Esthon Foenay Kunjungi Dua SPPG MBG di Perbatasan RI-Timor Leste

Nasional541 Dilihat

Betun—Anggota DPR RI asal Fraksi Partai Gerindra, Esthon Foenay, berkunjung ke dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam kunjungan kerjanya sebagai anggota legislatif. Kedua SPPG ini terletak di dua kabupaten terpisah, yang berbatasan dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), masing-masing SPPG Mandeu Raianuk di Kabupten Belu dan SPPG Webriamata Kabupaten Malaka. Dalam kunjungannya ke dua tempat terpisah ini, Esthon ingin melihat dari dekat aktivitas pelayanan dapur agar benar-benar menjalankan tugas dan fungsinya secara baik.

Esthon saat berkunjung ke salah satu SPPG.
Foto: dok

“Kedatangan saya samata untuk melihat dari dekat pelayanan di SPPG ini, karena semua pelaksana di lapangan harus tau dan memahani sistem serta spirit yang selalu diaungkan oleh Bapak Presiden Prabowo,”tegas mantan wakil gubernur NTT ini. Masih menurutnya, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) ini merupakan salah satu program unggulan pemerintah saat ini, untuk memastikan generasi muda anak bangsa terpenuhi gizinya.

Karena itu harus dipastikan operasionalnya sesuai sistem yang diatur secara nasional dan semua generasi muda anak bangsa terlayani seluruhnya.

Esthon juga menekankan pentingnya profesionalitas dalam pelayanan, karena Belu dan Atambua adalah dua wilayah perbatasan yang butuh penanganan secara telaten. Sumberdaya lokal pun diharapkan menjadi andalan dalam kebutuhan dapur. Tak ketinggalan, Ethon berpersan agar selalu memprioritaskan tenaga kerja lokal di SPPG.

Dalam kunjungannya di beberapa lokasi saat kunjungan kerja yang berlangsung Rabu (6/5/2026) ini, Esthon didampingi Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malaka, Benny Chandradinata dan para tenaga ahli yakni Agung Hardiyanto, Marco Foenay dan beberapa lainnya.

Tak hanya menyerap aspirasi dan juga memantau SPPG, Esthon juga mengecek pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih. Dilaporkan oleh Benny Chandradinata bahwa hingga kini sudah ada 13 dapur MBG yang dibangun di Malaka sedangkan 12 lainnya sedang dalam proses. Sedangkan sudah terbangun 122 Koperasi Desa Merah Putih dari total 127 desa disana. (boy)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

News Feed