Setahun Berlalu, Tim SITH Kembali Tinjau Perkembangan Komoditas Kemiri di Alor

Pendidikan1053 Dilihat

Kalabahi (MEDIATOR)–Senin, 29 Juli 2024 Tim SITH memulai perjalanan dari Jakarta menuju pulau Alor. Tim SITH tersebut diketuai oleh Dr. Muhammad Yusuf Abduh serta beranggotakan Dr. Rijanti Rahaju Maulani, Dr. Lili Melani, dan Anasya Rahmawati, S.T. Perjalanan kali ini merupakan kali ketiga tim SITH mengunjungi Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Dua kunjungan sebelumnya yang dilakukan pada tahun 2023, tim SITH ITB mengangkat topik yaitu ‘Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Kualitas Panen Kemiri di Desa Kuneman, Kabupaten Alor, NTT. Dari dua kunjungan sebelumnya, diperoleh fokus masalah lanjutan terkait produksi kemiri di Kabupaten Alor, yaitu kemiri afkir sisa dari pengolahan pasca panen kemiri belum dimanfaatkan secara optimal. Terkait hal tersebut tim SITH yang diketuai oleh Dr. Yusuf tersebut kembali meninjau komoditas kemiri di Kabupaten Alor melalui program pengabdian masyarakat bottom-up tahun 2024 dengan topik ‘Teknologi Tepat Guna Menghasilkan Minyak dari Biji Kemiri Afkir di Desa Kuneman, Nusa Tenggara Timur’.

Baca Juga  Dibuka Prof Apris, FKM Undana Gelar Workshop Public Speaking bagi Mahasiswa 2025
Kegiatan Tim SITH di Desa Kiraman.
Foto: Dok Tim SITH

Perjalanan diawali dengan menggunakan transportasi udara dari Bandar Udara Soekarno-Hatta di Tanggerang dan tiba di Bandar Udara Mali di Alor menggunakan pesawat terbang. Selanjutnya tim melanjutkan perjalanan dari Kota Kalabahi menuju Desa Kiraman menggunakan kapal laut selama 6 jam. Dari Desa Kiraman, tim melanjutkan perjalanan ke Desa Kuneman melalui jalur darat selama 3 jam. Kabupaten Alor sendiri terdiri dari berbagai desa dengan salah satu komoditas yang paling banyak adalah kemiri. Sebelum ke Desa Kuneman, tim dari ITB singgah sebentar di Desa Kiraman untuk berdiskusi dengan Kepala Desa Kiraman, Bapak Yoyarid Maleimakuni dan juga dengan para petani kemiri di Desa Kiraman terkait potensi minyak kemiri serta pemanfaatan biji kemiri untuk menghasilkan minyak kemiri dan juga produk lain. Warga Desa Kiraman sangat antusias dan berdiskusi aktif pada kegiatan diskusi tersebut.

Kegiatan Tim SITH di Desa Kuneman.
Foto: Dok Tim SITH

Selanjutnya dari Desa Kiraman, tim SITH melanjutkan perjalanan ke Desa Kuneman dan tiba di Desa Kuneman pada malam hari. Di Desa Kuneman tersebut tim meninjau alat pengupas kemiri yang tahun lalu telah diberikan apakah dimanfaatkan secara optimal atau belum. Namun beberapa kendala seperti akses transportasi ke Desa Kuneman tersebut yang masih sangat terbatas membuat mesin tersebut belum dimanfaatkan secara optimal berkaitan dengan ketersediaan bahan bakar. Oleh karena itu Tim SITH juga menyediakan alat pemecah kemiri alternatif berbahan rotan di mana pemecah kemiri tersebut sangat efektif dalam memecahkan kemiri yaitu kemiri yang dihasilkan bulat dan tidak pecah dan hanya dibutuhkan energi manusia yang relatif kecil.

Penyerahan alat rotan di Kuneman.

Pada kesempatan tersebut, tim dari SITH menyerahkan alat pemecah kemiri berbahan rotan kepada Kepala Desa Kuneman, Bapak Kain Lauden yang diwakili oleh Kepala Urusan Desa Kuneman. Selanjutnya tim SITH juga memperkenalkan terkait potensi biji kemiri afkir dapat diolah menjadi minyak dan dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi.

Baca Juga  SALUT… Alumni Universitas Brawijaya Komit Bangun NTT

Selanjutnya tim SITH menuju kantor kecamatan Alor Selatan di Apui melalui jalur darat selama 6 jam dari Desa Kuneman. Tim SITH berdiskusi dengan Camat Alor Selatan, Bapak Imanuel Saldeng, SH terkait potensi produksi minyak kemiri dan juga rencana kegiatan demonstrasi teknologi tepat guna untuk menghasilkan minyak dari biji kemiri afkir yang akan dilaksanakan di Apui pada bulan Oktober 2024. Bapak Camat menyampaikan dengan adanya perkembangan listrik secara perlahan memasuki desa di kecamatan Alor Selatan sehingga dapat mendorong dalam pengolahan berbagai komoditas yang dihasilkan secara melimpah di Pulau Alor. Bapak Camat juga berharap dengan adanya program pengenalan teknologi tepat guna pada proses pengolahan kemiri dari tim SITH dapat meningkatkan daya saing petani lokal dalam menjual produk-produk turunan berbasis kemiri. (RLS/ITB/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan