Kupang (MEDIATOR)—Sampah menjadi masalah bersama. Bertolak dari pemahaman itulah, Karang Taruna Kelurahan Nunleu, bersama sejuah jemaat GMIT Koinonia, dan Pemerintah Kelurahan Nunleu, tak perpangku tangan. Kali Sembunyi, atau sebuah kali kecil yang membelah kelurahan itu, selama ini menjadi momok bagi warga sekitar. Masih ada yang nakal dan menjadikan kawasan itu sebagai tempat pembuangan sampah.
Kondisi ini diperparah dengan banyaknya sampah kiriman dari kelurahan lain, di atas kelurahan ini. Akibatnya, kali ini sering meluap dan mengancam warga yang bermukim di kswasan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Foto: Ist
Bertolak dari fakta itulah, Sabtu (26/11) pagi, Pengurus Karang Taruna Kelurahan Nunleu, yang dipimpin ketuanya, Reinhard Ndoloe, bersama sejumlah pengurus dan kader, mendukung pemerintah Kelurahan Nunleu, berkolaborasi dengan gereja, membersihkan sampah. Dan Kali Sembunyi adalah lokasi yang digempur hari ini.
“Kami membersihkan sampah di Kali Sembunyi pada Sabtu pagi tadi. Kami mendukung program pemerintah Kota Kupang melalui Kelurahan Nunleu, dengan menjadikan Kota Kupang sebagai kota yang bersih,”tegas Reinhard. Diakui, ini adalah awal yang baik untuk mengedukasi masyarakat agar sadar akan tanggungjwabnya menjaga kebersihan lingkungan serta proteksi jangka panjang. (BOY)






