10 Tim PPK Ormawa Undana Tembus Seleksi Nasional, Siap Berkompetisi

Pendidikan299 Dilihat

Kupang (MEDIATOR) – Universitas Nusa Cendana (Undana) menorehkan capaian gemilang dalam debutnya pada Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) tahun 2026. Sebanyak 10 tim terbaik resmi melaju ke tingkat nasional setelah melewati proses penyaringan ketat di tingkat universitas. Saat ini, seluruh proposal tersebut telah diunggah ke sistem nasional dan tengah menunggu hasil seleksi lanjutan dari pemerintah pusat.

Keberhasilan ini merupakan hasil seleksi dari total 19 proposal yang diajukan oleh berbagai organisasi kemahasiswaan (Ormawa) di lingkungan Undana. Program ini menjadi momentum perdana bagi Undana untuk menunjukkan taji dalam skema pengabdian masyarakat berskala nasional yang berfokus pada solusi aplikatif dan berkelanjutan bagi persoalan riil di desa.

Proses Seleksi Berjenjang dan Standar Kualitas Tinggi

Reviewer PKM Undana, Fidelis Nitti, S.Si., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa tahapan seleksi internal dilakukan secara terbuka mengacu pada panduan nasional. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada kelengkapan administrasi, tetapi juga kualitas substansi, relevansi kebutuhan masyarakat, hingga peta jalan (roadmap) keberlanjutan program untuk tiga tahun ke depan.

“Mahasiswa ditantang untuk peka terhadap masalah di masyarakat, lalu merumuskan solusi yang dapat dijalankan sebagai program kerja nyata. Penilaian mencakup kesesuaian dengan tema nasional seperti desa cerdas, desa wisata, hingga pertanian pintar (smart farming),” jelas Fidelis.

Kolaborasi Tim dan Tantangan Kepemimpinan

Dalam pelaksanaannya, proses penguatan penilaian didukung oleh tim reviewer kompeten, di antaranya Prof. Dr. Ir. Sudirman Syam, S.T., M.T., Fidelis Nitti, Ph.D., dan Chornelis Julestan Be’E Anin, S.Si., M.Si. Mereka bertugas memastikan setiap proposal memiliki anggaran yang rasional dan lokasi sasaran yang tepat.

Baca Juga  TEGAS.. Undana Tanggapi Dugaan Mark Up Harga Hologram Bagi Calon Wisudawan

Chornelis menambahkan bahwa mengorganisir tim yang terdiri dari 10 hingga 15 mahasiswa per kelompok merupakan tantangan tersendiri. Namun, proses ini sekaligus menjadi laboratorium kepemimpinan dan kerja sama bagi mahasiswa di luar aktivitas akademik rutin.

“Saat ini kita berada pada fase menunggu. Jika dinyatakan lolos di tingkat nasional, tim akan melanjutkan ke tahap penandatanganan kontrak, pencairan dana, serta implementasi program di lapangan selama tiga hingga enam bulan,” papar Chornelis.

Dampak Strategis dan Optimisme Institusi

Program yang diusulkan mahasiswa diarahkan untuk menyentuh langsung kelompok masyarakat desa, seperti kelompok tani dan komunitas perempuan. Undana optimistis tim-tim yang dikirimkan mampu bersaing secara kompetitif. Keberhasilan menembus tahap nasional ini dinilai sudah memberikan dampak strategis sebagai model pembelajaran bagi Ormawa lainnya di Undana.

Baca Juga  Rektor Bukan Aktor Politik di Ruang Akademik: Pemberhentian Tidak Prosedural di IAKN Bentuk Penghinaan terhadap Integritas Akademik 

Lebih dari sekadar kompetisi, PPK Ormawa menjadi wadah bagi mahasiswa Undana untuk mengasah daya kritis dan kepekaan sosial. Melalui program ini, Undana menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga mampu menjadi penyelesai masalah (problem solver) yang menghadirkan perubahan nyata bagi kemajuan masyarakat. (IyL/rls/undana/boy)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan