Pemprov dan Undana Hadirkan Program Siber Sehat NTT

Pendidikan368 Dilihat

Kupang-Pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informatika menghadirkan Program Siber Sehat NTT yang dikembangkan melalui kolaborasi bersama Universitas Nusa Cendana (Undana) sebagai upaya membangun budaya digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.

Program ini diluncurkan oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena yang digelar di area Car Free Day Jalan El Tari, Sabtu (9/5/2026). Gubernur Melki menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari kemudahan akses pendidikan dan informasi, perluasan pasar bagi pelaku UMKM, percepatan layanan publik, hingga peningkatan produktivitas ekonomi.

Namun di balik peluang besar tersebut, menurutnya, ruang digital juga menghadirkan tantangan serius yang perlu segera direspons bersama.

“Banyak orang hari ini terganggu waktu istirahatnya karena terlalu lama berada di ruang digital. Screen time kita semakin tinggi. Semua yang kita butuhkan memang ada di telepon genggam, tetapi kalau tidak mampu mengatur penggunaannya dengan baik, kita bisa kehilangan kendali,” ujar Melki.

Ia menyoroti berbagai fenomena yang saat ini mulai mengkhawatirkan di ruang digital, seperti penyebaran hoaks, maraknya konten berbahaya di kalangan pelajar, kecanduan gadget dan media sosial, hingga meningkatnya gangguan kesehatan mental pada remaja dan generasi muda.

Baca Juga  Rektor Bukan Aktor Politik di Ruang Akademik: Pemberhentian Tidak Prosedural di IAKN Bentuk Penghinaan terhadap Integritas Akademik 

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT secara resmi menghadirkan Siber Sehat NTT sebagai gerakan edukasi dan literasi digital yang menyasar pelajar, mahasiswa, guru, orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat umum.

Menurut Gubernur, program ini bukan sekadar program teknologi, tetapi gerakan sosial dan gerakan pendidikan yang bertujuan meningkatkan kecerdasan digital masyarakat, melindungi masyarakat dari konten berbahaya, serta mendorong penggunaan teknologi yang sehat, produktif, dan bertanggung jawab.

Sementara Ketua DPRD Provinsi NTT, Emelia J. Nomleni, menyambut baik kehadiran program Siber Sehat NTT sebagai langkah konkret pemerintah dalam menjawab tantangan era digital.

“Beberapa tahun terakhir, kita semua merasakan dampak teknologi yang begitu besar. Karena itu, program ini sangat positif. Mari kita mulai dari keluarga kita sendiri. Orang tua harus menjadi pengendali utama dalam membatasi durasi penggunaan gadget anak-anak,” ujarnya.

Rektor Undana, Prof DR Ir Jefri Bale, ST. M.Eng dalam sambutannya menegaskan kita bileh senang melihat anak-anak bertumbuh dengan gawai pintar ada di genggaman mereka. Namun, kita sering menutup mata terhadap bahaya senyap yang mengintai kuat di baliknya: Adiksi Digital.

Baca Juga  Pastikan Pertumbuhan Ekonomi NTT Berperspektif HAM, Kanwil KemenHAM Gandeng KADIN, Pemkot hingga Pemprov

Secara saintifik, setiap notifikasi yang masuk dan setiap usapan layar (scroll) untuk melihat konten baru di media sosial, memicu pelepasan dopamin di otak. Pola kerjanya persis seperti ecanduan rokok atau alkohol. Rasa senang sesaat ini membuat otak terus menuntut lebih, hingga akhirnya anak-anak kita kehilangan fokus, menjadi gelisah jika terputus dari koneksi, dan yang paling memprihatinkan: menggunakan gawai sebagai pelarian dari masalah di dunia nyata.

“Ini bukan sekadar kebiasaan buruk, ini adalah krisis kesehatan mental yang harus kita putus mata rantainya sekarang juga. Menghadapi krisis sebesar ini, pemerintah tentu tidak bisa berjalan sendirian. Universitas Nusa Cendana terpanggil dan merasa berkewajiban untuk turun tangan,”tegasnya.

Dia memastikan Undana hadir sebagai mitra strategis yang memberikan fondasi saintifik yang kokoh agar Kampanye Siber Sehat ini terukur dan tepat sasaran.

Melalui Tim Dosen kami di Layanan Psikologi Terpadu Undana, mereka akan menyusun dan menyumbangkan tiga pilar utama untuk menyokong program pemerintah ini: Pertama, Undana akan menyiapkan Alat Ukur Deteksi Adiksi Digital sebagai instrumen untuk memetakan tingkat keparahan paparan adiksi di tengah masyarakat.

Baca Juga  Subasuka Resto Jadi Pilihan, Wapres Gibran dan Gubernur Laka Lena Santap Siang Nikmati Aneka Menu Khas NTT

Kedua, Undana menyediakan Raw Materials Promotif, yakni materi edukasi kampanye yang disusun berbasis kajian psikologis agar membumi dan mudah dan Ketiga, mereka akan menyusun SOP Layanan Psikologis sebagai jalur penanganan profesional bagi mereka yang sudah berada di tahap kecanduan berat dan membutuhkan intervensi klinis lebih lanjut. Untuk memastikan keseriusan Undana, maka dia menghadirkan para Wakil Rektor dan 60 orang mahasiswa relawan, yang tergabung dari Program Studi Psikologi Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kehumasan Undana. “Anak-anak kami, hari ini turun ke ruang-ruang publik, untuk membagikan edukasi secara langsung kepada masyarakat luas. Pesan yang mereka bawa dalam flyer kampanye hari ini sangat sederhana namun mendalam: mereka akan mengajak masyarakat untuk mulai menetapkan zona bebas HP di rumah, seperti di meja makan atau kamar tidur.” Undana menurutnya akan terus mengawal program inovatif ini dan berdiri tegak bersama Pemerintah Provinsi NTT. (RLS/NTT/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan