Kupang (MEDIATOR)– Lonba Ceritra Rakyat yang digelar oleh Bank NTT dalam memperingati Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2023 ini menyisakan sebuah kisah menarik. Di Desa Boti, temoat menetap sebuah suku yang terisolir, yakni Suku Boti. Mereka menjaga benar adat dan tradisi. Walau dikepung peradaban yang kian modern, mereka tetap berpegang teguh pada adat istiadat.
Kisah mengenai kehidupan masyarajatv adat suku Boti dikemas dalam sebuah tulisan menarik oleh Fridolina Kase, seorang siswi SMAN 1 Mollo Selatan, TTS, dalam festival yang digelar oleh Bank NTT.
Ditemui di sela-sela penyerahan hadiah, yang berlangsung November kemarin di lapangan upacara rumah jabatan gubernur NTT, Fridolina menjelaskan apa latar belakang tulisan dan seperti apa harapan masyarakat tentang kehadiran Bank NTT disana.
“Judul yang saya pilih tentang lomba ceritra rakyat ini, adalah tentang warisan budaya Boti. Disitu saya menceriterakan dari Desa Boti, Kecamatan KiE Kabupaten TTS. Timor dihuni oleh tiga suku besar yakni Amanuban, Amanatun dan Mollo. Jadi suku Boti ini bagian dari suku Amanuban. Alasan saya memilih ceritra ini karena Boti adalah desa adat yang sangat kental dengan budaya dan tradisi yang tidak terpengaruh dengan dunia modernisasi. Maka dari situlah saya tertarik untuk mengetahui lebih dalam lagi,”ujar Fridolina.
Wanita-wanita suku Boti dalam kehidupannya sudah ada pembagian tugas dengan laki-laki. Yakni laki-laki berkebun dan perempuan menenun.
“Jadi judul tulisan itu adalah bagaimana wanita-wanita Boti punya ketrampilan dalam memintal kapas menjadi benang dan menenun benang menjadi kain yang akan dipakai sehari-hari. Seperti kita ketahui bahwa masyarakat suku Boti tidak menggunakan pakaian-pakaian seperti kita, melainkan mereka gunakan pakaian adat yang sudah diwariskan leluhur mereka sehingga disitu segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menghasilkan kain tenun itu diambil dari sumber daya alam yang diambil dari Boti. Mereka tidak ambil dari luar. Inilah yang membuat saya tertarik,”ujarnya.
Dari kisah ini dia berpesan, marilah kita belajar dari suku Boti yang walau sudah hidup di dunia modern tetapi mempertahankan warisan budaya leluhur. Ciri khas suatu daerah menurut Fridolina, ada pada budaya dan tradisinya. Jika hilang maka tentu tidak ada yang bisa dibanggakan lagi.
“Daya berpesan kepada Bank NTT agar bisa menghadirkan kanal pembayaran di Boti, karena di sana ada banyak yang diproduki sehingga bisa membantu transaksi jual beli di suku Boti,”pungkasnya. (KJR/HMS-BNTT)






