Wagub NTT Hadiri Pertemuan Tingkat Tinggi PMI dan Palang Merah Timor Leste di Mota’ain

Kesehatan73 Dilihat

MEDIATORSTAR.COM, Mota’ain

Palang Merah Indonesia dan Palang Merah Timor-Leste bertemu dalam pertemuan tingkat tinggi di perbatasan darat antara kedua negara untuk pertama kalinya, yaitu di Mota’ain,  Selasa (26 April 2022) dalam rangka membahas isu – isu lintas batas seperti pandemi Covid-19 baru-baru ini. Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI),  Sudirman Said, dan Sekretaris Jenderal Palang Merah Timor Leste (Cruz Vermelha de Timor-Leste -CVTL), Luis Pedro Pinto, bertemu Selasa kemarin di perbatasan darat kedua negara tetangga tersebut. Demikian release dari Palang Merah Timor Leste yang diterima Mediatorstar.com, Rabu.

Dalam rangka menindaklanjuti kesepakatan kerangka kerja yang diadopsi pada tahun 2020 silam antara kedua organisasi ini, kemarin masing-masing perwakilan telah menandatangani perjanjian kerjasama dalam acara seremonial yang diadakan di perbatasan, di mana turut menyaksikan penandatanganan tersebut Ketua PMI NTT, Bapak Josef Nae Soi (Wakil Gubernur NTT-Red) dan perwakilan dari International Federation of the Red Cross and Res Crescent Societies (IFRC) dan International Committee of the Red Cross (ICRC) karena kedua organisasi internasional tersebut memiliki kerjasama baik di Indonesia dan di Timor Leste.

Baca Juga  Wagub Buka Breilian Expo 2022, Bobby Pitoby: Kami Hadir Memberi Solusi

“Pandemi Covid-19 telah menunjukkan kepada kita betapa pentingnya koordinasi lintas batas, dan kita harus konkrit dalam hal ini,”demikian Sudirman Said. Ketua PMI NTT,  Josef Nae Soi menambahkan, “Kami berbagi nilai yang sama dengan rekan-rekan CVT-L Timor-Leste, dan PMI Provinsi Nusa Tenggara Timur menantikan peningkatan kerja sama yang nyata,”tegas Josef.

“Kerja sama ini sangat penting bagi kami, karena perbatasan darat yang panjang dengan Indonesia membutuhkan koordinasi yang erat,”kata Luis Pedro Pinto. “Tahun lalu, PMI mengirimkan alat pelindung diri untuk kami melalui perbatasan Indonesia dan Timor-Leste. Hal ini menghasilkan nilai operasional dan simbolis untuk CVT-L,”tambah Pinto.

Setelah melintasi perbatasan, tim Palang Merah mengunjungi desa di Kabupaten Bobonaro, di mana saat itu CVT-L dan Kementerian Kesehatan Timor Leste sedang melaksanakan vaksinasi ke-3 (vaksinasi booster) untuk  masyarakat setempat, di mana pencapaian vaksinasi saat ini sudah di atas 60%. (***/RLS/MSC01)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *