Gubernur Inisiasi KUR Masuk Kampus, Undana Jadi Pionir

Pendidikan637 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) dan Universitas Nusa Cendana (Undana) menyepakati sinergi strategis untuk mengubah paradigma ekonomi masyarakat dari pola konsumtif menuju produktif. Salah satu poin krusial yang diinisiasi dalam pertemuan tersebut adalah penerapan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi mahasiswa dan alumni sebagai motor penggerak kewirausahaan daerah.

Gagasan ini disampaikan oleh Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, bersama jajaran pimpinan universitas saat melakukan audiensi dengan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Rumah Jabatan Gubernur, Sabtu (21/2).

Mitigasi Kemiskinan Berbasis Riset Akademik

Gubernur Melki Laka Lena menekankan pentingnya peran Undana sebagai mitra pemerintah dalam memetakan isu aktual, terutama kemiskinan ekstrem dan stunting. Merujuk pada data BPS, meski kemiskinan di NTT turun dari 19 persen ke 17,5 persen, angka stunting justru menunjukkan peningkatan.

Baca Juga  Panji Undana Berkibar di Ajang Nasional ONMIPA-PT 2026

“Beberapa hal secara akademik perlu diperiksa kembali. Undana diharapkan mampu mengidentifikasi persoalan dasar tersebut kemudian merumuskan rekomendasi kebijakan yang tepat bagi Pemprov maupun Pemkab,” ujar Gubernur Melki.

“KUR Masuk Kampus” dan Hilirisasi Produk

Sebagai langkah konkret mengalihkan budaya konsumtif masyarakat NTT, Gubernur mendorong Undana menjadi proyek percontohan (pilot project) penyaluran KUR di lingkungan akademis. Skema ini bertujuan agar mahasiswa dan alumni dapat mengakses permodalan untuk sektor-sektor produktif tanpa terjerat pinjaman ilegal atau rentenir.

“Undana bisa membantu pengurusan KUR dengan mengidentifikasi sektor produktif yang potensial. Kita ingin ‘KUR masuk kampus’ agar anak muda memiliki akses berwirausaha yang aman dan menjanjikan,” tambah Gubernur Melki.

Baca Juga  Kemdiktisaintek Sosialisikan Program AKSARA Mahasiswa 2026, Dorong Inovasi Sains Terapan untuk Masyarakat

Merespons hal tersebut, Rektor Undana Prof. Jefri S. Bale menyatakan kesiapannya untuk mengintegrasikan program hilirisasi produk peternakan, kelautan, dan pertanian dalam satu sistem pengelolaan. Undana juga berkomitmen memperkuat literasi kewirausahaan di kalangan mahasiswa guna mendukung kemandirian ekonomi.

Menumbuhkan Kebanggaan Bertani pada Generasi Z

Pertemuan tersebut juga menyoroti fenomena “penuaan” di sektor agraris akibat keengganan generasi muda bergerak di bidang pertanian dan perikanan. Dekan Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana, Prof. Philiphi de Rozari, menekankan perlunya kampanye kreatif untuk mengembalikan kebanggaan profesi petani di mata Generasi Z.

“Kita harus membangun narasi bahwa menjadi petani adalah pekerjaan mulia yang memberi makan bangsa. Generasi muda yang kreatif harus didorong untuk bangga dengan identitas tersebut, terutama jika didukung dengan sentuhan teknologi dan akses modal yang memadai,” tutur Prof. de Rozari.

Baca Juga  SMKN 7 Kupang Gandeng READI, Bekali Siswa Pengetahuan dan Semangat Perubahan

Sinergi ini diharapkan segera ditindaklanjuti melalui pembentukan forum bersama antara akademisi, praktisi, dan legislatif guna memastikan setiap riset dan pengabdian masyarakat di Undana dapat memberikan dampak langsung bagi pembangunan inklusif di NTT. (Ing/RLS-UNDANA/TIM)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan