Kupang (MEDIATOR)—Saat ini, Pemerintah Kota Kupang melalui Badan Penelitian dan Pengambangan Daerah sedang menggelar Pagelaran Kupang Innovation Award (GELANGNONA) Tahun 2025. Informasi yang diperoleh media ini dari panitia, yakni Dr Malisye Sjioen, bahwa total peserta Gelangnona tahun 2025 adalah 28 karya inovasi. Mereka diantaranya 22 inovasi untuk kategori perangkat daerah, sedangkan 3 inovasi dari kategori kecamatan/kelurahan dan terakhir, ada 3 inspirasi inovasi kategori RT/RW.
Dri 28 inovasi itu, tiga karya inovasi yang diinisiasi oleh walikota Kupang dr Christian Widodo sebanyak satu krya dan wakil Walikota Kupang, Serena Cosgrova Francis, sebanyak dua karya. Satu karya walikota yakni GADAR (Layanan Gawat Darurat Gratis bagi siapa saja) yang deknisnya ditangani oleh RSUD Kota Kupang. Sedangkan dua karya inovasi wakil walikota masing-masing SABOAK (Sunday Maket buat Orang Kupang) yang ditangani oleh Sekretariat Daerah Kota Kupang dan INA KASIH (Intervensi Peduli Akses Pembalut Wanita Gratis) yang ditangani teknisnya oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dn Perlindungan Anak.
Untuk memantapkan pelaksanaan lomba maka pada Jumat (7/11) siang, digelarlah pertemuan antara pihak Balitbangda Kota Kupang dengan dewan juri, yang berangsung di ruang rapat LLDikti Provinsi NTT. Dalam pertemuan itu, panitia melaporkan progress pendaftaran dan teknis penilaian. Adapun juri yang diketuai Prof Adrianus Amheka, ST., M.Eng., ikut memberikan masukan mengenai aspek-aspek penilaian serta mekanisme penjurian.
Kepala Balitbangda Kota Kupang, Ir. Solvie Y.H Lukas saat itu menjelaskan bahwa iven ini sudah berlangsung selama tua tahun dan lahir dari sebuah keprihatinan yang besar akan kondisi Kota Kupang dalam iven yang sama di level selanjutnya.
“Kota Kupang di iven yang sama di tingkat yang ebih tinggi selalu tidak dapat juara. Malah sebagai finalis pun tidak. Kota Kupang selalu mendapat skor yang paling rendah sehingga kami bersikap untuk menggelar Gelangnona ini dengan harapan agar setidaknya kita juga bisa ikutkan karya inovasi yang berkualitas karena sudah terseleksi,”tegasnya menambahkan, sebenarnya bukan berarti Kota Kupang miskin karya inovasi. Justeru sebaliknya, banyak. Hanya saja mereka tidak terkoordinir secara baik.
Pada kesempatan yang sama, dia juga atas nama Pemerintah Kota Kupang mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam juri untuk menyaring serta menyeleksi mana karya inovasi terbaik untuk diikutkan di kompetisi level selanjutnya.
“Terimakasih atas keterlibatan berbagai unsur dalam juri. Kami pada prinsipnya menjunjung tinggi profesionalitas dalam penjurian. Ada 28 karya inovasi dan ini adalah terbaik dari kategori unsur pemerintah maupun kecamatan dan kelurahan serta RT/RW. Apapun keputusan juri kami menghormatinya,”tegasnya menambahkan “Kita mau keluar dari zona sebagai kota yang kurang inovatif. Ini sebuah preseden yang tidak begitu baik.”
Untuk diketahui, GELANGNONA terintegrasi dengan iven yang sama di tingkat Provinsi NTT yakni Koin Yanlik Berdasi (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Berdasarkan Kategori dan Terintegrasi) dengan Innovative Government Award (IGA) juga Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) dari Kemenpan RB.
Sesuai jadwal yang sudah ditetapkan, penjurian akan berlangsung pada 14-18 November 2025 yang berlokasi di LLDikti NTT. Setiap inovator akan mempresentasikan karya inovasinya di depan juri dalam sebuah ruang khusus. Dan akan ada sesi tanya jawab untuk pendalaman karya inovasi. Juara Gelangnona akan diumumkan pada 5 Desember 2025. Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan bahwa walikota dan wakil walikota akan hadir sendiri dan mempresentasikan karyanya di depan juri pada ruang khusus penjurian. (BOY)






