Kemendiksaintek Terjemahkan Visi Presiden Prabowo di Undana, Rektor Jefri: Ini Sejarah

Pendidikan528 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)–Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek RI, Togar Mangihut Simatupang, menyatakan bahwa peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Subspesialis wilayah Bali, NTB dan NTT (Bali–Nusra) di Grha Cendana, Universitas Nusa Cendana (Undana) Jumat (13/2/2026) merupakan bagian dari visi Indonesia Sehat 2045. Ini juga tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis dan subspesialis.

“Kekurangan dan ketimpangan distribusi dokter spesialis menjadi perhatian serius pemerintah. Karena itu, akselerasi pendidikan dokter spesialis dan subspesialis menjadi prioritas nasional,”jelasnya.

Ia memaparkan bahwa hingga saat ini Kemdiktisaintek telah membuka 160 program studi baru, terdiri atas 128 Prodi Dokter Spesialis dan 32 Prodi Dokter Subspesialis. Penambahan Prodi PPDS dan Subspesialis baru dilakukan di 11 provinsi yang masih kekurangan dokter spesialis, termasuk NTT, Maluku, dan Papua.

Baca Juga  Kemdiktisaintek Luncurkan Program Bantuan Modul Digital 2026, Dukung Pemerataan Mutu Pendidikan Tinggi Wilayah 3T

“Kami berharap pemerintah daerah Bali–Nusa Tenggara dapat memberikan dukungan konkret berupa beasiswa, insentif, serta penguatan rumah sakit pendidikan agar distribusi dokter spesialis semakin merata. Kami juga menghimbau agar Rektor dan Dekan memastikan calon siswa akan kembali mengabdi di daerah asal dan terjamin keselamatan dan kesejahteraannya melalui pendidikan yang bebas dari kekerasan. Kami berharap seluruh sistem kesehatan akademik wilayah Bali–Nusa Tenggara dapat menjalankan rencana aksi yang berdampak melalui semangat kolaborasi bagi bangsa,” tegasnya.

Rektor Undana, Prof Jefri S. Bale, menyampaikan bahwa peluncuran ini menjadi tonggak penting bagi pendidikan kedokteran di kawasan Bali dan Nusa Tenggara.

“Hari ini kita berdiri di pintu sejarah pendidikan tinggi kedokteran di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Mandat melalui surat Dirjen Dikti Saintek merupakan bentuk kepercayaan negara kepada Undana (Universitas Nusa Cendana), Unram (Universitas Mataram), dan Unud (Universitas Udayana) untuk memperkuat pemerataan kualitas pendidikan dan penguatan SDM kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga  Undana Gelar PKM Berdampak di Rote Ndao, Gelontorkan Rp1,19 Miliar dan Terjunkan 48 Tim Riset dan Pengabdian

Ia menambahkan, kehadiran prodi tersebut tidak hanya bertujuan mencetak dokter yang unggul secara klinis, tetapi juga memiliki empati sosial.

“Di tengah kegembiraan akademik ini, kita tidak boleh menutup mata terhadap krisis kemanusiaan dan meningkatnya persoalan kesehatan mental di NTT. Undana harus hadir sebagai ruang aman dan solusi nyata. Kita ingin melahirkan dokter spesialis yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peka dan berempati,” urainya.

Rektor Undana juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya mempersiapkan pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi, Keperawatan, dan Profesi Farmasi sebagai bagian dari penguatan ekosistem layanan kesehatan daerah.

“Kesehatan adalah fondasi pembangunan. Dengan melahirkan dokter spesialis dari rahim Undana, kita sedang memutus rantai keterbatasan akses kesehatan di wilayah kepulauan ini,” ungkapnya.

Baca Juga  Ikut Pra Diksarmil, Casis Menwa Mahadana Dibekali Kecakapan Bela Negara

Peluncuran ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis oleh Gubernur NTT, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek RI, dan Rektor Undana, serta penyerahan salinan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tentang izin pembukaan Prodi PPDS dan Subspesialis wilayah Bali–Nusra kepada Rektor Undana, perwakilan Unram, dan Unud.

Turut hadir jajaran Forkopimda Provinsi NTT, Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo, Kepala LLDIKTI Wilayah XV Adrianus Amheka, Direktur Utama RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang dr. Stefanus Dhe Soka, perwakilan Unram dan Unud, serta organisasi profesi kesehatan. (RLS/BIRO AP-NTT/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan