Kupang (MEDIATOR)–Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma menyentil pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi NTT. Seperti diketahui, program ini pekan kemarin mengundang protes publik karena sejumlah anak sekolah harus dilarikan ke rumah sakit dengan keluhan yang sama.
Saat memimpin apel kekuatan Aparatur Sipil Negara Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Senin (28/7/2025), mantan Kapolda NTT ini menegaskan Pemprov NTT serta jajaran terkait telah menindaklanjuti permasalahan tersebut.
“Beberapa waktu lalu ada masalah terkait pelaksanaan MBG di sekolah. Ada siswa/i di sekolah yang keracunan makanan. Banyak yang katanya menolak terkait pelaksanaan MBG di sekolah akibat kejadian kemarin. Tapi begini sudah kita, sebagai pemerintah kita harus bisa berikan pencerahan dan penjelasan yang tepat kepada masyarakat terkait hal ini,” jelas Wagub NTT. Bertindak selaku Komandan Apel yakni Sekretaris DPRD Provinsi NTT, Alfonsius Watu Raka.
Apel tersebut diikuti oleh Sekda Provinsi NTT, para Staf Ahli Gubernur, para Asisten Sekda, serta Pimpinan Perangkat Daerah lingkup Pemprov NTT.
Dilanjutkannya, “Logikanya begini, satu dapur MBG itu bisa layani beberapa sekolah, kalau hanya satu sekolah yang sampai keracunan makanan berarti ada sesuatu yang salah, yang sekarang sedang kita selidiki permasalahan tersebut. Jadi jangan disamaratakan semua. Terlebih Pak Gubernur juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk mengusut kasus siswa/i keracunan saat menyantap menu MBG tersebut. Semuanya sementara dinvestigasi,” terang Wagub Johni.
Dengan adanya MBG, sambungnya lagi, akan membantu mengurangi permasalahan stunting, meningkatkan kualitas gizi dan nutrisi anak, serta mendukung perkembangan kognitif anak melalui peningkatan fokus dan semangat belajar.
“Masalah yang terjadi tentu akan segera kita atasi. Namun melalui program ini, anak-anak sekolah di pelosok akan bisa menikmati juga makanan yang bergizi, sehingga kebutuhan nutrisi mereka tercukupi, yang dampaknya perkembangan kemampuan belajar juga akan lebih baik lagi.” Pungkas Wagub Johni Asadoma.
Di awal, dalam arahannya Wakil Gubernur NTT menyampaikan beberapa point, diantaranya terkait disiplin ASN, persiapan menyambut HUT Republik Indonesia ke-80.
Ia terus menghimbau agar ASN untuk taat dalam setiap tugas dan kewajiban, termasuk mengikuti apel pagi.
“Bukan hanya cek kehadiran, tapi dengan kita ikut apel pagi, kita juga cek kesiapan, loyalitas, dan disiplin dalam rangkaian tugas harian kita. Intinya laksanakan tugas dengan profesional, agar kita tidak dicap makan gaji buta,” ucap Wagub NTT.
Setiap Pimpinan Perangkat Daerah diperintahkan untuk memperhatikan dengan baik setiap anggotanya dalam bertugas, dan tidak segan-segan untuk beri tindakan dalam bentuk lisan dan tulisan sesuai aturan terhadap anggotanya yang melanggar.
“Pimpinan Perangkat Daerah yang anggotanya tidak disiplin tolong untuk diberi teguran, pembinaan, dan tindakan yang tegas. Yang rajin agar diberi reward, dan yang tidak disiplin diberi punishment sesuai ketentuan. Hal ini untuk menjaga dinamika dalam organisasi kita tetap sehat,” jelas Wagub Johni Asadoma. (RLS/AP-NTT/Alex Raditia/BOY)






