KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Rektorat Undana, Kupang, Kamis (1/10/2026). Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., selaku pembina upacara dan dihadiri oleh jajaran wakil rektor, para dekan, wakil dekan, kepala biro, pimpinan unit kerja, serta mahasiswa.
Penyelenggaraan upacara ini menegaskan kembali peran perguruan tinggi sebagai pilar penjaga moral dan ideologi bangsa. Momentum sejarah ini dimanfaatkan Undana untuk menginternalisasi nilai-nilai Pancasila agar tidak berhenti sebagai hafalan atau seremonial tahunan semata, melainkan menjadi kompas etika dan budaya akademik yang diimplementasikan dalam pengajaran, penelitian, serta pelayanan nyata kepada masyarakat.
Pancasila sebagai Landasan dan Identitas Utama Kampus
Di balik kekhidmatan upacara seremonial tersebut, Rektor Undana Prof. Jefri S. Bale menegaskan bahwa Pancasila harus dijadikan sebagai nilai yang benar-benar hidup serta menjadi penanda karakter utama (penciri) sivitas akademika Undana. Menurutnya, pemahaman akademis mengenai dasar negara harus ditindaklanjuti dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita ambil itu bagi kita, termasuk penciri universitas. Pancasila sebagai filosofi, sebagai dasar negara, itu memang perlu untuk terus diketahui, terus dipahami, dan lebih penting lagi perlu terus untuk diimplementasikan,” kata Prof. Jefri.
Prof. Jefri mengungkapkan bahwa dalam melintasi berbagai fase sejarah dan perkembangan situasi global yang dinamis, Pancasila terbukti tetap menjadi instrumen pemersatu yang sangat vital bagi keberlangsungan Bangsa Indonesia. Oleh karena itu, seluruh komponen perguruan tinggi dituntut untuk terus memelihara dan menjadikan kelima sila sebagai pedoman utama dalam menjawab tantangan zaman.
“Kita sudah mempelajari sejarah, apa pun yang terjadi bangsa dan negara ini dengan segala perubahan, bahkan di dunia, Pancasila itu tetap menjadi instrumen yang sangat penting bagi bangsa dan negara Indonesia,” tegasnya.
Peran Pendidik dan Mahasiswa sebagai Generasi Penerus
Secara khusus, Rektor menyoroti tanggung jawab besar yang diemban oleh para pendidik dan mahasiswa dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai kebangsaan. Mahasiswa sebagai generasi penerus dipersiapkan tidak hanya untuk menguasai kompetensi akademis murni, tetapi juga untuk memiliki integritas sosial saat terjun di tengah masyarakat kelak.
“Terutama kita sebagai pendidik dan terlebih khusus lagi sebagai mahasiswa, generasi penerus yang akan datang. Sila pertama sampai sila kelima itu memang harus menjadi dasar ataupun menjiwai seluruh pelayanan mereka ketika nanti, misalnya, mereka ada di tengah masyarakat,” lanjut Prof. Jefri.
Penegasan nilai-nilai Pancasila di lingkungan kampus ditujukan untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Peringatan ini diharapkan mampu merefleksikan kembali semangat persatuan di antara seluruh sivitas akademika Undana. Dengan demikian, aktivitas pembelajaran di kampus senantiasa diarahkan untuk membentuk lulusan yang berkarakter, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kemaslahatan publik.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Undana pada akhirnya menjadi cermin komitmen universitas dalam memelihara jiwa nasionalisme di lingkungan pendidikan tinggi. Perguruan tinggi bertanggung jawab memastikan bahwa nilai kebangsaan tetap mengakar kuat di dalam jiwa setiap mahasiswa dan pengajar. Melalui konsistensi penerapan nilai-nilai Pancasila dalam budaya akademik sehari-hari, Undana optimis mampu mencetak SDM unggul yang berkontribusi aktif bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia. (Alk/RLS/UNDANA/BOY)






