FKKH Undana Dongkrak Kelulusan Tepat Waktu

Pendidikan70 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)-– Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi mengadopsi indikator kinerja baru yang disebut Angka Efisiensi Edukasi (AEE) untuk tahun anggaran 2026. Langkah strategis ini bertujuan menciptakan keseimbangan ideal antara jumlah mahasiswa dengan tingkat kelulusan tepat waktu hingga mencapai 100 persen.

Penerapan indikator baru tersebut dibahas dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) FKKH yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung Dekanat, Kamis (5/3). Forum ini menjadi wadah sosialisasi Indikator Kinerja Utama (IKU) sekaligus pendampingan cascading Perjanjian Kinerja (PK) bagi seluruh pimpinan program studi, mulai dari Kedokteran, Kedokteran Hewan, Farmasi, hingga spesialis.

Menyeimbangkan Input dan Output Mahasiswa

Tim Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Undana menjelaskan bahwa AEE merupakan instrumen pengukur kesehatan akademik yang baru diterapkan tahun ini. Nilai AEE yang ideal berada pada kisaran 16 hingga 25 persen. Angka ini mencerminkan proporsi lulusan yang seimbang dengan jumlah mahasiswa dalam satu angkatan, sehingga meminimalisir penumpukan mahasiswa di akhir masa studi.

Baca Juga  Politeknik Negeri Kupang Gelar PPM, Warga Oesapa Barat Dilatih Teknik Pengemasan Produk UMKM

“Secara teori, AEE akan mendorong mahasiswa untuk lulus tepat waktu. Jika indikator ini dijalankan dengan baik, secara otomatis akan memperkuat akreditasi program studi karena mutu proses pembelajaran terjamin,” ujar Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi.

Akuntabilitas Ganda di Status BLU

Sebagai institusi dengan status Badan Layanan Umum (BLU), Undana kini menghadapi standar akuntabilitas ganda dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Keuangan. Hal ini menyebabkan beberapa indikator kinerja terlihat serupa namun memiliki mekanisme penilaian yang berbeda.

Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FKKH, drh. Yohanes T.R.M.R. Simarmata, M.Sc., menekankan pentingnya pemahaman pimpinan unit terhadap definisi operasional indikator tersebut. Pada tahun ini, FKKH juga meluncurkan tagline akselerasi: “Ayo Bangun Undana, Ayo Bangun NTT” sebagai penyerta slogan utama “Undana Berdampak”.

Baca Juga  Prof Apris Adu, Prof Jefri Bale dan Prof Melki Taneo Punya Peluang Sama Pimpin Undana

Fokus pada Layanan dan Dampak Masyarakat

Dr. Christina menegaskan bahwa seluruh target kinerja pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas layanan kepada mahasiswa. Kualitas ini didorong melalui produktivitas dosen dalam publikasi ilmiah, penelitian, dan inovasi yang tidak hanya menjadi teori di ruang kelas, tetapi juga diaplikasikan langsung di masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak boleh menjadi menara gading yang hanya kuat di dalam lingkungannya sendiri. Kampus harus memberikan dampak nyata melalui kegiatan mahasiswa dan kolaborasi lintas sektor,” tambah Dr. Christina.

Menuju Zona Integritas

Selain penguatan mutu akademik, RTM 2026 ini menjadi basis bagi FKKH dalam membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Dengan mekanisme cascading PK yang diturunkan secara berjenjang dari tingkat universitas hingga unit terkecil, FKKH menargetkan capaian kinerja akhir tahun di atas 95 persen.

Baca Juga  Persembahan Prof Maxs di Ujung Bhakti: Undana Hadirkan Terobosan Kesehatan di NTT

Hasil dari rapat manajemen ini akan menjadi kompas bagi setiap prodi di lingkungan FKKH dalam menjalankan program kerja sepanjang tahun 2026, memastikan setiap rupiah anggaran berkontribusi langsung pada kualitas lulusan dan kesejahteraan masyarakat NTT. (FnT/rls/undana/tim)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan