Bajawa (MEDIATOR)—Tragedi meninggalnya YBR (10) seorang anak kelas IV SDN Ruto Jawa Desa Nenowea Kecamatan Jerebu’u, Ngada, dan ditemukan 29 Januari 2026 menjadi momentum publik termasuk pemerintah dan DPRD setempat untuk berefleksi. Wakil Ketua I DPRD Ngada, Rudolf Aqroz Wogo, yang bertemu keluarga korban di lokasi, menegaskan bahwa disana dia menemukan banyak fakta terkait anak-anak usia sekolah yang tak bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.
“Ijinkan saya sebagai pribadi dan sebagai wakil rakyat memohon maaf kepada masyarakat Ngada dan Indonesia atas kejadian ini. Anak kita ini menjadi martir yang menampar wajah kami, alarm keras atas fungsi kami bahwa harus masuk lebih ke dalam untuk lihat semua hal secara komprehensif terutama hal agak dasar masyarakat khususnya anak-anak,”tegas Rudolf menambahkan, kasus ini memperlihatkan adanya fenomena gunung es.
“Kelihatan masalahnya kecil tetapi begitu banyak persoalan yang tidak pantas anak sekecil itu hadapi dan orang tuanya hadapi. Ada banyak hal yang harus kita benahi dan kita lihat lebih ke dalam, di bidang sosial, kesehatan, infrastruktur, pertanian dan perkebunan. Dan terutama juga di bidang pendidikan,” ujarnya menambahkan “Ternyata banyak anak di wilayah tersebut yang putus sekolah dan juga tidak melanjutkan sekolah baik SD, SMP maupun SMA.”
Kondisi inilah yang membuatnya sebagai pimoinan DPRD untuk harus bersuara bahwa sudah saatnya pemerintah pusat menghadirkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Ngada. Kehadiran lembaga ini diharapkan mengurai masalah pendidikan terutama menekan angka putus sekolah serta kasus-kasus lainnya termasuk kematian akibat beban pendidikan.
“Saya sebagai pimpinan DPRD dan juga anak-anak dan terutama mereka yang putus sekolah sangat mengharapkan kepada Bapak Presiden agar bisa segera membangun sekolah Rakyat di Kabupaten Ngada, sehingga masalah anak yang putus sekolah, tidak bisa membayar uang sekolah, tidak bisa melanjutkan pendidikan ke SMP, juga fasilitas pendidikan yang sesuai dengan standar pendidikan yang baik bisa dipenuhi,”ungkap Rudolf yang juga Waket OKK DPC Gerindra Ngada ini.
Sudah sepantasnya dan selayaknya, anak-anak kecil di usia ini fokus belajar, bertumbuh dan berkembang, dan itulah hak mereka yang harus dipenuhi, bukannya ikut memikirkan beban biaya dan sebagainya. Sehingga apabila Sekolah Rakyat bisa hadir, tentu permasalahan pendidikan anak bisa diatasi di Kabupaten Ngada. (BOY)






