Utama Bank NTT (periode 2018-2019) ini. Juara I berhak atas uang tunai Rp 15 juta, piala bergilir, piala tetap, medali. Juara II mendapat piala tetap, medali dan bonus Rp 10 juta, sedangkan juara III mendapat piala tetap, medali dan bonus Rp. 7.500.000. Tim yang masuk 8 besar tapi tidak lolos semi final masing-masing mendapat bonus Rp 500 ribu, sedangkan top score dan best player dan tim fair play setiap tim mendapat bonus Rp 1,5 juta.

Baca Juga  Rektor Maxs Sanam, Profesor ke-40 di Undana, Wagub NTT: Ini Sebuah Kehormatan
SAMBUTAN. Camat Kelapa Lima, I Wayan Astawa saat membacakan sambutan walikota.

Dalam sambutannya, Camat Kelapa Lima Kota Kupang I Wayan Astawa menyambut baik kompetisi yang digemari seluruh lapisan masyarakat ini. Dia pun berharap agar turnamen Sitarda Cup V ini dapat menciptakan hubungan yang harmonis antar pemain dan pecinta sepak bola di Kota Kupang dengan permainan yang berkualitas dan sportif.

“Kita harapkan adanya hubungan harmonis antar pemain dan yang kita harapkan adalah permainan yang berkualitas dan sportif,”harap mantan lurah Fatubesi ini sembari mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara yang telah memberikan banyak manfaat untuk masyarakat Kota Kupang melalui turnamen ini.

BERSAMA. Para tokoh yang diundang hadir dalam pembukaan turnamen.

Usai acara pembukaan turnamen dengan total hadiah 43 juta juga dimeriahkan dengan pertandingan eksebisi antara tim Camar Legend melawan Masyarakat Gila Bola (Masgibol) NTT. Meskipun tak muda lagi,  Camar Legend yang diperkuat para pemain yang pernah berjaya tahun 80-an hingga 90-an seperti  Absalom Sine Cs ini mampu menampilkan permainan yang memukau serta menghipnotis penonton dengan berbagai aksi pertandingan ini berakhir dengan skor 1 -1.

Baca Juga  526 Atlit Kota Kupang Siap Berlaga di Porprov VIII, George Hadjoh: Harus Menang

Kepada wartawan saat diwawancarai di lokasi, Ketua Karang Taruna Lasiana, Stenly Boymau memuji kesatuhatian antara para tokoh senior dengan junior di Kelurahan Lasiana. “Saya justeru melihat, ada moment yang benar-benar dimanfaatkan oleh orang-orang hebat di Lasiana. Para legenda tidak berpangku tangan, melainkan menggandeng tangan junior mereka sehingga menggelar event yang sejatinya, akan bermuara pada terwujudnya jiwa sportivitas. Memiliki sikap sportiv ini penting, karena itulah bukti kedewasaan seseorang dalam berpikir dan bertindak,”tegasnya. Kepada Karang Taruna Camar Lasiana, Stenly berpesan untuk selalu belajar dari para senior yang sudah meninggalkan legacy yang baik dan terus dikenang hingga kini. (**/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *