Sejarah Baru, Perbakin NTT Segera Miliki Lapangan Tembak Sendiri

Olahraga457 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)—Sebuah sejarah baru segera tercipta. Kamis (22/4) pagi, setibanya dari Jakarta, Ketua Umum PB Perbakin, Letjen TNI (Purn) Joni Supriyanto didampingi Ketua Umum Perbakin NTT, Yosep Falentinus Delasalle Kebo meninjau lokasi yang rencananya akan dipakai untuk membangun sekretariat serta lapangan tembak milik Perbakin NTT. Untuk diketahui, sejak Perbakin hadir di NTT, organisasi ini tidak memiliki infrastruktur memadai. Alhasil untuk mempersiapkan atlit maupun sebagai sarana melatih ketangkasan anggota, digunakanlah infrastruktur milik TNI maupun Polri.

Adapun lokasi yang dikunjungi sesaat setibanya dari Jakarta dengan penerbangan pagi, Ketum Joni menuju ke Desa Tanah Merah Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Lokasi yang dituju adalah sebuah lahan luas dengan bangunan permanen yang kosong. Lokasi ini sangat cocok untuk lapangan tembak, karena luas, serta bangunan yang kokoh dan memiliki space untuk manuver yang memadai. Sejatinya, lokasi ini dipersiapkan untuk dijadikan sebagai lapangan tembak untuk jenis senjata PCP dan pistol.

Baca Juga  Rajut Persaudaraan, Ukir Prestasi Jadi Semangat Porprov VIII NTT 2022

“Lokasi ini sangat bagus. cocok untuk lapangan. Jadi kita mau Perbakin NTT itu miliki sendiri lapangan agar mandiri dalam perencanaan maupun eksekusi lapangan,”tegas Joni dalam sebuah diskusi dengan Falen Kebo, di lokasi.

Hadir saat itu, Ketua Harian Perbakin NTT, Simon Dima, Sekum, Suyadi Cahyadi dan Bendum Tonny Angriyanto serta Ketua Panitia pelaksana, Stenly Boymau. Kedatangan Joni ke Kupang dalam agenda pelantikan Pengprov Perbakin NTT periode 2025-2029.

Disaksikan media ini di lokasi, Joni memerintahkan pengurus untuk mengukur panjang dan lebar bangunan, lalu nampak dia menganggkukkan kepalanya pertanda setuju dengan lokasi yang juga akan dimanfaatkan sebagai sekretariat.

Di kesempatan yang sama, Falen Kebo yang juga Bupati TTU ini menjelaskan bahwa lahan ini kedepan akan diperuntukan untuk seluruh aktivitas Perbakin, yakni sekretariat, Koperasi Perbakin hingga lapangan tembak.

Baca Juga  Gubernur VBL: Jadikan ETMC Ajang Persahabatan, Siapkan Tim Terbaik pada PON 2028 di NTT
Rombongan Perbakin di lokasi yang rencananya akan dibangun lapangan tembak.

“Kita siap melengkapi fasilitasnya untuk lapangan tembak. Yang pasti bahwa lahan dan bangunan sudah ready, siap digunakan untuk sekretariat, koperasi dan lapangan tembak. Kita persiapkan seluruh keperluan sesuai tanggungjawab yang diberikan yakni tidak saja membenahi organisasi tapi juga memproduksi atlit berprestasi,”tegasnya.

Sementara Tonny Angriyanto saat itu membenarkan bahwa menghadirkan koperasi sudah menjadi sebuah tuntutan yang harus direalisasikan. Karena kedepan koperasi ini akan berfungsi tidak saja menyiapkan berbagai atribut dan perlengkapan menembak, melainkan memenuhi kebutuhan-kebutuhan dalam menembak.

“Kita mau agar koperasi ini dikelola secara profesional sehingga memenuhi kebutuhan anggota. Dia harus memiliki modal sendiri, menjual apa saja yang dibutuhkan anggota baik atribut maupun menembak. Nantinya keuntungannya digunakan untuk operasional organisasi,”tegas Tonny. Sebuah organisasi yang sehat menurut Tonny adalah organisasi yang menerapkan iuran bagi anggota, serta mendesain pemasukan lain seperti koperasi. Dia optimis koperasi Perbakin akan mandiri dan mensupport organisasi.

Baca Juga  Pekan Depan Musprov PERBAKIN NTT

Demi Ukir Prestasi

Kunjungan ke lokasi Tanah Merah adalah sebuah langkah baru dalam desain membesarkan Perbakin kedepan. Karena organisasi ini, seperti visi Falen Kebo, akan menjadi organisasi yang melatih serta mengirim atlit tembak ke ajang-ajang nasional bahkan dunia.

“Kami tertantang dengan statemen pak Ketum Joni saat di bandara bahwa beliau siap memfasilitasi atlit tembak kita ke nasional untuk dilatih menjadi atlit berbakat. Mereka ini dipersiapkan untuk iven-iven penting kedepan,”tegas Falen menjawab Ketum Joni yang meminta Perbakin NTT mengidentifikasi atlit berbakat dan segera dikirim ke Senayan-Jakarta. Disana sudah ada 100-an atlit tembak dari seluruh Indonesia. Mereka dilatih siang dan malam oleh pelatih profesional, dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi di tingkat nasional maupun dunia. (boy)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan