Pesan Penting Ketua DPP IARMI NTT, Saat Lantik Stenly Boymau di Aula Sudirman Korem Kupang

Pendidikan1271 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)—Ketua DPP Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) NTT, Fahmi H Abdullahi, Kamis (9/11/2023), bertempat di Aula Sudirman Makorem 161/Wira Sakti Kupag, melantik Stenly Boymau sebagai ketua DPK IARMI Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

“Pesan saya, tolong kibarkan panji organisasi di Kota Kupang dan Kabuaten Kupang. Saya yakin bahwa organisasi sudah mengambil sebuah langkah yang tepat hari ini, silahkan implementasikan tugas dan tanggungjawab sebagai komponen cadangan bela negara. Saya yakin teman-teman mampu,”tegas Fahmi saat itu.

Sementara, dalam sambutannya ketika pelaksanaan Seminar Kebangsaan yang berlangsung di tempat yang sama, Fahmi menegaskan saat ini Bangsa Indonesia sedang mempersiapkan diri mewujudkan sebuah mimpi besar, yakni menjadi sebuah bangsa yang mengendalikan ekonomi dunia dan ini dituangkan dalam VISI INDONESIA EMAS 2025. Tidak hanya itu, kondisi politik dan keamanan internasional hari ini, menuntut setiap anak bangsa untuk mempersiapkan diri, ikut andil dalam setiap tanggungjawab, jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh negara.

Rektor Undana Prof Max Sanam bersama Danrem 161/WS Kupang, Brigjen TNI Febriel Buyung Sikumbang dan para perwira serta pengurus IARMI NTT.
Foto: Dok IARMI NTT

“Resimen Mahasiswa (Menwa) dan alumni yang tergabung dalam Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI), dididik dikampus dalam berbagai disiplin ilmu dan mendapatkan ilmu keprajuritan saat DIKLATSARMIL Disinilah, setiap anggota Menwa dan alumni harus berbangga, bahwa hanya orang-orang pilihanlah yang direkrut lalu digembleng oleh TNI, menjadi pribadi yang berandil besar di kampus, serta terus mengambil bagian dalam mengisi kemerdekaan diluar kampus dengan bergabung dalam kegiatan wadah IARMI,”tegas Fahmi.

Baca Juga  Jenazah Danrem Dibawa ke Jakarta Menggunakan Pesawat Embraer Legacy 600

Lebih jauh mantan Ketua HIPMI NTT ini menambahkan, alumni Menwa Indonesia adalah warga negara yang sadar akan tanggungjawab dalam melanjutkan tradisi kejuangan dan perjuangan Resimen Mahasiswa Indonesia dan berperan secara aktif dalam mewujudkan tujuan dan cita-cita perjuangan Bangsa Indonesia yang dilandasi doktrin pengabdian Widya Castrena Dharma Siddha yang bermakna Penyempurnaan Pengabdian dengan Ilmu Pengetahuan dan Olah Keprajuritan

Dalam sejarah perjuangannya Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia adalah bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat Indonesia. Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia bertekad menjaga, membela serta mempertahankan kedaulatan bangsa dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperjuangkan tegaknya Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa.

SEMANGAT. Danrem 161/Wira Sakti Kupang, Brigjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, diapit Ketua DPP IARMI NTT, Fahmi Abdullahi dan Ketua DPK IARMI Kota dan Kabupaten Kupang, Stenly Boymau, di sela-sela pelaksanaan seminar kebangsaan di aula Sudirman Makorem, Kamis (9/11/2023).
Foto: Anwar Arief/IARMI NTT

Dalam buku Pokok-Pokok Pikiran Alumni Resimen Mahasiswa tahun 1979 yang diprakarsai oleh Alumni Menwa Mahajaya (Jayakarta) mencatat bahwa IARMI terbentuk dari hasil Reuni Alumni Menwa di Balai Agung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan menunjuk Bapak Tjipto Sukardhono sebagai Ketua Tim Pembentukan Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia dengan diawali pertemuan Alumni Menwa Lintas Daerah: Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur dan diberikan tempat rapat untuk membahas pembentukan AD/ART di wisma Pucadnas di Bandung, Jawa Barat.

Dalam buku sejarahnya, tertulis bahwa IARMI dideklarasikan pada tanggal 28 Oktober 1980 di Yogyakarta, untuk jangka waktu yang tidak ditentukan, struktur terdiri dari: Dewan Pengurus Nasional (DPN) di Jakarta, Dewan Pengurus Provinsi (DPP) di Tingkat Provinsi, Dewan Pimpinan Kota / Kabupaten untuk tingkat Kota / kabupaten, dan Dewan Pimpinan Komisariat untuk tingkat Kampus.

Baca Juga  Senat Agendakan Prof Jefri Bale Dilantik 8 Desember

“Sebagaimana tertuang dalam Pasal 5 AD/ART bahwa IARMI adalah organisasi yang berbadan hukum dan tidak berafiliasi kepada organisasi politik manapun. Artinya, sekalipun ada anggota IARMI yang menjadi pengurus Partai Politik, tetapi tidak dijinkan untuk memanfaatkan organisasi ini untuk kepentingan politik,”tegas Fahmi.

Dari tingkat pusat sampai daerah menurutnya, banyak anggota IARMI yang menjadi pelaku politik dalam hal ini menjadi pengurus Partai Politik, tetapi hebatnya adalah menjadikan dirinya sebagai pelaku politik yang santun dan tidak mencederai semangat juang dalam balutan rasa persaudaraan IARMI dalam bingkai NKRI. Pilihan politik boleh beda, tapi semangat baret unggu tetap dikedepankan, karena anggota IARMI adalah kumpulan orang terdidik dan terlatih sebagaimana semboyannya Penyempurnaan Pengabdian dengan Ilmu Pengetahuan dan Keprajuritan.

“Sejauh ini, banyak kader Menwa yang sudah tercatat dalam sejarah bangsa ini, menjadi prajurit baik itu di lingkup TNI, Polri, maupun sektor ainnya. Kita pun patut bangga, ada alumni Menwa yang dipercaya memimpin pasukan PBB ke Timur Tengah, menempati jabatan tetinggi dalam politik bangsa, sebagai Ketua MPR RI, dan tak terhitung banyaknya kader yang menjadi pelaku bisnis besar tanah air,”tegas Fahmi bangga.

Sementara di Tingkat Provinsi NTT, IARMI sudah ada sejah sebelum tahun 1990. Para pendirinya antara lain: Pak Mel Yacob. Selanjutnya, pengurus yang sekarang ini adalah hasil pengembangan reuni akbar Alumni Menwa NTT di Kupang, bulan Januari tahun 2017  dengan rekomendasi akhir terpilih Ketua Tim Karateker, saya sendiri dan dilajutkan dengan Musda III IARMI NTT, tetap terpilih Ketua Tim Karateker sebagai Ketua DPP IARMI NTT dan telah dilantik oleh Ketua Umum DPN IARMI Bapak Zulkifli Hasan di tanggal 28 Juli 2018 saat itu dia menjadi Ketua MPR.

Baca Juga  Kejar Tenggat Pendaftaran, Undana Perkuat Sosialisasi Digital SNBT 2026

Dalam tahun-tahun IARMI NTT berkarya menururtnya, sudah banyak kegiatan yang dilaksanakan. Bhakti sosial donor darah, bersinergi dengan TNI, membantu korban bencana di Asrama TNI Kuanino, serta masih banyak kegiatan lainnya.

“Termasuk SEMINAR KEBANGSAAN hari ini, dengan Pak Danrem sebagai keynote speaker, dengan materi yang teramat penting. Yakni membangun sinergi bersama, untuk menjaga kedaulatan bangsa. Kegiatan ini adalah wujud nyata partisipasi Menwa sebagai komponen utama bela negara dalam mendukung TNI sebagai penjaga marwah bangsa,”ujar Fahmi menambahkan IARMI NTT berterimakasih kepada Pak Danrem sebagai Pembina Utama Menwa, yang sudah berkenan memberi waktu dan seluruh fasilitas dalam pelaksanaan seminar ini. Materi yang disampaikan tentu sangat penting, karena akan menjadi oijakan bagi setiap anak bangsa dalam membangun negara tercinta.

Hadir saat itu para tamu undangan yang adalah perwira TNI yang tersebar di tiga matra, yakni Kasi Pers Korem 161/Wira Sakti Kupang, Kol Inf Yudiono, Aspotmar Lantamal VII Kupang, Kol Laut Jonie Efendi,  Letkol PNB Eddy Candra selaku Pekas TNI U El Tari Kupang, Danramil Kupang, Mayor Hendry Dunant, serta masih banyak alumni Menwa lainnya. (*/TIM/KJR)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan