Deklarasi Caketum KADIN NTT di Depan Chapel, Boby Lianto: Ini Bukan Tentang Saya

Ekonomi50 Dilihat

MEDIATORSTAR.COM, Kupang

Asosiasi Kamar Dagang Industri Indonesia (KADIN) Provinsi NTT, akan menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) pada 20 Desember 2021 mendatang. Bobby Lianto, M.M., MBA yang selama lima tahun terakhir mengemban tanggungjawab sebagai Wakil Ketua Umum itu, menyatakan kesiapannya untuk memimpin organisasi ini lima tahun kedepan (2021-2026).

Di depan chapel, Subasuka Resto Kupang, Senin (29/11/2021) malam, Bobby mendeklarasikan keinginannya untuk memimpin KADIN NTT. Plakat deklarasi ini dibacakan oleh Usack Benu dan diikuti oleh para senior KADIN, para ketua KADIN serta pengurus lainnya.

DEKLARASI. Bobby Lianto, M.M., MBA menyatakan kesiapannya untuk memimpin KADIN NTT lima tahun kedepan (2021-2026). Ini ditandai dengan deklarasi yang berlangsung di depan chapel, Subasuka Resto Kupang, Senin (29/11/2021) malam, Bobby mendeklarasikan keinginannya untuk memimpin KADIN NTT.
Foto: Istimewa

Mengusung visi ‘Untuk Kebangkitan Ekonomi NTT’, niat Bobby didukung oleh para senior dan juga pengurus KADIN Kabupaten/kota se-NTT yang ditandai dengan penyerahan dukungan secara simbolis yakni oleh Ketua KADIN Kabupaten Kupang, Matheos Liu dan Ketua KADIN Kota Kupang, Djemy LassaHadir setidaknya 50-an undangan, deklarasi ini juga ditandai dengan testimoni dari sejumlah tokoh baik itu senior maupun mitra dan relasi. Mereka diantaranya Mohammad Ansor, Blasius Lema, Ince Sayuna, Usack Benu, Vicko Amalo, Bobby Pitoby, serta sambutan Ketua KADIN NTT, Abraham Paul Liyanto.

Empat orang ketua KADIN di kaabupaten pun ikut memberi testimoni. Bobby bukan orang biasa. Dia anak muda yang sukses, rendah hati, tidak saja akrab dengan relasi, melainkan hidupnya melekat pada Tuhan.

Namun ada yang menarik dari momentum ini, yakni visi Bobby Lianto yang disampaikannya penuh semangat. Jalan terjal perjuangan yang dijalaninya saat ini, bukan semata tentang dirinya, melainkan tentang banyak orang, tentang bangsa ini.

DUKUNG. Para senior KADIN NTT yang hadir dan mendukung Bobby Lianto.
Foto: Stenly Boymau/Mediatorstar.com

Dia bermimpi, tidak hanya melahirkan banyak pengusaha baru di NTT, melainkan menjadikan provinsi yang akrab dengan stigma miskin dan bodoh ini, menjadi sebuah Nusa Terbaik dan Terberkati. Demikian cuplikan lengkap sambutan Bobby Lianto.

Butuh Konsorsium Majukan NTT

Saya sudah mendatangi hampir seluruh kabupaten/kota di NTT. Setiap tahun saya selalu keliling kesana. Saya pergi dari kota ke kota, kecamatan bahkan sampai ke desa-desa dan pelosok. Dan saya bertemu dengan para pekaku ekonomi, pengusaha disana, anggota KADIN dan juga sahabat-sahabat saya. Dan saya melihat betapa NTT itu kaya, NTT itu memiliki kekuatan kekayaan alam yang berbeda-beda. Kita tahu bahwa di seluruh NTT dari kota ke kota memiliki kekhasan sumber daya yang berbeda, budaya, adat, bahasa yang berbeda.

Hari ini di Manggarai, suhunya 19 derajat, Bajawa, dan ada juga daerah padang sabana yang panas. Itulah kita, NTT. Ingat, kita di NTT memiliki semua yang komplit dan saya percaya bahwa sebenarnya kita di NTT ini adalah sebuah raksasa yang tidur. Kita belum dapat mengelolanya secara baik. Kenapa, karena yang pertama adalah kita masih bekerja dengan sendiri-sendiri. Kita masih kurang dalam penerapan teknologi, juga kita kurang infrastruktur. Dengan kemajun teknologi, harusnya hari ini kita bekerjasama, berkolaborasi, bergandengan tangan, maka saya percaya, kita akan menjadi NTT yang mengalami kebangkitan ekonomi.

Saya berpikir, apa yang menjadi visi KADIN NTT kedepan? Setiap kita harus memiliki panggilan bahwa bagaimana kita akan melahirkan entrepreneur-entrepreneur baru, saya rasa ini harus menjadi panggilan kita semua pengurus KADIN di sini maupun di daerah-daerah. Kita tau bahwa bonus demografi di 2030 ke atas, kita akan mendapatkan angkatan kerja yang banyak. Tetapi ini bisa menjadi berkat bagi kita, namun jika tak dimanage secara baik maka akan membawa petaka. Jika generasi yang ada sekarang tidak dipersiapkan baik, tidak memiliki daya saing yang tinggi dan terpenting, kurangnya entepreneur maka sudah harus dicarikan solusinya. Dan ini yang harus ditangani oleh KADIN NTT.

SAHABAT. Sahabat-sahabat Bobby Lianto pun hadir memberi support.
Foto: Istimewa

Panggilan dari setiap kita adalah harus bisa melahiran entrepreneur-entrepreneur di daerah ini. Di waktu dulu, kita berhadapan dengan penjajah dalam arti yang sebenarnya, yakni manusia dengan manusia, yang datang untuk menjajah. Namun tidak lagi sekarang. Penjajah itu datang dalam wujud kemiskinan, perpecahan di daerah. Kalau hari ini kita mau jadi pahlawan bagi bangsa kita, maka jadilah pahlawan-pahlawan ekonomi.

Kedua, sebagai wadah organisasi para pengusaha maka tugas utama kita adalah menaikkan level pengusaha-pengusaha. Gelar diklat agar pengusaha kita lebih berkompeten. 11 tahun yang lalu, saat saya menjadi Ketua REI termuda di Indonesia, yakni 28 tahun, pada saat itu anggota kita belasan, dan yang aktif hanya enam atau tujuh. Kami berpikir, bagaimana caranya melahirkan pengusaha baru. Kami gelar diklat pertama, dan pesertanya 50-an orang. Waktu kami lakukan, beberapa senior menentang kami. Mereka berkata, jika lahir pengusaha baru, maka ‘jatah’ dari yang seharusnya didapat akan terbagi.

Saya justru berpikir terbalik. Kalau kita tidak lahirkan pengusaha-pengusaha baru, maka pada suatu hari developer-developer besar dari luar yang akan datang dan kita orang NTT hanya mendapat sub kontraktor saja. Maka saya memberanikan diri. Hari ini, dari 50 orang peserta Diklat itu, 48 orang diantaranya menjdi member REI NTT.

Sekarang jumlahnya 86 orang. Saat ini sudah bayak perumahan. Kami melahirkan pengusaha-pengusaha baru. Developer bukan sebuah pekerjaan baru lagi. Kami bersaing sehat, bahkan kami buat pameran rame-rame.

Ketiga, harus ada forum komuniksi yang baik. Dan keempat, kita harus bekerjasama, berkolaborasi bersinergi, melakukan konsorsium-konsorsium untuk membangun NTT. Kita tau bahwa NTT ini provinsi kepulauan dan untuk mengubungkannya, butuh alat transportasi. Kami tidak ada background orang kapal, tapi apa yang dilakukan? Kita buat konsorsium, cari orang yang mengerti, lalu kita sama-sama belajar. Selama lima tahun, lalu kita jalan. Ini adalah satu metode, sebuah kerjasama yang baik. Ada transfer knowledge, selanjutnya kita bisa melakukannya sendiri di daerah ini.

Dan kedepan, kita persiapkan KADIN NTT memiliki website www.kadin-ntt.com, dan di web ini akan ditayangkan seluruh potensi NTT. Kita mau jualan NTT, sehingga kita akan buka menu, daerahnya dan potensi apa yang ada di sana sehingga mempermudah investor mencari lahan dan peluang. Kita persiapkan menunya secara baik sehingga ketika investor itu datang mereka sudah tau menu mana yang terbaik.

Ini adalah satu panggilan bagi saya. Saya sampaikan ke beberapa senior, bahwa untuk maju menjadi ketua umum KADIN, adalah panggilan saya. Bukan semata-mata hanya untuk menjadi ketua umum KADIN tapi panggilan saya adalah untuk mengalami kebangkitan ekonomi di NTT. Ini panggilan yang mendesak.

Saya pernah ke Israel, dan tiba di lembah Tarbantin. Sebuah peristiwa besar terjadi disana. Nabi Daud pergi ke sana sebenarnya bukan utuk berperang melainkan hanya mengantar makanan. Disana, selama 40 hari, 40 malam tidak terjadi peperangan. Mereka hanya atur barisan dan setiap hari Goliat datang dan berteriak, menantang bangsa Israel, tidak seorang pun yang berani melawan dia.

Prajurit-prajurit Israel mendengarnya namun tidak bisa berbuat apa-apa. Namun Daud menangkap ini sebagai sebuah panggilan. Kenapa, karena tidak boleh barisan tentara Allah ini tidak dipermalukan. Pada saat saya membaca berita-berita bahwa NTT punya banyak potensi, raksasa yang tidur, sebagai salah satu provinsi nomor 3 termiskin. Saudara-saudaraku, bukankah ini sesuatu cemoohan bagi NTT?  Ini sangat mempermalukan NTT. Bukankah NTT adalah barisan tentara Allah? Sehingga saya mau bilang, ini harus kita balik, harus kita bangkitkan, tangkap tantangan ini. Panggilan ini bukan hanya untuk saya, panggilan ini untuk kita semua yang dilahirkan di NTT.

Saya diberkati dengan statemen ini: kalau saya dan saudara diberkati lebih dan lebih lagi, itu bukan semata-mata hanya untuk menaikkan level, standar kehidupan kita. Tetapi itu menaikkan standar memberi kita. Kalau kita diberkati lebih, itu bukan hanya menaikkan standar kapasitas kita, tetapi itu menaikkan kemampuan kita untuk membangun, memberkati daerah dimana kita ditunjuk dan diutus. Saya percaya kita semua lahir di NTT, saya juga. Tetapi banyak yang tidak. Itu bukan sesuatu yang penting. Yang penting adalah apakah NTT lahir di hati saya, dan saudara sekalian. Kalau ini menjadi panggilan kita maka kita akan membangun NTT ini.

Saudaraku, ini bukan tentang saya, ini tentang kita semua, tentang NTT, tentang kebangkitan ekeonomi di Nusa Tenggara Timur. Maka malam ini bersama saudara-audara sekalian, dengan rendah hati, saya meminta penyertaan Tuhan, dan dukungan dari para senior, saudara-saudara sekalian, rekan-rekan sahabat saya, maka saya Bobby Lianto, menyatakan  maju dalam pencalonan ketua umum KADIN NTT 2021-2026 untuk kebangkitan ekonomi NTT. (stenly boymau)

Baca Juga  Tabungan SIMPEL, Sebuah Bukti Cinta Bank NTT Oelamasi Terhadap Nono si Jenius

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *