Undana Menuju World Class: Wajib Presentase Pakai Bahasa Inggris, Larang Mahasiswa Siap Makan untuk Dosen

Pendidikan612 Dilihat

Kupang (MEDIATOR) – Universitas Nusa Cendana (Undana) memulai era kepemimpinan baru dengan menggelar rapat pimpinan perdana pada Senin (15/11/2025). Dipimpin langsung oleh Rektor baru, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., rapat tersebut menetapkan tiga pilar utama transformasi universitas: penguatan integritas, peningkatan kualitas lulusan melalui kompetensi bahasa Inggris dan literasi, serta perbaikan layanan akademik dan non akademik yang berorientasi pada kepentingan mahasiswa.

Pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Rektor ini dihadiri oleh seluruh Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Kepala Biro, Dekan Fakultas, dan Direktur Pascasarjana. Rektor Jefri menyampaikan bahwa pertemuan pimpinan secara berkala adalah hal yang sangat penting untuk membahas permasalahan unit dan mempercepat pengambilan kebijakan.

Fokus pada Kualitas Lulusan dan Daya Saing Global

Dalam upaya menciptakan lulusan yang kompetitif secara global, Rektor mencanangkan dua program wajib yang mendapat sambutan baik dari jajaran pimpinan. Kebijakan inti yang ditetapkan adalah kewajiban presentasi Bahasa Inggris yang akan diterapkan pada setiap tahapan presentasi akademik, mulai dari tugas, seminar proposal, hingga tugas akhir.

Baca Juga  41 PNS Undana Dianugerahi Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya

“Bukan kemudian bahasa Inggris segala-galanya, tapi ini adalah kompetensi yang perlu mereka miliki kalau memang mereka menginginkan persaingan dari universitas-universitas lain, mungkin Asia, perlu untuk mereka itu membiasakan diri,” ujar Prof. Jefri, menegaskan pentingnya penguasaan bahasa internasional bagi daya saing profesional.

Selain itu, dicanangkan pula program Literasi Membaca secara masif, didukung penuh oleh universitas melalui komitmen untuk melakukan perubahan dan perbaikan fasilitas ruang baca di kampus. Ini juga menjadi sebuah komitmen serius untuk menjadikan sebagai universitas berkelas dunia seperti visi yang diusung Prof Jefri ketika bertarung dalam suksesi kemarin.

Integritas dan Profesionalisme SDM Dipertegas

Rektor Jefri juga langsung menindaklanjuti isu integritas dan sumber daya manusia (SDM). Dalam rangka menjaga profesionalisme, Rektor mempertegas komitmen terhadap pencegahan gratifikasi, di mana pemberian makanan dan minuman oleh mahasiswa saat pelaksanaan ujian atau seminar akan dilarang dan dibatasi secara ketat.

Baca Juga  Undana Pamerkan Inovasi Pangan dan Obat Herbal Berbasis Potensi NTT

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknis yang profesional, Undana mencanangkan pengadaan laboran, pustakawan, dan staf administrasi melalui mekanisme outsourcing.

Di sektor riset, Rektor mencanangkan program Guru Besar Berdampak dengan mengorganisir kelompok guru besar untuk tidak hanya berfokus pada penelitian tetapi benar-benar hadir di lokus tertentu bersama dengan masyarakat. Bersamaan dengan itu, Rektor juga mencanangkan penguatan akreditasi Internasional, menandai langkah Undana menuju universitas berstandar global.

Layanan Mahasiswa sebagai Prioritas Utama

Penekanan Rektor juga difokuskan pada layanan mahasiswa, menegaskan bahwa investasi fasilitas harus berorientasi pada kepentingan mereka.

“Mahasiswa ini segala-galanya buat kita. Hal-hal yang sangat substansi dan prinsipnya langsung menyentuh kita punya mahasiswa, itu harus diurus secara profesional,” tegas Rektor.

Baca Juga  Undana Resmi Koleksi 50 Profesor, Gubernur VBL: Ini Kebanggaan Kita

Sejalan dengan komitmen tersebut, Rektor mencanangkan pembentukan Unit Layanan Terpadu (ULT) sebagai pusat penanganan keluhan terintegrasi.

Menutup pertemuan, Rektor Jefri menekankan bahwa keberhasilan transformasi institusi hanya dapat dicapai melalui konsistensi komunikasi, keterbukaan dalam berdiskusi, serta keberanian untuk terus mengevaluasi dan menyempurnakan setiap keputusan yang diambil secara kolektif.

“Intinya, kita perlu sering bertemu untuk berdiskusi, menyatukan kesimpulan, dan melahirkan pemikiran yang kritis serta konstruktif, demi meningkatkan nilai kemanusiaan dalam pelayanan kepada mahasiswa, dosen, dunia pendidikan, dan seluruh mitra eksternal,” tutup Rektor. (Audc/rls/undana/boy)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan