SALATIGA–Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga bekerja sama dengan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes POLISI) menggelar kuliah tamu bertajuk “Merawat Kebhinekaan dan Menjaga Persatuan” di Balairung UKSW, Kamis (1/10). Kolaborasi ini digagas oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM), Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, serta Pusat Studi Kepolisian UKSW.
Kegiatan yang diikuti sekitar 1.100 mahasiswa dari berbagai fakultas ini bertujuan untuk menguatkan dasar pemahaman dalam merawat kebhinekaan melalui komitmen bersama antar pihak akademisi dan kepolisian. Hal ini penting untuk terus digaungkan agar masyarakat dapat menjaga keberagaman di tengah tantangan global. Secara substansial kuliah tamu ini dilakukan agar mahasiswa mengenal pengetahuan tentang terorisme yang saat ini tidak lagi terlihat terang-terangan di tempat umum. Pada akhirnya siapapun bisa terpapar, bahkan anak-anak sekalipun.
Dekan FISKOM UKSW, Dr. Ir. Sri Suwartiningsih, M.Si., membuka kuliah tamu ini sambil memperkenalkan Dekan Fakultas Hukum sekaligus Ketua Pusat Studi Kepolisian UKSW Profesor Dr. Christina Maya Indah S., S.H., M.Hum., Dekan Fakultas Psikologi Dr. Sri Aryanti Kristianingsih, M.Si., M.H., serta memperkenalkan mahasiswa UKSW pada pihak kepolisian.
Selanjutnya acara diisi oleh pembicara utama dalam kuliah tamu ini, yaitu Kasatgas Pusat Studi Terorisme, Komjen Pol (P). Profesor Dr. H. Mohammed Rycko Amelza Dahniel, M. Si. Beliau menegaskan saat ini propaganda dan paham terorisme konvensional telah bertransformasi ke ruang digital (seperti media sosial). Anak muda menjadi target utama karena mereka aktif di internet dan emosinya mudah dipengaruhi. Kuliah umum ini memberikan dasar agar mahasiswa memiliki kemampuan berpikir kritis sehingga tidak mudah terdoktrin atau terpengaruh oleh hoax, propaganda, dan paham radikal online.
“Terdapat dua pilar utama dalam nilai-nilai universal, nilai pertama itu freedom yaitu kebebasan nilai kedua adalah rule of law,” jelas Profesor Rycko. Dua pilar ini, merupakan bagian utama dalam nilai universal demokrasi, yang mempunyai peran masing-masing tetapi saling melengkapi dalam membangun tatanan masyarakat yang demokratis dan beradab. Freedom, berkaitan dengan kebebasan dalam beraspirasi yang harus disesuaikan dengan rule of law, yang dalam hal ini adalah aturan.
“Kegiatan ini penting bagi mahasiswa FISKOM dan mahasiswa UKSW untuk mengenal bahayanya radikalisme. Apalagi anak FISKOM yang notabennya anak sosial, maka harus
mengenal kondisi sekarang ini. Selain itu membuat mahasiswa kritis dalam literasi digital. Supaya mengenal ancaman dari dalam, bukan hanya dari luar saja, sehingga ketika mahasiswa sudah mengenal hal ini, mereka dapat memiliki pemahaman dan sudut pandang yang berbeda, dan secara tidak langsung menyelamatkan bangsa indonesia,” jelas Dr. Ir. Sri Suwartiningsih.
Dekan Fakultas Hukum sekaligus Ketua Pusat Studi Kepolisian UKSW Profesor Christina menambahkan, “Menjaga kebhinekaan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, termasuk mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Penegakan hukum tidak hanya berfokus pada tindakan represif, tetapi juga perlu dilakukan secara preventif melalui peningkatan kesadaran hukum masyarakat,” katanya.
Dalam kuliah tamu ini pembicara tidak hanya menyampaikan materinya namun mahasiswa secara aktif mendengarkan dan turut berpartisipasi dalam tanya jawab. Total terdapat lima mahasiswa yang bertanya serta memberikan pendapat.
Revolusi radikalisme dan ekstremisme menggambarkan perubahan mendasar peta ancaman terorisme di Indonesia, yang bergeser dari aksi kekerasan fisik berskala besar (hard approach) menjadi infiltrasi ideologi secara halus (soft approach) melalui ruang digital. Melalui kegiatan ini UKSW bertekad untuk terus menjalin kerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia agar dapat memberikan pemahaman mendalam pada seluruh civitas academica UKSW terkait dengan isu-isu kebangsaan dan kebhinekaan. Hal ini selaras dengan spirit UKSW sebagai kampus Indonesia mini. (RLS/UKSW/BOY)






