Kupang (MEDIATOR)– Universitas Nusa Cendana (Undana) memberikan dukungan penuh bagi mahasiswanya yang berkiprah di kancah nasional. Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., saat menerima audiensi Kezia Famdale, mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis semester III yang kini tengah berkompetisi di ajang pencarian bakat Indonesian Idol, pada Senin (12/1/2026).
Langkah Kezia menembus panggung nasional menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Undana mampu bersaing di industri kreatif. Sebagai bentuk apresiasi, Rektor Undana menegaskan bahwa universitas akan menerapkan mekanisme rekognisi akademik bagi mahasiswa berprestasi. Artinya, partisipasi Kezia dalam ajang nasional tersebut dapat diakui sebagai bagian dari aktivitas kemahasiswaan yang terukur dalam sistem akademik.
“Kezia tidak perlu mengkhawatirkan aturan akademik yang kaku. Kami memberikan dukungan penuh agar studi tetap berjalan beriringan dengan kompetisi. Pengalaman luar biasa di panggung nasional ini sangat berharga dan patut diapresiasi oleh universitas,” tegas Prof. Jefri Bale dalam pertemuan hangat di Ruang Rektor.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha Ina Rohi Detha, M.Si., menyatakan bahwa pihak kampus akan memfasilitasi penyesuaian jadwal perkuliahan agar Kezia tetap dapat memenuhi tanggung jawab akademiknya tanpa kehilangan momentum di Indonesian Idol. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc., menambahkan bahwa tim kemahasiswaan akan terus mendampingi dan menyiapkan skema apresiasi khusus bagi prestasi tersebut.
Kezia Famdale, yang dikenal memiliki karakter vokal unik dan kepribadian yang tangguh, mengaku sangat terbantu dengan kebijakan kampus ini. Baginya, dukungan dari pimpinan universitas merupakan tambahan energi besar untuk menghadapi tantangan di masa karantina dan babak kompetisi selanjutnya.
“Saya belajar banyak tentang disiplin dan tanggung jawab di Indonesian Idol. Dengan dukungan dari Rektor dan para dosen, saya merasa lebih tenang untuk mengejar mimpi tanpa harus meninggalkan kewajiban sebagai mahasiswa,” tutur Kezia antusias.
Keberhasilan Kezia diharapkan menjadi katalisator bagi mahasiswa Undana lainnya untuk berani menunjukkan potensi diri di ruang publik. Pihak universitas menegaskan bahwa pengembangan potensi mahasiswa, baik di jalur akademik maupun nonakademik, merupakan prioritas utama dalam mencetak lulusan yang utuh, kreatif, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional. (IyL/rls/undana/boy)






