Jakarta (MEDIATOR)–Kian bergulir perjuangan pemekaran Kabupaten TTS menjadi dua Daerah Otonomi Baru (DOB) masing-masing DOB Amanatun dan Amanuban.
Dalam perjuangan ini, politisi yang selalu hadir dalam setiap jenjang perjuangan adalah Usman Husin.
Anggota Fraksi PKB DPR RI ini rupanya memiliki alasan kuat, mengapa dia berjuang mati-matian, walau dia bukan lahir dari rahim bumi cendana.
“Saya melakukannya (perjuangkan pemekaran) karena ini soal nurani. Saya waktu masuk keluar kampung, ketika masa pencalonan kemarin, saya melihat dan merasakan benar kesusahan dan penderitaan masyarakat kita,”tegasnya kepada Mediatorkupang.com, beberapa saat yang lalu.
Kesusahan dan penderitaan yang dimaksudnya antara lain, warga sulit mengakses pusat pendidikan dan layanan kesehatan, serta akses ke pusat pemerintahan. Belum lagi akses ke pusat perekonomian dan ke wilayah lainnya.
“Saat sakit, mereka kesulitan akses ke pusat layakan kesehatan. Bahkan untuk keperluan pendidikan saja mereka harus berjalan cukup jauh. Belum lagi dalam mengurus dokumen kependudukan seperti KTP dan KK, mereka kesulitan. Saya juga melihat, mendengar dan merasakan orang tua yang meminta saya mencarikan pekerjaan untuk anak-anak mereka yang sudah sarjana beberapa tahun. Dalam satu rumah ada dua sarjana yang belum dapat kerja, saya ikut sedih,”ujar Usman. Fakta ini ditemukannya ketika melakukan reses di aula kantor Lurah Cendana, Maret kemarin. Saat itu ada seorang ibu yang mengeluh karena dengan segala keterbatasan mereka menyekolahkan anak, tapi seusai wisuda, tak mendapatkan pekerjaan. Sedangkan mereka hanyalah petani sayur.
“Siapapun pasti iba mendengarnya. Inilah yang membuat saya tergerak, ikut berjuang bersama masyarakat TTS,”tegasnya.
Lalu bagaimana Usman menyikapi adanya nada miring yang ditujukan kepadanya bahwa ini adalah pencitraan demi elektabilitas di 2029?
“Aduh, 2029 masih jauh. Jangan pikirkan itu. Sekarang kita kerja saja dulu. Kalau mau main isu, saya pasti sudah pakai isu ini untuk kampanye saat Caleg kemarin. Tapi tidak. Saya hormati masyarakat,”ujarnya menambahkan “Sekarang saya sudah berikhtiar untuk membantu, dan ini murni dari saya secara pribadi dan bagian dari komitmen saya sebagai keluarga besar orang TTS. Saya akan ikut perjuangkan sampai tuntas.”
Saat ini dokumen DOB Amanatun sudah di tangan Forkonas DOB dan dia meminta dukungan doa dari semua. Sementara terkait perjuangan para tokoh untuk memekarkan Amanuban, Usman meminta kepada mereka untuk mempersiapkan dokumen-dokumen.
“Kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan, termasuk di rumah saya. Saya minta untuk dokumennya disiapkan, dan mereka sementara mempersiapkannya. Semoga tidak ada kendala,”harapnya (BOY)






