Kupang (MEDIATOR)-Penerimaan Siswa Baru sering menjadi momok tahunan. Mengacu pada kondisi ini, DPD GAMKI NTT menggelar Dialog Publik Kupang di Studio RRI Kupang, Jumat (13/6) dengan Topik “Pengawasan Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) NTT tahun 2025”.
Narasumber dalam dialog ini yakni Kabid Dikmen Dinas PK NTT Ayub Sanam, Ketua DPD GAMKI NTT sekaligus Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT Winston Rondo, Asisten Ombudsman NTT Alberth Roy Kota, Wakil Ketua BMPS NTT Romo Kornelis Usboko, Ketua Komisi Informasi Publik Provinsi NTT Daniel Tonu.
Membuka dialog, Ayub Sanam mengatakan bahwa SPMB Tahun 2025 berbeda dengan PPBD, sehingga orang tua dan calon siswa harus mengetahui prosedur pendaftaran siswa baru di SMA dan SMK di NTT.
“Pada tahun sebelumnya kita menggunakan sistem zonasi sedangkan dalam SPMB yang dipakai adalah domisili, kita sudah tentukan juknisnya sehingga bisa dipahami oleh orang tua maupun calon siswa SMA dan SMK di NTT,”ujarnya.
Sementara Romo Kornelis Usboko berharap SPMB Tahun 2025 benar-benar memberikan angin segar bagi sekolah swasta dengan pengawasan dan penegakan aturan yang benar.
“Banyak sekolah swasta yang minim sekali penerimaan siswa barunya, kami dari BMPS NTT berharap aturan yang sudah ditetapkan bisa diawasi dan ditegakan sehingga rombel, domisili bisa diterapkan untuk mencegah terjadinya kecurangan dalam SPMB Tahun 2025,”ungkapnya.
Tak hanya itu, Alberth Roy Kota mengatakan untuk saat ini belum ada pengaduan dari masyarakat terkait SPMB Tahun 2025, namun ia menyarankan kepada masyarakat yang mendapati adanya kecurangan maka dilaporkan terlebih dahulu kepada Sekolah tersebut sebelum membuat pengaduan ke Ombudsman NTT.
Sedangkan Daniel Tonu mengapresiasi Dinas PK Provinsi NTT karena ada progres informasi kepada masyarakat yang semakin baik. Ia berharap langkah tersebut dimaksimalkam dalam SPMB Tahun 2025.
“Pada tahun 2023 Dinas PK Provinsi NTT masuk dalam kategori kurang informatif, pada tahun 2024 menjadi cukup informatif, hal ini menandakan bahwa ada progres yang baik. Kami berharap nanti ada koneksi langsung dengan sekolah sehingga informasi SPMB kepada publik bisa berjalan dengan baik,”imbuhnya.
Di kesempatan yang sama, Winston Rondo menyatakan pentingnya sosialisasi dalam SPMB 2025. Karena itu dirinya berharap orang tua dan calon siswa bisa mendaptkan informasi yang benar.
Lagipula ini adalah tujuan dialog ini.
“Orang tua dan calon siswa harus mendapatkan informasi yang benar mengenai SPMB Tahun 2025. Kalau tidak mereka bisa ribut. SPMB juga harus dievaluasi setiap tahun, salah satu contoh adalah Dinas PK Provinsi Jawa Timur yang bisa dijadikan tolak ukur sehingga nantinya di NTT SPMB dapat berjalan dengan baik dan adil,”pungkasnya. (RLS/FKK/BOY)






